
"Ehh, semua suara yang tadi itu telah menghilang!!"Luhan merasa heran lalu tiba-tiba berhenti melangkah dan mencoba untuk mendengarkan secara seksama sekali lagi. Mereka berdua telah mengecek setiap ruangan yang mereka lewati, namun pada akhirnya tidak menemukan apa-apa sama sekali.
"Waaahhh!! Luhannn!!"
Luhan menjatuhkan tiang penyangga infus yang sedang ia genggam lalu berlari ke arah datangnya teriakan Gio yang begitu memekakkan telinga, begitu tiba di tempat, Luhan langsung disuguhi dengan pemandangan yang sangat tidak enak.
"A-a-apakah itu mayat?!"Gio dan Luhan mendekat ke arah Qing, tangan Luhan bergetar dengan hebat ketika ia mencoba untuk memeriksa nafas gadis itu.
Lalu tak lama kemudian Luhan mengelus-elus dadanya dan melirik ke arah Gio sambil berkata.
"Gadis ini masih hidup! Gio, cepat panggilkan ambulance!"
__ADS_1
"O-ohh, dimengerti."Gio beranjak dari posisinya dan melangkah keluar ruangan untuk membuat panggilan, Luhan bergerak cepat dan menahan luka tusuk yang berada di perut Qing menggunakan tangannya.
"Luka ini, terlihat seperti ditusuk dengan sebuah pisau namun lebih panjang."Selesai meneliti luka Qing, kini Luhan berusaha untuk melihat wajahnya. Gadis itu tidak berekspresi seperti orang yang sedang kesakitan, ia malah tersenyum tipis dan terlihat seperti seseorang yang sedang tertidur nyenyak.
Tanpa disadari oleh dirinya sendiri Luhan tiba-tiba tersenyum hangat dan mencoba untuk membelai kepala Qing, adegan itu terhentikan begitu saja saat Luhan mendengar derap langkah kaki seseorang yang sedang menuju ke arahnya.
"Lepaskan dia, kau ******** busuk!!"Zhuxen datang dan melesat dari arah pintu masuk kemudian mencoba untuk menyerang Luhan, Luhan menghindari serangan Zhuxen dengan cara bersalto ke belakang sambil memasang kuda-kuda untuk bertahan.
"Qing-qing! Qing-qing!! bertahanlah, aku akan segera membawamu keluar dari sini!!"
Luhan mempapah Qing lalu membawanya ke sudut ruangan agar tidak terkena dampak dari pertarungannya yang pasti tidak akan berakhir dengan begitu mudah.
__ADS_1
"Siapa kau?? selain memasuki tempat ini tanpa seizin dari pemiliknya kau juga mencoba untuk menculik seseorang?? katakan!! dimana Gio!?"Luhan membentak Zhuxen dan membuatnya tertegun selama beberapa detik, Zhuxen menyadari sesuatu bahwa pria yang sedang berada di hadapannya sekarang ternyata adalah si 'kunci'.
"Ku-kunci!! kau adalah kunci bukan?!"Zhuxen menunjuk ke arah Luhan dan lagi-lagi membuat Luhan merasa heran, dirinya telah dihadapkan dengan berbagai peristiwa yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Dipanggil kunci oleh seseorang benar-benar membuatnya merasa kesal.
"Biar kuberitahu kau sesuatu, aku bukanlah orang yang telah menyakiti gadis itu. Aku juga tahu jika kau telah melakukan sesuatu terhadap sahabatku, kembalikan dia maka aku juga akan mengembalikan gadis itu. Dilihat dari sisi manapun juga kau sepertinya bukanlah orang yang jahat."Ucap Luhan seadanya, Zhuxen mendengarkan tawaran Luhan dan menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia setuju. Luhan kembali mempapah Qing dan memberikannya kepada Zhuxen, Zhuxen memberikan Luhan sebuah botol kecil yang terbuat dari keramik sambil mengatakan.
"Obat penawar untuk racun temanmu, cepat berikanlah kepadanya agar kita semua bisa segera keluar dari sini. Orang-orang dari berbagai sekte sudah mulai bergerak!!"
"Hmm, apa??"
BOOMMM!!
__ADS_1
––––––––––––––
Next>>