LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 17-Menyadari sesuatu......


__ADS_3

"Aduh, benar-benar melelahkan."Gio menghantam tembok yang berada di belakangnya sambil menggerutu tidak jelas, kini ia dan Luhan telah terkepung oleh bala bantuan para preman yang berjumlah kurang lebih 12 orang. Mereka semua membawa berbagai macam senjata seperti, pemukul bola bisbol, cutter, kapak kecil, dan bahkan ada yang sampai membawa pistol.


"Sebenarnya mereka semua ini berasal darimana?! berani-beraninya menggunakan senjata disini??"Luhan kembali terbayang-bayang akan kejadian yang telah terjadi beberapa menit yang lalu, ketika dirinya baru saja selesai menghajar orang-orang yang telah menghajar Gio, segerombolan orang tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka dan menembakkan pistol kearah langit sebagai tanda peringatan. Bohong jika mengatakan bahwa Gio dan Luhan tidak merasa terkejut dan ketakutan sama sekali, melawan sudah, berkompromi juga sudah, kini yang tersisa hanyalah menyerahkan diri.


"Ha-hahaha, paman leluconmu itu lu-lucu sekali."Gio tertawa canggung untuk mencairkan suasana yang berada di sana, ia baru saja mendengar sebuah tawaran yang sangat, sangat, sangat mengejutkan.


"Ehh, aku tidak sedang main-main loh.........


kau hanya memiliki tiga pilihan untuk saat ini, mati tenggelam? mati tertembak, atau mati terbakar??"Preman yang sedang merokok dan membawa sebuah pistol di genggaman tangannya adalah pemimpin para preman-preman itu, ia sedang berbaik hati untuk memberikan pilihan kematian kepada Luhan dan juga Gio. Julukan untuk preman itu adalah 'pemberi kematian', sangat sesuai bukan??


"Berbaik hati apanya!? ujung-ujungnya juga aku tetap akan mati bukan!?"Karena tersudut, Gio hanya bisa mengertakan giginya, ia menyadari bahwa apapun yang terjadi nanti ia tidak akan mungkin bisa selamat.

__ADS_1


"Kami memilih mati tenggelam saja."Sahut Luhan sambil menghela nafas panjang dan merangkul leher Gio.


"A-APA!!!?"


"Heh, hehe.........Hahahahaha, baru pertama


kali aku melihat seseorang sepertimu bocah!!apakah kau sudah bosan bermain dengan api dan ingin bermain dengan air sekarang hahahaha, kau benar-benar sangat menarik."


Mulut Gio mengangga lebar karena melihat Luhan masih bisa tersenyum disaat-saat seperti ini, ia sungguh tidak mampu berkata-kata lagi.


"Hmm, terimakasih banyak atas pujiannya paman. Kalau boleh tahu, mengapa anda harus repot-repot mengurus anak sma kecil seperti kami ini??"Luhan menyilangkan tangan kanannya ke dadanya sambil membungkukkan badan seperti sedang menghormati seseorang, Gio kembali terkejut sedangkan preman itu menatap Luhan dengan serius.

__ADS_1


Ia bertanya-tanya mengapa bocah yang berada di hadapannya ini berperilaku aneh seperti itu, Luhan lalu kembali mengangkat kepalanya dan kembali ke posisi semula sambil kembali tersenyum manis.


"Ohoho~ ternyata ini ulah Canon Lance ya?"


DEG!!!


Jantung semua orang yang berada di sana mendadak langsung berhenti sejenak, terutama Gio dan si preman itu. Kejutan yang benar-benar luar biasa karena Luhan telah melihat sesuatu ketika ia membungkukkan badannya kepada si preman itu, tato yang berada di punggung tangan sebelah kirinya ternyata sangatlah spesial.


"K-kakak?!"Lampu tiba-tiba menyala di gang yang sudah lumayan gelap itu, semua orang masih berada dalam keadaan syok dan menyisakan Luhan sendiri yang sedang memikirkan rencana untuk melarikan diri.


–––––––––––––

__ADS_1


Next>>


__ADS_2