LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 20-Aku terkurung disini?


__ADS_3

Kehidupan adalah anugerah termulia yang diberikan oleh yang maha kuasa kepada ciptaannya, kehidupan atau bisa juga disebut dengan nyawa tidak akan pernah datang dua kali. Manfaatkanlah waktu dan nyawamu sebaik mungkin karena siapa tahu sebuah mukjizat akan datang dan menghampirimu, karena keberadaan dewa dan iblis masih terasa di dunia yang fana ini.


"Ukhh...."Kedua mata Luhan perlahan-lahan terbuka, ia termenung sejenak sebelum akhirnya memegangi kepalanya yang terasa sakit. Luhan melihat ke arah sekeliling lalu tiba-tiba jantungnya berpacu dengan kencang karena mengingat sesuatu, benar. Luhan saat ini sedang berada di dunia kegelapan yang selalu ia jumpai didalam mimpinya, menurut skenario yang selalu ia jalani setiap malam, hal yang akan terjadi selanjutnya adalah dirinya akan ditahan oleh sebuah bayangan raksasa yang sangat menakutkan dan ditikam oleh seorang gadis menggunakan belati. Memikirkannya saja sudah membuat Luhan berkeringat dingin.


"B-bukankah seharusnya aku sudah mati sekarang!? Kenapa aku kembali ke sini?" Luhan segera bangkit dari posisi duduknya dan berlari tak tentu arah menuju ke kegelapan lain, nafasnya benar-benar sangat tidak beraturan, ia mengertakan giginya dan mengerang keras karena tidak terima akan dirinya yang selalu tersiksa.


"Aaargghhh, keluarkan aku dari tempat ini!!dimana jalan keluarnya?"Tidak lama setelah Luhan selesai membatin seberkas cahaya tiba-tiba muncul dari arah sampingnya, Luhan yang mengira cahaya yang tiba-tiba muncul itu adalah pintu untuk keluar dari dunia kegelapan tidak pernah berpikir dua kali mengenainya dan tanpa berbasa-basi lagi segera berlari ke arahnya.

__ADS_1


"Jalan keluar! satu-satunya jalan keluar untukku!!"Luhan berlari semakin kencang dan mulai mendekati seberkas cahaya itu. Makin mendekat, makin mendekat, dan makin mendekat, lalu kemudian dirinya tiba-tiba berhenti tepat sebelum pancaran cahaya itu menyentuh dirinya.


"I-itu.......B-bukankah itu dia?!"Pupil mata Luhan mengecil begitu ia mendapati sesosok gadis yang berada di pusat cahaya itu berasal, gadis itu sepertinya tidak menyadari kehadiran Luhan sama sekali dan sedang sibuk mengelap belatinya menggunakan sebuah kain berwarna putih.


Belati yang sedang ia bersihkan saat ini adalah belati yang biasanya tertancap di dada Luhan, dan gadis yang sedang menggenggam belati itu adalah gadis yang selalu menusuk Luhan. Wajar kalau Luhan merasa ketakutan tanpa bisa berkata apa-apa setiap melihat gadis itu, bayangkan saja. Jantungmu selalu ditusuk-tusuk menggunakan benda dingin yang sangat tajam, dan berbaring di genangan darah sendiri sembari menunggu kematian. Bukankah hal itu sangat menyakitkan?


Begitu kesadaran Luhan telah kembali, ia langsung melangkah mundur perlahan-lahan agar tidak menarik perhatian gadis itu dan membuatnya sadar. Tapi tak lama kemudian wajah Luhan seketika memucat dan ia diam mematung ditempat dengan tubuh yang bergetar hebat.

__ADS_1


Entah mengapa gadis yang berada di hadapan Luhan itu tiba-tiba berhenti mengelap belatinya, ia menyadari sesuatu dan terdiam sebentar sebelum akhirnya menoleh ke arah Luhan.


"Senang bertemu denganmu lagi, Tian.


aku benar-benar merindukanmu." Luhan terkejut setelah melihat setetes air yang bening seperti kristal turun dari sudut mata gadis itu, ia tersenyum hangat kepada Luhan dan membuat Luhan keheranan setengah mati.


"Sebenarnya siapa kamu??"

__ADS_1


–––––––––––––


Next>>


__ADS_2