LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 14-Masalah datang.....


__ADS_3

Luhan dan Gio tiba di sekolah lebih awal daripada siswa/siswi lainnya, hanya terlihat beberapa orang yang sedang berlalu lalang saja disekitar kantor dan lab sekolah. Hal ini membuat keadaan sekolah menjadi begitu sunyi dan suram seperti sebuah tempat yang terbengkalai, dikelas tempat mereka berdua sedang berada saat ini hanya terdapat beberapa orang saja. Gio sedang menyalin semua jawaban dari tugas fisika di buku pr Luhan, sedangkan Luhan sendiri tertidur sambil memakai headphone kesayangannya.


Pelajaran berlangsung seperti biasanya, tanpa disadari oleh semua orang bel pulang pun akhirnya berbunyi dan membuat semua orang yang berada di sekolah itu berhamburan keluar dari kelas. Gio mencoba untuk membangunkan Luhan yang masih saja tertidur disampingnya, setelah Luhan terbangun mereka berdua pun melangkah menuju ke area parkir sekolah.


"Luhan, haruskah kita berdua pergi makan dulu sebelum kembali ke rumah?? kebetulan sekali, ada sebuah restoran baru yang baru saja dibuka disekitar sini."Gio kembali mengemudikan mobilnya dan membawa Luhan pergi kearah yang berbeda dari arah mereka berdua datang tadi, Luhan hanya bisa tersenyum dan mengangguk pelan untuk mengiyakan ajakan Gio.


Setibanya mereka berdua di sebuah restoran yang disebutkan oleh Gio tadi, aroma masakan yang sepertinya sangatlah lezat menyambut mereka dengan hangat.


Gio melesat keluar dari mobil sambil beberapa kali menegak air liurnya dan mengusap-usap perutnya yang sedang kelaparan, karena tidak tahan akan godaan yang telah menghampirinya daritadi Gio menarik-narik lengan Luhan agar pria itu bisa berjalan lebih cepat untuk memasuki restoran itu.

__ADS_1


"Aduhh, mengapa kau berjalan dengan sangat lambat Luhan!? aku sudah kela-"


"Aduhh!!"


Disaat Gio menoleh ke belakang dan berbicara dengan Luhan, dirinya secara tidak sengaja telah menabrak seorang gadis hingga terjatuh.


Gadis itu menggerutu dan segera menatap tajam ke arah Gio, ia lalu berdiri dan hendak menampar wajah Gio yang sedang berdiri di hadapannya tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Pria mesum, cepat lepaskan tanganku ini!! lepaskan!!"Gadis itu memukul-mukul tangan Luhan dengan kuat, mata Gio terbelalak saat melihat tangan Luhan mulai memerah akibat pukulan-pukulan itu.

__ADS_1


"Hei, hei!! berhentilah memukulnya atau aku akan membunuhmu!!"Gio menangkap tangan gadis yang masih sedang memukul-mukul Luhan itu, lalu mendorongnya dengan kuat hingga gadis itu terjatuh lagi.


"Bukankah orang yang telah menabrakmu hingga terjatuh tadi adalah aku? marah dan pukullah diriku jika hal itu bisa membuatmu puas, tapi jangan lukai sahabatku."Nada bicara Gio mendadak berubah menjadi dingin, ia tidak suka jika melihat seseorang melukai sahabat baiknya mau wanita ataupun anak-anak dan orang dewasa, intinya Gio tidak akan memaafkan orang itu sedikitpun.


"Gio, aku baik-baik saja."Luhan menepuk pundak Gio dan melirik ke arah gadis yang sedang terduduk di tanah itu, menurut Luhan Gio tidak seharusnya membentak gadis itu tadi."Kau harus meminta maaf kepadanya dasar bodoh, cepat!!"Luhan memukul kepala Gio dengan keras dan membuat pria itu meringis kesakitan sambil mengosok-gosok kepalanya, tiba-tiba saja ada seseorang yang keluar dari dalam restoran itu sambil membawa sesuatu yang lumayan besar dan terlihat agak berat.


Barang yang ia bawa tadi lalu tiba-tiba terjatuh ketanah sesaat setelah ia melihat gadis yang berada dibawah kaki Luhan dan Gio, pria itu lalu mengertakan giginya dan merapatkan genggaman tangannya sambil membentak.


"Apa? apa yang telah kalian berdua lakukan kepada Sasha??"

__ADS_1


––––––––––––––


Next>>


__ADS_2