
Sebenarnya ketika Luhan melihat gadis yang tengah berada di hadapannya itu menangis hatinya tiba-tiba terasa begitu sesak, ia benar-benar ikut merasa sedih dan memohon di dalam hati agar gadis itu berhenti menangis. Perasaan yang seperti ini, tidak dimengerti oleh semua orang kan??
Luhan yang melihat gadis itu hanya menundukkan kepalanya sesaat setelah ia bertanya memutuskan untuk bertanya lagi, bagaimanapun juga mereka hanya berdua saja di dunia kegelapan ini.
"H-hei permisi, aku sedang bertanya disini. Siapa kamu? mengapa kita berdua bisa berada di sini?? dan, mengapa kau selalu menik........!"Luhan berhenti berkata-kata karena melihat gadis yang sebelumnya berjarak agak jauh darinya tiba-tiba muncul di hadapannya kemudian memeluknya, ingin melawan namun Luhan saja tidak dapat bergerak.
"A-apa yang......."
"Tian, apa kau mengingat 32 kelopak bunga Artystrux yang kita lihat bersama saat itu?" Gadis itu berbicara dan tetap pada posisinya yang sedang memeluk Luhan, Luhan sendiri hanya bisa merenung dan mengingat-ingat sejak kapan mereka berdua pernah melihat sebuah bunga bersama-sama.
"T-tunggu sebentar!! ku-kupikir kita berdua tidak pernah bertemu sebelumnya, dan juga mungkin kau telah salah mengenali orang karena namaku adalah Lu-"Lagi-lagi Luhan merasa terkejut karena bibirnya telah bersentuhan dengan bibir sang gadis, Luhan tidak menyadari sama sekali bahwa semua bekas luka dan luka yang baru ia dapatkan tadi bisa tiba-tiba menghilang begitu mereka berhenti berciuman.
__ADS_1
Kini, wajah dan tubuh Luhan tidak lagi dipenuhi dengan bekas-bekas luka bakar. Ujung rambutnya juga tiba-tiba memanjang sampai ke pergelangan kakinya, mata kirinya berubah warna menjadi seperti emas dan mata kanannya berubah warna menjadi sebiru berlian. Penampilan Luhan yang seperti sekarang ini benar-benar sangat luar biasa menawan, Luhan yang baru telah turun ke dunia ini.
Transformasi dan regenerasi yang telah terjadi pada dirinya sendiri tidak ia sadari sampai sekarang, Luhan hanya menatap dalam-dalam si gadis yang tangannya masih sedang mengelus-elus wajah Luhan.
"Sesuai janji kita, kelopak bunga Artystrux...... Aku telah mencoba yang terbaik, maafkan aku yang telah dengan bodohnya mempercepat malapetaka bagimu. Tian, ketika saatnya telah tiba nanti aku akan menemukanmu." Gadis itu mendorong tubuh Luhan kebelakang dan tersenyum penuh arti dengan air matanya yang terus mengalir, Luhan mengulurkan tangannya kearah gadis itu karena merasa masih belum waktunya ia pergi dari sana. Ia berpikir bahwa ia pasti akan segera keluar dari dunia kegelapan karena merasakan sebuah tarikan yang teramat besar dari belakangnya, dan dugaan Luhan ternyata benar ia telah keluar dari tempat itu.
Di kedalaman air sungai tempat Luhan terjatuh sebelumnya seberkas cahaya tiba-tiba muncul dan menyelimuti sebuah tubuh yang hampir mencapai dasar sungai, cahaya itu lalu melesat naik keatas permukaan air dan membawa tubuh yang sedang ia selimuti ke tempat yang aman. Lalu cahaya itu meledak tepat diatas tubuh Luhan dan membuat gelombang berwarna kebiruan yang menyebar ke seluruh tempat itu.
"Woahhh, gelombang energi yang kuat sekali."
"Gawat! cepat laporkan masalah ini kepada tetua."
__ADS_1
"Hehehe~ akhirnya muncul juga sebuah petunjuk mengenaimu, sang 'kunci'."
"Cepat, mari kita menuju ke arah gelombang ini datang."
Ternyata terdapat beberapa orang misterius lainnya yang mencari-cari sesuatu yang disebut dengan 'kunci' itu, mereka bukanlah orang-orang yang berasal dari dunia ini seperti mata-mata yang pernah membuntuti Luhan.
"Hmph! kunci menuju ke pulau penyegelan empat dewa akhirnya kutemukan!!"
––––––––––––––
Next>>
__ADS_1