
Beberapa menit setelah Luhan, Gio, dan Zhuxen berjalan. Kelompok orang-orang berjubah hitam tiba-tiba saja menghentikan langkah mereka. Mereka sepertinya sedang berdiskusi bersama dan hanya meninggalkan dua orang saja untuk menjaga Luhan dan teman-temannya.
"Bagus, sekarang kita bisa mendiskusikan rencana kita!"Dengan posisi yang terduduk dan terikat, Gio perlahan-lahan mulai mendekat ke arah Luhan dan Zhuxen. Dua orang yang sedang mengawasi mereka tidak terlalu memperdulikan Gio sehingga rencana sudah bisa didiskusikan.
"Luhan, apakah kau mengingat taman bunga labirin puzzle ku?"
"Iya!"Luhan menganggukkan kepalanya sambil menjawab pertanyaan dari Gio.
"Labirin puzzle?? benda apa itu?"Baru saja tiba diawal diskusi, Zhuxen sudah menanyakan sebuah pertanyaan yang membuat Luhan dan Gio menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak ada waktu untuk menjelaskan apa itu labirin puzzle, saatnya untuk melanjutkan diskusi.
"Intinya kita akan masuk ke dalam labirin puzzle nanti, berputar-putar disana untuk mengecoh mereka lalu kembali lagi kesini."Usul Gio.
"Apa!? apakah kau yakin, Gio?? labirin puzzle milikmu seukuran 3× lapangan sepak bola, kita mungkin bisa masuk tapi mungkin kita tidak bisa keluar."
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku sudah menghafal rute labirin puzzle itu. Dijamin, kita pasti tidak akan tersesat."
"Sebenarnya, kalian berdua sedang membicarakan hal apa?? aku tidak mengerti sama sekali, labirin puzzle? lapangan sepak bola? benda-benda apakah itu??"Pertanyaan Zhuxen kali ini membuat Luhan dan Gio mendecakan lidahnya kesal, karena tidak ingin membuat kedua teman barunya marah Zhuxen akhirnya memilih untuk diam saja dan menyimak.
"Untuk memutari villaku, dari pintu belakang ke halaman depan membutuhkan waktu 20 menit jika berjalan kaki. Jika menerobos labirin puzzle maka akan menjadi 13 menit, kita sudah berada di pertengahan jalan dan berada dekat dengan labirin puzzle. Tiga menit lagi, rencana sudah bisa dimulai." Akhir dari rencana Gio dibalas dengan anggukan pelan dari Luhan dan Zhuxen, mereka telah selesai membahas rencana ini. Dan Gio kembali pada posisinya semula.
"Hei, gadis yang tadi itu belum mati kan?" Bisik Luhan pelan kearah Zhuxen.
"Aku mengerti, tetaplah bersama dengan kami begitu kita masuk ke dalam labirin puzzle. Cepat masuk maka akan cepat keluar, aku akan melindungimu."
"Ahh!?"Sejenak Zhuxen merasa terkejut, namun tak lama kemudian ia tersenyum kearah Luhan sambil menganggukkan kepalanya."Terimakasih."
Luhan menganggukkan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya ke keadaan di sekitar, Zhuxen larut kedalam lamunannya dan Gio yang sedang menggantuk berusaha untuk tidak tertidur.
__ADS_1
"Hmm, sifat asli dari 'kunci' benar-benar persis dengan yang tertulis di buku. Apakah kita benar-benar harus memanfaatkannya??"
Luhan, Gio, dan Zhuxen kembali melangkahkan kakinya setelah didorong-dorong oleh orang-orang berjubah hitam, mereka telah selesai berdiskusi dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Menderita luka-luka karena pertarungan, tidak beristirahat selama satu malam, dan berada dalam posisi yang terikat. Luhan, Gio, dan Zhuxen benar-benar menderita.
"Itu dia!!"Batin Gio girang ketika ia sudah mulai melihat sedikit bagian dari labirin puzzle."Rencana kita sudah harus dimulai, Luhan!!"Bisik Gio lumayan keras.
"Dimengerti, ambillah 2 dibelakang dan aku akan mengambil yang dikiri dan kanan."Luhan melirik ke arah empat orang yang berada di kedua sisinya, Zhuxen sudah mengambil sikap waspadanya daritadi begitu mendengar bisikan dari Gio.
"Ok!"
––––––––––––––
Next>>
__ADS_1