
Luhan yang melihat Gio melemparkan barang-barang berharganya keluar hanya bisa diam dan mematung, ia berpikir keras mengenai benda apa yang dicari-cari oleh Gio selama ini.
"Sebenarnya benda apa yang sedang dicari-cari oleh orang ini!? aku tidak melihat hal lain disana selain barang-barang yang telah dia lempar tadi......Ehh, tunggu!! mungkinkah?!"
"Ketemu!!"
Gio tiba-tiba berteriak dan membuat Luhan tersentak kaget, ia mengangkat benda yang baru saja ia temukan itu tinggi-tinggi kemudian mencium dan memakainya sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Ternyata benar dugaanku, dia mencari sedang mencari kalung itu."Luhan yang sedang melihat Gio tengah asyik-asyiknya bernostalgia dengan sebuah kalung tanpa mengubris kehadirannya sama sekali segera melenggang pergi tanpa berbicara sepatah katapun, sebenarnya saat ini dirinya sudah hampir kehilangan kesadaran karena terlalu lelah dan sedang terluka. Namun karena ia tidak ingin menyusahkan orang yang baru saja ditemuinya, ia segera pergi dan berharap agar tidak pingsan saat berada di tengah jalan nanti.
__ADS_1
Baru beberapa langkah Luhan berjalan meninggalkan Gio, ia lalu tiba-tiba tumbang kesamping sambil memejamkan matanya.
"Ehh??"Luhan kembali membuka matanya setelah merasakan bahwa seseorang sedang menahannya agar tidak terjatuh, orang itu tersenyum bahagia karena berhasil menolong Luhan tepat pada waktunya.
"Hei, apa kau baik-baik saja?? aku akan membawamu kerumah sakit, bertahanlah." Gio lalu menggendong Luhan tanpa meminta ijin terlebih dahulu dan segera berlari secepat yang ia bisa untuk menuju ke rumah sakit, Baru pertama kali Luhan bertemu dengan seseorang yang tidak menghina dan berprasangka buruk kepadanya, ia tersenyum dan benar-benar menghargai bantuan yang telah Gio berikan.
Saat Luhan terbangun setelah sebelumnya tertidur di punggung Gio ia mendapati bahwa dirinya sedang berada di salah satu kamar rumah sakit saat ini, disampingnya ia melihat Gio yang tengah tertidur sambil memegangi pergelangan tangannya, Luhan juga melihat seorang pria tampan yang berumur sekitar 25 tahun sedang tersenyum kearahnya.
"Waah, akhirnya kau bangun juga......Apa kau baik-baik saja?? apakah lenganmu masih terasa sakit?? kau telah tertidur selama hampir 5 jam tadi, bagaimana perasaanmu??" Gio memeriksa setiap sudut tubuh Luhan perlahan-lahan dengan seksama, sedangkan pria yang tadi telah tersenyum kepada Luhan mengangkat sebelah alisnya.
__ADS_1
"A-aku, aku baik-baik saja."Luhan menarik lengannya yang daritadi telah dipegang oleh Gio secepat kilat, ia menundukkan kepalanya sambil mencengkeram erat selimut yang sedang menutupi tubuhnya, Luhan lalu kembali mengangkat kepalanya dan bertanya kepada Gio.
"Tidakkah kau merasa jijik denganku?? mengapa kau membantuku??"Luhan menatap Gio dan orang yang berada dibelakangnya secara bergiliran, ia tahu bahwa ia tidak seharusnya mengajukan pertanyaan seperti itu disaat-saat seperti ini namun Luhan tidak bisa melenyapkan rasa penasarannya sama sekali kemudian memutuskan untuk bertanya saja.
Gio dan pria misterius itu sontak saling memandangi satu sama lain begitu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Luhan saat ia baru saja terbangun, Luhan yang menyadari ekspresi kaget mereka berdua hanya bisa tersenyum pahit dan kembali berkata.
"Sebenarnya kalian tidak perlu menolongku sama sekali, orang sepertiku ini hanya bisa menyusahkan kalian saja. Aku benar-benar minta ma..........!"
Luhan terkejut dan berhenti berbicara saat Gio memeluknya dengan erat secara tiba-tiba, Gio melepaskan pelukannya kemudian mengacak-acak rambut Luhan sambil tersenyum.
__ADS_1
––––––––––––––
Next>>