LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 4-Masa lalu I


__ADS_3

Luhan diadopsi oleh salah satu penumpang minibus yang telah menabraknya, pria itu berumur sekitar 43 tahun dan hidup sebatang kara di rumahnya yang sangat kecil dan sempit. King membayar semua biaya perawatan dan pengobatan Luhan dengan uang tabungan yang telah disimpannya, beberapa minggu kemudian Luhan akhirnya diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit karena luka bakar yang berada di sekujur tubuhnya sudah mulai mengering. King membawa Luhan kembali ke rumahnya dan mereka berdua melewati hari-hari yang sangat indah bersama-sama, Luhan tidak pernah mengeluh ataupun merasa kesal karena hidup mereka yang serba kekurangan, ia juga sangat rajin membantu King dan merupakan anak yang cukup berprestasi di sekolah.


King merasa sangat bahagia dan mengganggap Luhan sebagai anak kandungnya sendiri, hal apapun yang membuat Luhan terluka dan merasa sedih ataupun marah akan segera dibereskan oleh King secepat kilat. Maklumlah, pada usianya yang dapat dikatakan sudah sangat tua itu, bisa mendapatkan seorang anak yang sangat baik dan selalu menghormati serta menjaganya merupakan hadiah terbesar yang diberikan oleh para dewa kepadanya.


King juga mengajarkan beberapa kemampuan bela diri kepada Luhan, agar kelak tidak akan ada seorangpun yang berani membully dirinya lagi. Setiap hari di sekolah dasar Luhan selalu dibully dan diejek oleh orang-orang karena bekas luka bakar yang memenuhi seluruh tubuh dan wajahnya, King tidak bisa berbuat apa-apa karena pada dasarnya orang-orang yang selalu menganggu dan membully Luhan hanyalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar.

__ADS_1


Setiap hari mereka berdua selalu menyempatkan diri untuk berlatih bela diri bersama dan terkadang berduel untuk menguji kemampuan mereka masing-masing, setiap saat dipenuhi dengan suara gelak tawa, saat-saat dimana Luhan bersama dengan King merupakan kenangan terindah yang selalu berbekas dan tidak akan pernah hilang dari hati Luhan.


Lima tahun telah berlalu semenjak King memutuskan untuk mengadopsi Luhan dan tinggal bersama, saat ia sedang bekerja sebagai seorang kuli bangunan seperti biasa terjadilah sebuah kecelakaan besar yang membuatnya harus meregang nyawa di detik-detik itu juga.


Penyesalan terakhir yang dimiliki oleh King sebelum akhirnya meninggal dunia disebabkan oleh janji yang telah ia langgar kepada Luhan, King telah berjanji bahwa ia akan memberikan sebuah kejutan untuk perayaan ulang tahun Luhan yang akan diadakan dalam beberapa hari kedepan. Ia juga belum mengambil amplop kelulusan yang akan diserahkan beberapa minggu lagi, air mata King mengalir deras bersama dengan darah segar yang mengucur keluar dari kepalanya.

__ADS_1


Dihari pemakaman King, hujan turun dengan derasnya dan membuat orang-orang yang sedang berkumpul di makam itu bubar untuk menghindari dinginnya air hujan.


Mereka semua meninggalkan seorang anak yang menggenakan sebuah setelan jas hitam sendirian, Luhan mengelus-elus batu nisan King sambil menundukkan kepalanya dan bergumam.


"Ak-aku tidak boleh menangis,tidak boleh menangis!! paman King tidak menyukai seorang anak yang cengeng dan gampang menangis"Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengusap air mata yang berada di sudut matanya berkali-kali, ia benar-benar tidak ingin menangis akan tetapi ia tidak mampu melakukannya.

__ADS_1


–––––––––––––––


Next>>


__ADS_2