
"Menang atau kalah masih belum ditentukan, aku berharap kau bisa bertahan lebih dari 10 menit."Setelah Luhan berkata seperti itu ia lalu melangkah mundur, si pencuri juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua mempersiapkan kuda-kudanya baik untuk bertahan maupun menyerang, si pencuri mengacuhkan jari telunjuknya kearah Luhan kemudian berkata.
"Majulah......."
"Hm, aku mengijinkanmu untuk menyerangku terlebih dahulu."Sahut Luhan.
Sebenarnya alasan mengapa Luhan menyuruh si pencuri itu untuk menyerang duluan dikarenakan ia ingin mengobservasi kecepatan, kelincahan, dan kekuatan serangan milik si pencuri. Taktik ini diajarkan oleh King disaat mereka berdua sedang berduel beberapa tahun yang lalu, King berkata bahwa kelemahan dan kekuatan musuh bisa kita ketahui dengan jelas jika kita mengamati kecepatan, kelincahan, dan kekuatan serangan milik mereka. Jangan pernah menyerang musuh terlebih dahulu karena kita tidak akan pernah tahu seberapa besar kekuatan yang sedang mereka sembunyikan, akan tetapi jika kita bisa merasakan bahaya yang sangat mencekam datang dari musuh maka usahakanlah untuk menyerangnya terlebih dahulu dengan serangan terkuat.
__ADS_1
Karena jika musuh tidak tumbang di saat-saat itu juga maka dirimu akan segera berhadapan dengan seorang monster yang tengah memasuki mode berserk, kata-kata King terus terngiang-ngiang di dalam kepala Luhan setiap ia akan bertarung dengan seseorang, ajaran-ajaran dari King yang sudah dianggap sebagai orang tua kandungnya sendiri tidak pernah Luhan lupakan sedikitpun.
"Hehe, kuharap kau tidak akan menyesalinya ******** kecil??"Si pencuri kembali melesat dengan kecepatan penuh kearah Luhan, ia melayangkan sebuah tinju yang mengarah ke arah wajah Luhan dengan tangan kirinya.
Luhan tidak menghindari tinju yang hampir mengenai wajahnya sama sekali, ia malah memblokade perutnya dengan lengan kiri dan kanan sambil melayangkan sebuah tendangan ke arah si pencuri. Masing-masing dari mereka mendapatkan sebuah tendangan dan pukulan secara bersamaan, si pencuri melangkah mundur sambil memegangi lengan kanannya yang kesakitan akibat tendangan Luhan.
"Ckk!! ternyata dia menyadari muslihat yang sedang kugunakan tadi!? bocah ini....... Benar-benar bukan lawan yang mudah."Si pencuri membatin sambil menggerak-gerakkan lengan kanannya, sepertinya tendangan Luhan tadi benar-benar sangat kuat.
__ADS_1
kecepatan dan kelincahannya memang berada sedikit dibawahku, tapi kekuatan serangannya itu benar-benar lumayan mengerikan juga."Luhan mengelus-elus kedua lengannya yang terkena tinju si pencuri tadi, ia kemudian berkata."Kau ingin mengalihkan perhatianku pada serangan yang layangkan pada wajahku bukan?? aku telat menyadari muslihatmu sehingga aku mendapatkan sebuah pukulan yang cukup kuat, bagaimana dengan lengan kananmu??"
"Cihh, jika saja aku lebih cepat menarik kembali lenganku tadi mungkin sekarang hanya kau saja yang akan merasa kesakitan." Si pencuri kembali memasang kuda-kudanya dan kembali melayangkan beberapa tendangan dan tinjunya ke arah Luhan, Luhan hanya bisa menghindar karena ia menyadari bahwa kekuatan pukulan si pencuri itu bisa berakibat fatal jika mengenai tubuhnya.
Luhan menangkis, menghindar, dan terkadang membalas beberapa pukulan dari si pencuri, tak satupun dari mereka ada yang terluka meskipun telah bertukar serangan selama hampir tiga menit.
Lalu tak lama kemudian Luhan melihat sebuah celah ketika ia sedang menunduk untuk menghindari serangan si pencuri, Luhan meninju dagu pria itu sampai membuatnya mundur beberapa langkah. Tak ingin melewatkan kesempatan sedikitpun, Luhan kemudian mendaratkan pukulan-pukulan yang sangat cepat ke arah si pencuri. Si pencuri hanya bisa bertahan dan tanpa sadar telah menciptakan sebuah celah lagi dibagian kepalanya, Luhan tersenyum sinis lalu memegang erat kepala si pencuri dan menghantamkannya ke lutut kaki dengan kuat.
__ADS_1
––––––––––––––
Next>>