
Suasana menjadi sangat tegang dengan ucapan jujur Keegan pada penilaian kali ini. Semua trainee lain juga menjadi tercengang dengan reaksi para juri dengan penampilan kali ini, sebelumnya jika ada trainee yang memiliki kemampuan komposer atau aransemen mereka sangat mengapresiasi hal tersebut dan bahkan memujinya, tetapi kali ini sangat berbeda.
Tampaknya penampilan kali ini sangat menghancurkan lagu hingga membuat para juri menjadi sangat kecewa.
“Terlepas dari lagu yang kalian tampilkan, tapi kemampuan kalian sangat lengkap dan cukup memuaskan dari segi vokal.” kata Vincent berusaha mengembalikan arah topik pada kemampuan mereka.
“Sekarang biarkan kami berdiskusi terlebih dahulu.” kata Paris lagi lalu para juri mulai berdiskusi satu sama lain.
“Kurasa terlepas dari kemampuan aransemen mereka, harus kuakui teknik vokal mereka cukup bagus.” puji Vincent
“Kemampuan tari mereka juga cukup solid.” kata Lilith.
Keegan sendiri terdiam menunggu semua juri untuk memberikan pendapat mereka. “Jadi kita masukkan mereka ke kelas A ?”
“Kurasa dia cocok untuk berada di kelas A, sementar yang ini lebih baik di kelas B untuk menetara.”
Keegan mengangguk dan diskusi mereka selesai. “Akan ku umumkan hasil evaluasi trainee dari Big Galaxy Ent.” Keegan menatap keempat trainee yang tampak sangat gugup di hadapannya. “Untuk trainee yang berada di kelas A adalah Vivian Evans, Denise Field, dan Melisa Robert.” ketiga orang yang disebutkan membungkuk dan mengucapkan terima kasih.
“Untuk trainee di kelas B adalah Agatha Owens.” lanjut Keegan.
Peserta trainee Agatha membungkuk dan mengucapkan terima kasih sebelum mereka semua turun dari panggung. Begitu sampai di belakang panggung, keempat trainee terlihat agak merasa bersalah.
“Aku tidak tahu bahwa lagu kita malah akan menjadi sasaran kritik kali ini.” kata Denise dengan agak menyesal menatap ke Vivian.
“Seharusnya memang kita bawakan lagu tersebut dengan apa adanya daripada mengubahnya.” kata Vivian dengan wajah sedih.
“Tidak papa, anggap saja ini menjadi pelajaran.” kata Melisa menenangkan Vivian yang merasa sedih karena kerja kerasnya menjadi sia-sia. “Yang penting adalah kita sudah berusaha.”
Vivian yang masih merasa sedih mengangguk dengan kepala tertunduk.
Disisi lain, Ava sebagai pencipta lagu tersebut tidak merasa keberatan sama sekali lagunya di aransemen seperti itu, tetapi dia tetap setuju dengan saran para juri. Esensi dari lagu tersebut tidak masuk sama sekali dengan konsep yang mereka buat. Jadi memang agak mengecewakan.
Ketika Ava sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, staff memintanya untuk naik ke panggung segera. Ava tentu saja langsung menarik nafas lalu melangkah naik ke panggung.
Di meja juri, mereka membaca formulir Ava dengan bingung.
“Oh? Trainee individu.” kata Lilith kaget. “Tidak ada keterangan pengalaman trainee.”
“Tapi dia sudah memilih vokal sebagai posisi.” kata Vincent melihat posisi yang dipilih Ava.
“Mari kita lihat saja langsung. Aku tidak mendapatkan apapun dari formulir ini.” kata Keegan kemudian mengangkat kepalanya.
Ava yang menaiki panggung dengan tenang menjadi sosok perhatian semua orang di ruangan. Para juri yang melihatnya terkesima.
“Dia sangat cantik!” puji Paris dengan kagum tanpa di tutupi. Suaranya agak keras dan di respon geli oleh para juri di sebelahnya.
Paris bukanlah satu orang yang berpikir hal ini, semua orang yang melihat Ava bereaksi sama dengannya.
“Aku merasa dia punya aura yang unik.” kata Lilith setelah melihat Ava berdiri tenang di tengah panggung.
“Dia sangat tenang untuk seorang trainee individu.” kata Orion melihat tidak ada kegugupan di mata Ava dan malah sangat tenang.
Melihat semua perhatian para juri kepadanya, Ava membungkuk dalam sebelum memperkenalkan dirinya. “Perkenalkan, aku trainee individu, Ava Luna.”
Setelah itu, para juri memintanya untuk menampilkan penampilan yang sudah dia siapkan. Ava menarik nafas dan mengambil posisi sambil menunggu iringan lagu.
Kali ini, Ava memilih untuk menampilkan lagu luar negeri yang cukup terkenal dengan lagu yang memiliki nada tidak terlalu tinggi.Selain itu, lagu ini juga tidak bertempo cepat sehingga Ava bisa menarikan tarian yang dasar untuk lagu ini.
Gerakkan Ava sangat dasar dan minimal tetapi selalu tepat dan suaranya agak tidak stabil tetapi setiap liriknya pas dengan diikuti penghayatan.
__ADS_1
Para juri menyaksikan setiap gerakan Ava dengan teliti dan menemukan bahwa Ava tidak buruk sama sekali dan malah bisa mengeksekusi kemampuannya dengan sangat baik meski dasar.
Ketika Ava menyelesaikan penampilannya, para juri mengangguk kecil tetapi mengambil jeda kecil. Ava sendiri mengatur nafasnya yang agak terengah setelah menari. Zoo Miller, artis rapper yang terkenal memulai bertanya lebih dulu.
“Apakah kamu bisa bernyanyi rap sedikit ?” tanyanya dengan penasaran. Jika sosok Zoo sudah bertanya hal ini biasanya memang dia ingin tau kemampuan trainee dalam rap.
Ava agak tidak menduga bahwa dia akan disuruh menyanyikan rap. Sebelumnya dia hanya berpikir dia akan ditanya apa yang tertulis di formulir. Akhirnya Ava mengangguk kecil lalu mulai menyanyikan rap bebas.
Far away, from here
I don’t need to here anymore
You know, I’m tired of it now
But let me just let you all know this.
I’m sick of it all it
Just look at my own and your own life
Please just leave me alone!
Rap singkat Ava yang tiba-tiba keluar begitu saja membuat seluruh orang menjadi terdiam. Zoo selaku menjadi pihak yang mengajarkan rap agak tercengang mendengar Ava membuat rap seperti itu.
“Sungguh tidak terduga lirik rapmu.” kata Zoo dengan senyum lebar di wajahnya. “Kamu punya potensi yang bagus untuk menjadi rapper. Kemampuan menguasai iramamu sangat bagus.”
Ava mengangguk mengerti dengan senyum tipis di wajahnya. “Terima kasih.”
Keegan yang melihat Zoo selesai mengomentari Ava akhirnya mengangkat micnya. “Aku ingin menanyakan sesuatu.” katanya dengan wajah serius. “Kaki kananmu,”
Ava refleks melihat kaki kanannya yang terbungkus sepatu kets dan kaos kaki putih yang tidak mencolok.
Ava menatap Keegan dengan kaget. Dia bisa tau mengenai cederanya. Karena hal itu, Ava menarik nafas panjang. “Aku memang sedang mengalami cedera pergelangan kaki kananku.” kata Ava mengaku.
Suara terkejut terdengar dan bisikan kecil dari para peserta di atas membicarakan cederanya. Banyak macam ekspresi terkejut para peserta hingga juri yang terlihat dan terekam oleh kamera. Mereka menunjukkan wajah tidak percaya.
Keegan mengangguk dengan wajah datarnya, “Sudah kuduga, kamu tidak banyak menggunakan kakimu saat sedang menari tadi, ku kira kamu memang sengaja.”
“Aku sendiri tidak akan tahu jika PD Keegan tidak menyebutkannya.” kata Orion dengan khawatir. “Lalu apakah kamu sudah mengobatinya ?”
Ava mengangguk. “Sudah, hanya perlu waktu untuk penyembuhannya. Selama tidak bergerak terlalu ekstrim, seharusnya tidak akan menjadi masalah.” kata Ava menjelaskan.
Keegan mengangguk dengan rasa apresiasi.
“Jika PD tidak melihatnya apakah kamu tidak berencana untuk memberitahu kami ?” tanya Lilith dengan rasa penasaran.
Ava menatap dengan agak ragu. “Aku merasa cedera ini bukanlah masalah besar. Menggunakan alasan cedera ringan seperti ini untuk tidak tampil adalah hal yang tidak profesional.”
Semua juri sontak tersenyum mendengar alasan Ava. Para peserta lain juga mengapresiasi dan memandang dia dengan pandangan yang berbeda. Seorang yang cedera dan masih ada keinginan untuk tampil adalah hal yang patut untuk dipuji.
“Sungguh profesionalitas yang sangat bagus. Tidak semua orang bisa melakukannya.” kata Paris dengan penuh apresiasi.
Ava mengangguk kecil. “Terima kasih.”
“Kalau begitu biarkan kami untuk berdiskusi dulu.” kata Lilith dengan senyum.
Ava memasang senyum tipis dan menunggu dengan sabar di tengah panggung untuk sementara waktu.
Para juri berdiri dan berkumpul di tengah untuk berdiskusi.
__ADS_1
“Vokalnya masih tidak stabil, Tapi cukup bagus dia bisa mengendalikan suaranya. Jadi kurasa memberikannya B tidaklah buruk.” kata Paris memberikan saran.
“Fondasi tariannya cukup bagus, dia bisa menari dengan cedera tanpa terlihat sudah menunjukkan skill.” kata Orion menambahkan. “Belum lagi dia tidak berlatih secara formal.”
“Aku bisa memberinya A hanya untuk Rap. Dia bibit yang sangat bagus.” kata Zoo penuh dengan apresiasi.
Keegan mengangguk setuju. “Lalu kita berikan nilai B untuknya ?”
Para juri mengangguk setuju lalu para juri kembali ketempat duduk mereka.
Ava melirik ke tempat Sophie duduk dan di sambil senyum khawatir tetapi tetap menyemangatinya. Senyum Ava melebar melihat Sophie yang terlihat lucu dari bawah. Ava kembali mengawasi para juri ketika mereka akhirnya kembali duduk.
“Trainee Individu Ava akan berada di kelas B.” kata Lilith dengan perlahan setelah mengambil jeda.
Ava membungkuk. “Terima kasih.” Setelah itu Ava turun kembali ke panggung dengan langkah tenang.
Ava turun ke bawah panggung dan menemui staff yang bertugas untuk mengambil huruf untuk di tempel di pengenalnya. Staff yang bertugas menyerahkan stiker huruf B dengan wajah ingin bertanya.
“Apakah cederamu tidak papa ?” tanyanya dengan khawatir.
Ava yang sedang mengamati stiker di tangannya menatap staff di depannya dengan polos lalu tersenyum lembut. “Tidak perlu khawatir, kakiku masih bisa berjalan dengan baik.”
“Jika perlu, kamu bisa mengunjungi bagian kesehatan, ada dokter yang bersiap kapan saja.” kata Staff laki-laki yang duduk di sebelah staff yang pertama bertanya.
Ava berfikir sejenak sambil menatap kaki kanan-nya dengan penuh pertimbangan. Memikirkan kedepannya, Ava akhirnya mengangguk setuju. “Baiklah, aku akan ke bagian kesehatan untuk mengecek.”
-
Ava cukup lama berada di ruang kesehatan karena dokter yang membantu menanganinya memberikan kompres air dingin dam pijatan kecil untuk membantu meringankan cederanya
Setelah beberapa saat Ava yang keluar dari ruang kesehatan mengucapkan terima kasih sebelum menutup pintu. Dokter yang membantunya merawat kakinya mengatakan bahwa kakinya seharusnya bisa sembuh dalam beberapa hari tetapi dia perlu berhati-hati dengan gerakkan yang terlalu keras agar tidak menarik ototnya lagi. Ava juga diberi obat dan salep untuk di oleskan di kakinya sebelum di balut lagi.
Ketika dia kembali ke kursinya, ada beberapa trainee yang sedang di nilai dan tampaknya agak membuat para juri tidak senang, trainee perempuan menunduk malu dan agak terlihat berkaca-kaca sambil menunggu keputusan juri untuk menempatkannya.
Pada akhirnya trainee ini diberikan kelas F dengan tegas dan dengan begitu trainee ini menjadi trainee terakhir yang dinilai oleh para juri.
Ava yang tidak mengetahui apa yang terjadi melihat sekeliling dan menemukan kursi yang sudah terisi penuh lagi. Memang sepertinya Ava agak lama pergi sehingga dia tidak sadar apa yang terjadi di sini.
Keegan dan para juri berdiri menghadap para trainee dengan memegang map di tangan mereka. “Kalian telah menyelesaikan proses penilaian evaluasi, terima kasih telah bekerja keras. Saat ini total ada 8 trainee di kelas A, 15 trainee di kelas B, 26 trainee di kelas C, 25 trainee di kelas D, dan 27 trainee di kelas F.” Keegan kemudian menatap seluruh trainee dengan serius. “Apakah kalian lebih lega sekarang ?”
“Ya!” teriak para trainee bersamaan.
“Kalian bisa lega untuk sebentar karena setelah ini adakan ada perilisan Track utama lagu untuk Unlimited Youth Girls.” kata Keegan. “Judul lagu lagu utama ini adalah It’s Me!”
Setelah itu layar lebar di belakang para juri berubah menjadi video koreografi beserta suara iringan lagu riang theme song. Lagu ini berkisah tentang orang muda yang bersemangat untuk mengejar mimpi dan membuktikan diri mereka pada semua orang. Lagu terdengar sangat riang dan memiliki nada dan sangat mudah ditangkap oleh para pendengar hanya dalam sekali pemutaran lagu.
Ava yang berdiri di samping melihat video koreografi sambil mengangguk kecil menikmati iringan lagunya dan menangkap kisah lagu ini dengan cepat. Koreografi untuk lagu ini juga sangat dasar dan dan bisa di bilang berada di level menengah untuk bagian tersulitnya. Meski beberapa bagian dari koreografi agak cepat tetapi gerakannya masih dasar dan tidak termasuk gerakan yang sulit.
Ava memahaminya dengan cepat dan hanya bisa mengangguk mengerti begitu lagu selesai. Para Trainee di sekitarnya mulai bergumam mengikuti lagu yang baru saja selesai di putar. Beberapa lainnya sudah mulai menangkap gerakan koreografi dan menggerakkan tubuh mereka untuk menyesuaikan diri.
“Nah! Karena kita sudah mendengarkan lagu theme song ini. Akan aku jelaskan sedikit, mengenai apa yang akan kalian lakukan setelah ini. Pertama akan ada evaluasi ulang dalam tiga hari dan kalian akan menampilkan lagu ini.” Tentu saja semua trainee terkejut mendengar berita ini. Mempelajari sebuah lagu beserta koreografinya dalam tiga hari bukanlah hal yang mudah sama sekali. Tapi justru disini adalah titik dimana para trainee akan dipaksa untuk berkembang secara cepat.
“Kedua, kalian para trainee akan menampilkan lagu ini pada festival musik dalam seminggu dan melakukan rekaman untuk video theme song di panggung.” Tampil di panggung dan di depan banyak orang adalah impian semua trainee, mereka menjadi senang bisa mendapatkan kesempatan kali ini untuk tampil.
“Ketiga, tidak semua dari kalian akan tampil di panggung. Part nyanyian dan posisi panggung akan ditentukan berdasarkan peringkat kalian setelah hasil evaluasi akhir dalam tiga hari.” Emosi peserta trainee seperti roller coaster yang terus di naik dan turun. Setelah berita buruk, senang, dan kembali berita buruk. “Peringkat A akan mendapatkan part terbanyak dan akan menjadi center grup. Sementara peringkat B, C, dan D akan menjadi grup yang mengelilingi peringkat A. Lalu terakhir, peringkat F tidak akan bisa tampil dan hanya menjadi backup tanpa part apapun.”
Suara ******* menyesal dari trainee yang mendapatkan peringkat F terdengar di ruangan. Merasa kejam dengan kenyataan ini. Setelah beberapa saat mereka sepertinya bertekad untuk bisa naik peringkat agar bisa tampil.
“Selain itu, bagi yang satu peserta trainee peringkat A akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan solo part dan akan di memiliki sorotan khusus selama perekaman.” Semua murid kaget dan tercengang mendengar kabar tersebut. Keuntungan dari peringkat A semakin besar dan memiliki banyak kesempatan untuk lebih disorot. “Tentu saja semua orang memiliki kesempatan ini asal mereka berusaha lebih keras dalam latihan untuk evaluasi dalam tiga hari.”
__ADS_1
-