
darah segar mengalir keluar dari hidung dan dahi si pencuri, Luhan lalu melepaskan cengkeraman tangannya dan membuat pria itu terbaring di jalanan yang dipenuhi dengan debu dan kotoran. Luhan melepaskan jaket yang sedang ia gunakan dan menyeka darah yang berada di seluruh wajah si pencuri, si pencuri itu tersenyum pahit lalu berkata.
"Kau menolongku setelah sebelumnya menghajarku sampai babak belur, sebenarnya apa maksudmu?!"
"Jangan konyol, aku tidak ingin berdiam di
dalam penjara hanya karena kasus pembunuhan......Lagipula, jika kau mati bagaimana kau bisa mengabulkan permintaanku?!"Luhan duduk disamping si pencuri yang masih sedang berbaring di jalanan, sebenarnya ia ingin meminta maaf karena telah berlebihan saat sedang bertarung tadi namun Luhan terlalu malu untuk mengatakannya.
"Sial, aku melupakan kesepakatan itu."Batin si pencuri."Jadi, apa yang kau inginkan dariku??" Lanjutnya.
"Aku, aku ingin meminta maaf kepadamu terlebih dahulu karena telah berlebihan pada pertarungan tadi. Ma-maafkan aku......."Luhan berdiri kemudian menundukkan kepalanya untuk menyatakan betapa merasa bersalahnya ia, si pencuri yang melihat Luhan meminta maaf kepadanya hanya bisa tersenyum hangat lalu menarik pergelangan tangan Luhan untuk ikut berbaring bersamanya.
__ADS_1
"Sudahlah, anggap saja aku terlalu sial karena telah bertemu dengan bocah sekuat dirimu hari ini. Andai saja aku tidak mencuri tas milik anak gila itu dan melarikan diri kesini, mungkin aku tidak akan babak belur seperti ini kan??"Si pencuri melirik ke arah Luhan kemudian ia duduk dan mengeluarkan sebuah tas kulit kecil berwarna hitam dari dalam jaketnya, Si pencuri memberikannya kepada Luhan dan Luhan menerimanya lalu memeriksa isi tas tersebut.
"Aku tidak mengambil apapun yang berada di dalam sana, pemilik tas itu mengejarku selama hampir satu jam."Si pencuri melipat kedua lengannya lalu menoleh ke arah kiri dan kanan untuk mencari orang yang ia maksud tadi, sedangkan Luhan nampaknya sedang terfokus pada sebuah dompet berwarna abu-abu yang berada di tangannya.
"Less, apa maksudnya??"Luhan bergumam lalu menyipitkan matanya untuk melihat beberapa tulisan kecil lainnya yang terukir di sudut dompet itu, si pencuri memerhatikan Luhan yang daritadi tengah sibuk sendiri, ia mendekat lalu bertanya kepada Luhan tentang apa yang sedang ia lakukan saat ini.
"Hei, ada apa denganmu?? mengapa kau diam saja daritadi sambil memperhatikan dompet itu??"Si pencuri lalu ikut-ikutan memperhatikan dompet yang sedang berada di genggaman tangan Luhan, Luhan menunjuk sebuah tulisan kecil yang sedang ia perhatikan daritadi.
si pencuri menerimanya kemudian memperhatikan dompet itu dengan seksama sambil memainkan dagunya.
"Kurasa huruf yang tertulis disini adalah Gioless Lance, apakah ini merek dompet terbaru??"Tanya si pencuri.
__ADS_1
"T-tunggu, mengapa aku merasa bahwa kata Lance itu terdengar agak akrab ya!?"Raut wajah Luhan tiba-tiba berubah menjadi serius, si pencuri menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal karena ia juga merasakan hal yang sama.
Lalu tak lama kemudian mereka berdua saling memandangi satu sama lain dengan mata terbelalak dan mulut yang terbuka lebar, si pencuri menjatuhkan dompet yang sedang ia genggam dan berbicara terbata-bata.
"H-hei, a-apakah kau juga me-memikirkan hal yang sama denganku!?"Si pencuri menelan ludah sambil menundukkan kepalanya dan memandangi dompet yang tengah tergeletak di jalanan itu, Luhan menepuk keningnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata.
"Grup CV........"
–––––––––––––
Next>>
__ADS_1