
"Apa-apaan ini!! datang darimana mereka!?Gio mencoba untuk mencari jalan keluar lainnya dan bergegas untuk menuju ke pintu belakang, namun ternyata pintu belakang juga telah tertutup dan kini mereka berempat telah terkepung.
Segerombolan bayangan yang kini telah menghalangi jalan Luhan dan teman-temannya, tak lain dan tak bukan adalah anak buah dari kelima orang senior yang masih saja bertarung dengan sengitnya. Mereka semua diminta untuk berkerjasama demi menahan Luhan dan mendapatkan 'kunci'.
"Serang!!!"Teriak salah seorang yang berada di gerombolan bayangan.
"Gio, jika berada dalam keadaan yang terdesak aku mengijinkanmu untuk membunuh."Sehabis memberikan sarannya kepada Gio, Luhan melesat kearah gerombolan bayangan hitam yang sedang menuju ke arah mereka, pertarungan yang sangat tidak seimbang akan segera terjadi di belakang villa Gio.
Gio menyahuti saran Luhan dengan menganggukkan kepalanya sebelum ikut maju ke garis depan dan bertarung.
BRAAAKKK!!!
BRUKK!!!
BUKK, BUKK, BUKK!!!
__ADS_1
SLASHH!!!
"Gio, mereka semua membawa senjata berhati-hatilah."Teriak Luhan kepada Gio sambil menghindari sebuah ayunan pedang yang mengarah ke lehernya.
"Hei, hei!!! apakah kalian semua mendapatkan ijin untuk menggunakan barang-barang itu?!"Gio menendang dan memukul semua orang yang mendekat ke arahnya, ia ternyata lumayan kesal juga karena jumlah orang-orang yang sedang mereka hadapi bukannya malah berkurang melainkan bertambah. Selain itu, dirinya juga sudah merasa agak kelelahan dan telah terpisah sangat jauh dari Luhan.
"Hei, kau yang disana!!! kemari dan tolonglah kami, bukankah kita bertiga adalah sekutu??"Sia-sia saja jika Gio meminta pertolongan kepada Zhuxen, pria itu juga sedang sibuk sendiri karena menghindari serangan-serangan yang datang kepadanya. Ia ternyata juga sama kesalnya dengan Gio dan menyahut perkataannya sambil membentaknya.
"Ribut-ribut apa?! tidakkah kau melihat jika aku sedang menggendong seseorang disini?? kita sudah cukup beruntung karena mereka tidak bisa menggunakan tenaga dalam dan memakai ilmunya di dunia ini, jika tidak kita semua mungkin sudah lenyap daritadi."
"Apa??!"Gio yang tidak terlalu mendengar perkataan Zhuxen memiringkan kepalanya dengan wajah yang terheran-heran.
"Orang yang membocorkan informasi mengenai orang-orang dataran Sichex harus mati!!!"Salah seorang dari gerombolan bayangan hitam telah menemukan celah milik Zhuxen dan hendak membelahnya menjadi dua bagian, mata Zhuxen terpaku kepada pedang yang telah berada tidak jauh dari kepalanya. Ia sudah tidak bisa menghindar lagi dan hanya bisa berpasrah dengan keadaan.
TRAAANGG!!!
__ADS_1
"Jelaskan kepadaku mengenai arti dari perkataanmu tadi."Ternyata Luhan lah yang telah menghadang pedang yang hampir membunuh Zhuxen, Zhuxen menatap ke arah Luhan tak percaya karena ia rela menolong beban seperti dirinya. Luhan menendang orang yang sedang berada di hadapannya dan melirik ke arah Gio, disana ia melihat Gio sedang terdesak kemudian Luhan segera melesat kearahnya.
"Kita akan berbicara lagi setelah semua ini selesai, kau tunggulah disini."Ucap Luhan sambil melemparkan sebuah pedang kearah Zhuxen.
"Baik."
"Hoshh, hoshh, hoshh......."
"Ba-bagaimana ini!? aku sudah kelelahan tetapi jumlah mereka masih belum berkurang sama sekali?? apa yang telah terjadi?!"
"Mungkin, terdapat seorang alkemis di gerombolan orang-orang itu. Jika dugaanku benar, kita mungkin akan segera terbunuh dalam beberapa menit lagi."
"Alkemis!?"Tanya Luhan dan Gio serempak.
Beberapa menit setelah Luhan menolong Gio mereka kembali terkepung dengan stamina dan jumlah yang berat sebelah, masing-masing dari mereka setidaknya menderita 11 lebih luka sayatan di sekujur tubuhnya. Apakah yang harus mereka lakukan agar bisa selamat dari medan perang itu??
__ADS_1
––––––––––––––
Next>>