LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 11-Mari berteman~


__ADS_3

"Apakah kepalamu terbentur saat sedang menyelamatkanku tadi?? mengapa kau terus merendahkan dirimu sendiri seperti itu?? kau telah menyelamatkanku dan membawa kembali satu-satunya benda peninggalan milik ibuku......"Gio menunjukkan kalung yang sedang ia kenakan kepada Luhan, kalung itu adalah satu-satunya benda yang ditinggalkan oleh ibu Gio yang telah meninggal karena sakit keras. Kalung itu sangat berarti untuk Gio, oleh karenanya ia rela berkejar-kejaran dengan Kris seperti orang gila selama hampir satu jam ditengah jalan."Terimakasih banyak." Lanjut Gio.


Luhan tersenyum tipis dan merasa senang karena telah menolong seseorang yang sedang kesusahan, ia lalu melipat kedua tangannya dan berkata.


"Kau tidak perlu berterimakasih, aku memungut tasmu ditengah jalan saat sedang dalam perjalanan pulang tadi."


"Ehh, tapi tetap saja......"Gio mengelus-elus belakang kepalanya lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Luhan, ia tersenyum lebar dan memperlihatkan gigi


putihnya yang berbaris rapi di dalam mulut.

__ADS_1


"Mari kita berteman??"


Luhan segera menoleh ke arah Gio begitu mendengarkan ucapannya yang sangat tidak masuk akal, berbagai pertanyaan melintasi kepalanya di detik-detik itu juga. Luhan tak habis pikir mengapa seorang anak konglomerat kaya seperti Gio ingin berteman dengan dirinya yang begitu buruk dan miskin, lalu tak lama setelahnya Luhan menerima uluran tangan Gio sambil tersenyum dan berkata.


"Namaku Luhan, anak bodoh......."


Luhan tersenyum-senyum sendiri di dalam kamar mandi ketika mengingat pertemuan pertamanya dengan Gio tiga tahun yang lalu, Gio adalah orang kedua yang paling berharga di dalam hidupnya setelah paman King.


Beberapa jam kemudian Luhan akhirnya keluar dari apartemen dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dengan membawa sebuah apel merah untuk ia lahap nanti, setiap akan pergi menuju ke sekolah Luhan pasti akan membawa sebuah apel bersama dengannya. Sudah bertahun-tahun Luhan melakukan hal seperti itu, bisa dibilang ia sebuah kebiasaan.

__ADS_1


Setelah selesai mengunci apartemennya Luhan lalu menuruni sebuah tangga untuk turun kebawah dan keluar dari gedung bertingkat empat itu, tak lama kemudian Luhan tiba-tiba berhenti melangkah karena menyadari bahwa ada beberapa orang yang sedang membuntutinya diam-diam dari belakang.


"Siapa kalian!? mengapa kalian membuntutiku?!"Luhan menoleh ke belakang secepat kilat dengan keringat dingin yang perlahan-lahan turun dari kepalanya, ia tahu bahwa dirinya telah dibuntuti daritadi akan tetapi kenapa ia tidak merasakan adanya aura kehidupan sama sekali. Dengan kata lain Luhan menyatakan bahwa orang ataupun benda yang sedang bersembunyi di suatu tempat sambil mengamati dirinya itu bukanlah seorang manusia, Luhan berbalik arah dan berlari menjauhi tempat itu secepat mungkin, ia benar-benar tak habis pikir mengapa bisa ia melarikan diri seperti seorang pengecut seperti ini?? mengapa bisa dirinya ketakutan oleh sesuatu yang bahkan belum pernah ia lihat sama sekali?? sebenarnya, apa yang sedang terjadi??


Setelah Luhan sudah tidak terlihat lagi ditempat itu, tiga orang misterius yang menggunakan jubah hitam tiba-tiba saja muncul dan berbicara dengan pelan.


––––––––––––––


Next>>

__ADS_1


__ADS_2