
Luhan sudah tiba di area yang dimaksud oleh Kris daritadi, ia berkeliling selama hampir satu jam untuk mencari keberadaan si pemilik tas yang sedang ia bawa itu.
Luhan menghela nafas panjang, mendengus kesal dan terkadang menendang-nendang kerikil kecil yang ia temui di jalan. Awalnya Luhan berencana untuk segera pulang dan memasak setelah selesai mengunjungi makam King, namun siapa sangka sekarang ia malah harus sibuk berkeliling mencari seseorang dengan perut yang kosong.
"Astaga, sebenarnya dimana pemilik dari tas ini bersembunyi!? aku sudah lelah berkeliling!!"Luhan membatin sambil mengosok-gosok kepalanya karena merasa marah, angin malam yang bertiup juga membuat Luhan semakin merasa kesal karena kedinginan, ia lupa untuk mengambil kembali jaket yang ia berikan kepada Kris.
Saat Luhan sedang tenggelam di dalam pemikirannya ia melihat seorang anak yang berseragam smp sedang mematung di tengah jalan, sebuah mobil sport mewah yang berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi dan terus membunyikan klakson untuk mengusir anak tersebut.
"Sial, mengapa orang itu tidak menghindar sama sekali?!"Luhan berlari kearah anak itu secepat yang ia bisa sambil membatin, disaat-saat terakhir Luhan berhasil menyelamatkan anak itu dengan cara mendorongnya bersama dengan dirinya sendiri. Lengan kanan Luhan terluka parah karena tergores oleh aspal dan menjadi alas untuk tubuh Gio, mobil yang hampir saja membunuh seseorang karena melaju terlalu kencang tidak bertanggung jawab sama sekali dan malah menghilang begitu saja.
Gio yang akhirnya sadar akan apa yang telah terjadi segera bangun dari posisi berbaring dan menggoyang-goyangkan tubuh Luhan untuk membangunkannya, Luhan membuka kedua matanya lalu meringis kesakitan.
"H-hei, apakah kau baik-baik saja!?"Gio membantu Luhan untuk duduk dan memperhatikan setiap sudut tubuhnya untuk memeriksa apakah ada yang terluka, matanya terbelalak saat melihat Luhan menutupi luka di lengan kanannya yang telah dipenuhi oleh darah.
__ADS_1
"A-astaga!! lenganmu......"
"Apakah kau Gioless Lance??"Tanya Luhan.
"I-iya, benar."Gio mengangguk-angguk kemudian mencoba untuk menyentuh lengan Luhan yang sedang terluka, Luhan memundurkan lengannya pertanda bahwa ia tidak ingin disentuh sama sekali. Luhan lalu menarik pergelangan tangan Gio dan membawanya ke tepi jalan, tak lama kemudian ia lalu menyodorkan tas hitam milik Gio yang sudah ia bawa daritadi dipunggungnya.
"Ini milikmu bukan??"
Sekali lagi mata Gio akhirnya terbelalak karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat, mulutnya terbuka lebar dan ia segera menerima tas itu lalu memeriksanya.
"Masa bodoh dengan ponsel itu, ada hal yang lebih penting bagiku didalam tas ini daripada nyawaku."Gio melemparkan barang-barang yang berada di dalam tas itu seenaknya, kunci motor, dompet, buku-buku, dan bahkan ponselnya sendiri.
Sebenarnya apa yang sedang ia cari??
__ADS_1
***
Author Note : pertama-tama saya ingin meminta maaf karena kurangnya keahlian saya dalam menulis dan membuat cerita ini,
gambar-gambarnya juga tidak ada sama sekali'-'
author gak bisa nemuin gambar yang cocok untuk novel LUHAN THE GREATER ini:3
jadi author minta maaf ya??
Dan untuk crazy updatenya author bakalan usahain dehβ’~β’
Diharapkan untuk meninggalkan jejak yaπ€£π€£
__ADS_1
βββββββββββββ
Next>>