
"A-APA!!!!!"
"Sepertinya kau telah mencuri dompet salah satu anak emas grup itu, direktur besar mereka juga bermarga Lance bukan??"Luhan memungut dompet yang dijatuhkan oleh si pencuri tadi, lalu melangkah menuju ke tas yang berada di belakangnya dan memeriksanya sekali lagi.
"A-apa yang sedang kau lakukan!? cepat letakkan kembali barang-barang itu, kita harus segera pergi dari sini!!"Si pencuri panik dan berteriak, keringat dingin mulai mengalir dari kepalanya, ia sudah tidak bisa merasakan rasa sakit yang berada di kepalanya lagi. rasa takut memang obat terbaik untuk menghilangkan rasa sakit ya??
"Tenanglah, ponselnya masih berada disini. Menurut perkiraanku pemilik tas ini pasti belum melapor ke kantor polisi sama sekali, dimana terakhir kali kau bertemu dengannya??"Tanya Luhan sambil mengeluarkan sebuah ponsel merek terbaru dari dalam tas itu.
"Entahlah, aku berhenti mendengar suaranya saat mulai memasuki area ini. Kurasa, bocah itu malah pergi ke area yang berbeda karena untuk masuk ke dalam kawasan ini terdapat dua jalan yang sama persis."Si pencuri memainkan dagunya kemudian menjelaskan tentang bagaimana dirinya bisa berakhir di tempat ini, saat berada di pertengahan cerita Luhan tiba-tiba memotong perkataan si pencuri sambil mengacungkan telapak tangannya.
"Tunggu!! maksudmu, kau mencuri tas ini dari seorang anak smp saat dia sedang sibuk menolong orang lain?! astaga, kau benar-benar rendahan."Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang, menurutnya tipe orang yang licik dan menggunakan kebaikan orang lain untuk berbuat suatu hal yang salah benar-benar sangatlah menjijikkan.
__ADS_1
"Hei, hei.......Aku juga perlu makan dan hidup, sudah bagus aku tidak mencuri dari ibu-ibu hamil dan orang tua renta, mengapa kau masih menghinaku??"Si pencuri melipat kedua tangannya dan memejamkan mata untuk menenangkan diri, setelah merasa dirinya sudah agak tenang ia kembali bertanya.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan barang-barang itu??"
"Tentu saja mengembalikannya, apakah kau ingin mati tanpa meninggalkan jejak sama sekali?? orang-orang suruhan dari grup CV tidak akan membiarkanmu begitu saja, jika kau masih sayang nyawa maka biarkanlah aku yang pergi mengembalikannya."Luhan memasukkan barang-barang yang ia keluarkan tadi kedalam tas itu, lalu memakainya kemudian tersenyum hangat dan hendak bersalaman dengan si pencuri.
"Aku masih belum mengetahui namamu sama sekali, bisakah kau memberitahuku??" Tanya Luhan.
"Kau brengsek, mengapa kau membully ku berkali-kali seperti ini?? mengapa kau membantuku??"
"Anggap saja ini adalah permintaan maaf karena telah menghajarmu, sesuai kesepakatan aku ingin mengajukan satu permintaan kepadamu."Luhan kembali tersenyum sambil menepuk pundak si pencuri dengan pelan, si pencuri lalu melihat kearah wajah Luhan lalu berkata.
__ADS_1
"Baiklah, apa permintaanmu??"Kali ini giliran si pencuri lah yang menepuk kedua pundak Luhan sambil tersenyum, Luhan membalas senyuman si pencuri lalu melenggang pergi sambil berteriak tanpa menoleh ke belakang sama sekali.
"Bertobatlah, jika lain kali kau ingin bermain-main lagi maka carilah aku. Namaku adalah Luhan, sampai jumpa......."Luhan melambai-lambaikan tangannya sebentar lalu berjalan memasuki kegelapan yang berada di hadapannya, si pencuri tersenyum tipis dan berteriak.
"Luhannnn, terimakasih atas bantuanmu......
namaku adalah Kris Nanda, jika kelak kita berjumpa lagi maka aku pasti akan mengalahkanmu."Setelah selesai berteriak Kris kemudian menghela nafas panjang sambil membatin."Permintaanmu itu akan kukabulkan teman, sampai jumpa."
––––––––––––––
Next>>
__ADS_1