
Malam hari_
Di sebuah kamar apartemen kumuh bernomor 33 yang terletak di sudut gang yang sangat gelap dan sepi, seorang anak lelaki yang berumur sekitar 17 tahun sedang berguling-guling diatas ranjangnya. Wajahnya sangatlah pucat dan putih seperti mayat, keringat dingin telah membasahi wajah dan
juga pakaian yang sedang ia kenakan.
Beberapa menit kemudian ia terbangun sambil memegangi dada sebelah kirinya sambil berteriak.
"AAaaaaaaahhhhhh, a-apa?? apa-apaan yang tadi itu??"Ia memandangi seisi kamarnya dan mulai mengelap keringat dingin yang telah memenuhi seisi wajahnya, ia beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju ke dapur untuk minum dan menghilangkan dahaganya.
__ADS_1
"Sialan, ini sudah hampir yang kesepuluh kalinya. Mengapa mimpi itu datang dan menyiksaku!?"Ia mengambil sebotol air
mineral dari dalam kulkas kecil yang berada di sudut dapur itu dan duduk di sebuah kursi yang tersedia di sana, setelah selesai menghilangkan dahaganya ia tiba-tiba kembali memegangi dada kirinya yang terasa agak sakit.
"Uuukhhh, sebenarnya apa yang sedang terjadi?? walaupun aku telah ditikam oleh gadis itu berkali-kali di dalam mimpi, namun bagaimana bisa rasa sakitnya sampai ke dunia nyata?? aku sudah tidak tahan lagi, kapan semua ini akan berakhir!?"Ia terjatuh dari kursinya dan berbaring di lantai dapur yang sangat dingin sendirian, beberapa menit kemudian ia lalu tertidur masih dalam posisi sambil memegangi dada kirinya.
Jarak dari kamarnya ke dapur tidak bisa disebut dengan kata jauh, mungkin hanya berjarak sekitar 3 meter lebih saja. Oleh karena itu ia tidak menyalakan lampu yang berada di dapur sama sekali dan mengandalkan lampu otomatis di kulkas yang hanya akan menyala saat sedang dibuka, anak laki-laki yang tinggal di apartemen itu dan menjadi pembahasan kita saat ini adalah pemeran utamanya yang bernama Luhan.
Luhan tidak bisa menghindar sama sekali setiap gadis itu hendak menusuk jantungnya dengan sebuah belati, sebuah bayangan hitam yang sangat besar dan tidak terlihat akan menahan kaki dan tangannya tepat sebelum Luhan menoleh ke belakang.
__ADS_1
Alasan mengapa Luhan dapat mengetahui bahwa orang yang telah menikamnya itu adalah seorang gadis adalah karena ia dapat melihat beberapa helai rambut berwarna perak yang terurai sampai menyentuh lantai yang telah dipenuhi oleh darahnya, setelah Luhan kehilangan kesadaran di alam mimpinya maka ia akan segera terbangun dari tidurnya di dunia nyata.
Setiap terbangun Luhan pasti akan berteriak dan merasakan rasa sakit yang luar biasa di dadanya, untung saja rasa sakit itu tidak bertahan lama.
Luhan duduk di bangku kelas 3 sma Scoory Soccerway, sebuah sekolah swasta yang sangat elite dan menjadi incaran untuk anak-anak seumurannya. Pengajaran yang diberikan sangatlah sempurna,
fasilitas-fasilitas yang berada disana sangatlah lengkap, dan terdapat beberapa acara-acara khusus yang hanya akan diadakan oleh sma Scorry Soccerway setiap 3 tahun sekali.
Benar-benar sebuah keberuntungan besar jika berhasil diterima di sma itu, Luhan mendapatkan beasiswa untuk bersekolah disana secara gratis bersama dengan dua orang lainnya.
__ADS_1
–––––––––––––
Next>>