LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 23-Rencana yang dipersiapkan untukmu


__ADS_3

"Gio, ada sesuatu yang harus kusampaikan kepada Petra sekarang. Dimana dia? bisakah kau memanggilnya?"


Gio tersentak kaget karena Luhan tiba-tiba mengungkit soal Petra, mengapa Luhan harus


mengkhawatirkan keadaan orang lain sedangkan dirinya sendiri saja tidak dalam keadaan baik-baik saja. Hal ini benar-benar membuat Gio merasa bingung.


"Luhan, apakah kau tahu bahwa orang yang telah menembak dirimu adalah Erick? mayatnya telah ditemukan di dasar sungai sebelum dirimu, Petra sedang berada di rumah sakit untuk mengurus jenazahnya."


"Apa!? hei, hei, mengapa kau membiarkan Petra pergi ke rumah sakit?"Luhan beranjak dari tempat tidurnya dan hendak pergi ke rumah sakit untuk menyusul Petra, hal yang sedang terjadi saat ini adalah masalah yang berskala lumayan besar. Selain melibatkan senjata api dan dua pewaris grup CV, adik kandung Petra juga ikut menjadi korban.


"Berhenti Luhan!"Gio menangkap pergelangan tangan Luhan sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celana, Gio menunjukkan sebuah pesan yang baru saja ia terima dari Petra.

__ADS_1


Luhan membaca pesan itu dengan seksama lalu menghela nafas panjang dan menelan bulat-bulat tekadnya untuk pergi ke rumah sakit, ia kembali dan duduk di atas ranjangnya sambil menatap Gio.


"Bukankah kita seharusnya melakukan sesuatu? kau ingin membiarkan kakakmu lolos begitu saja?? Gio, katakanlah sesuatu!?"Bentak Luhan kesal.


"Hei, apa-apaan ini?! mengapa kau membentakku??"Mendengar bentakan Luhan, Gio segera menyumbat telinganya dengan kedua tangan. Ia sebenarnya tadi sedang melamun memikirkan sebuah rencana untuk menjebak Canon Lance, alhasil ia akhirnya dibentak oleh Luhan.


"Tentu saja kau harus dibentak agar bisa sadar, aku hanya ingin bertanya apakah kau akan membiarkan kakak palsumu itu atau tidak? aku tahu jika kau sangat menyayanginya, tapi dia telah mencoba untuk membunuhmu. Ingat itu."Luhan merasa ragu untuk mengatakan kalimat-kalimat yang terakhir tadi, ia sebenarnya tidak ingin mengadu domba kedua saudara ini dan membuat percikan kebencian. Hanya saja, Canon Lance benar-benar sudah kelewatan.


"Ya, tentu saja aku mengingatnya dengan jelas~"


"Aku tidak akan pernah memaafkannya, tidak akan~ dan mengenai rencana untuk menjebaknya.......Sudah kudapatkan~~"

__ADS_1


"Gio."


Disisi lain villa milik Gio terlihat dua orang misterius yang sedang berdebat ketat, salah satu diantaranya membuka tudung jubah yang sedang ia kenakan dan memperlihatkan wajah yang merupakan sebuah keindahan alami. Akan tetapi, kecantikannya menghilang seketika ketika dirinya disirami oleh air berwarna hitam pekat oleh orang misterius yang satunya.


"Waaahhh, apa yang kau siramkan pada wajahku?!"Gadis itu berlarian kesana kemari karena kepanikan, wajah seorang gadis itu sangatlah berharga, apa yang harus ia lakukan jika wajahnya ternyata rusak parah.


"Qing, reaksimu terlalu berlebihan!! jika kau terlalu banyak bergerak, obatku tidak akan bisa bekerja."Ternyata orang misterius yang telah melumuri wajah gadis yang berada di hadapannya juga merasa agak terkejut, ia benar-benar merasa kaget akan reaksi partnernya yang benar-benar sangat berlebihan.


"Jadi!? obat apa yang telah kau siramkan padaku?"Gadis yang disebut dengan nama Qing tadi tiba-tiba berhenti bergerak dan tidak berlarian kesana kemari lagi, ia menoleh ke arah belakang dengan tubuh yang bergetar hebat."Zhuxen, aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu yang salah pada wajahku. Percaya atau tidak, aku bisa membunuh seorang alkemis bintang 7 dengan mudah." Lanjutnya.


"Ehhh!!"

__ADS_1


––––––––––––––


Next>>


__ADS_2