
Luhan terengah-engah saat ia sudah keluar dari kawasan apartemen tempat tinggalnya, sungguh dirinya merasa sangat lelah karena telah berlari dengan cepat untuk menghindari benda-benda yang telah membuntutinya. Ia tidak menyadari bahwa sosok-sosok misterius yang baru saja menampakkan diri setelah Luhan berlari tadi ternyata adalah seorang penghuni dari dunia lain yang berkaitan sangat erat dengan dirinya, Luhan berpikir keras dan mencoba untuk menebak-nebak mengenai hal yang telah terjadi tadi.
Mengapa dirinya bisa sampai diawasi oleh seseorang?? apakah Luhan mengenal mereka?? apakah mereka berniat untuk mencelakai dirinya??
Luhan tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara klakson mobil yang berada di hadapannya, kaca mobil itu perlahan-lahan mulai menurun dan memperlihatkan sosok pria tampan yang berkacamata hitam dan berseragam sekolah. Pria itu tersenyum lebar ketika melihat Luhan, mata mereka berdua bertemu dan akhirnya memperlihatkan sebuah adegan yang lumayan aneh.
Gio melepaskan kacamata hitamnya dan keluar dari mobil sambil mengaktifkan mode otonom, perlu diketahui bahwa mobil yang sedang Gio gunakan saat ini bermerek Lamborghini Veneno yang memiliki dua tampilan berbeda dan harga yang setinggi langit. Gio sengaja menggunakan mobil terbaiknya untuk menjemput Luhan, selain sebagai sebuah penghormatan Gio juga ingin membuat Luhan merasa agak terkesan dan memuji dirinya.
"Hehe, bagaimana menurutmu?"Gio berpose keren sambil bersandar di mobilnya dan tersenyum licik, Luhan hanya menanggapi pertanyaan Gio dengan menaikkan sebelah alisnya dan berkacak pinggang.
"Hei, apa Petra tahu bahwa kau sedang menggunakan mobil ini?"
__ADS_1
Luhan masuk kedalam mobil dan disusul oleh Gio yang sedang membayangkan bagaimana ekspresi Petra ketika mengetahui bahwa dirinya membawa mobil itu secara diam-diam, Petra adalah pelayan pribadi yang telah merawat Gio semenjak ibunya tiada. Mereka berdua telah bersama-sama selama hampir 14 tahun lamanya, dan Petra telah melarang Gio untuk membawa mobil Lamborghini itu kecuali untuk menghadiri acara-acara formal atau berkunjung ke villa milik ayahnya.
"Haha, kurasa dia sudah menyadarinya sekarang. Luhan, kau tidak lupa untuk membawa buku pr fisikanya kan?? mengapa kau berlari seperti orang yang sedang dikejar-kejar oleh hantu tadi??"
Gio mulai menyetir mobilnya untuk berangkat menuju ke sekolah mereka, untuk menghabiskan waktu saat sedang berada di perjalanan Gio mengajak Luhan untuk berbicara.
"Tenang saja, aku tidak akan melupakan buku itu. Sekarang kau mengemudilah dengan benar, aku akan tidur sebentar."Sahut Luhan.
"Luhan, haruskah aku mengantarmu pergi untuk menemui psikiater? kita bisa meminta mereka untuk menghapus mimpi burukmu itu, bagaimana??"Sebenarnya Gio tidak ingin menyarankan Luhan untuk menemui psikiater karena membuat dirinya terkesan seperti seseorang yang memiliki sakit mental, akan tetapi daripada Luhan terus tersiksa seperti ini Gio lebih memilih untuk bertanya dan menanggung resikonya.
"Psikiater?? untuk apa? aku baik-baik saja Gio, kau tidak perlu mengkhawatirkan keadaanku."Luhan menepuk pundak Gio dan berusaha untuk menenangkan kekhawatirannya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku tidak khawatir padamu!? kau adalah sahabatku, mau senang ataupun sedih, mau sakit ataupun tidak, hidup dan mati kita akan selalu bersama-sama."Gio mengatakan hal itu dengan ekspresi wajah yang sangat serius, hal itu membuat Luhan ingin tertawa karena sepertinya ia tidak asing dengan kata-kata itu.
"Puftt!! apakah kau sedang membacakan sumpah pernikahan, hahaha.....Itu terdengar konyol sekali."Luhan berusaha keras untuk tidak tertawa terbahak-bahak dengan menutup mulutnya menggunakan sebelah tangannya, wajah Gio memerah setelah dirinya mendengar perkataan dari Luhan.
"B-bukan, bukan itu maksudku."Gio gelagapan dan mencoba untuk menjelaskan arti sebenarnya perkataan yang baru saja ia ucapkan.
"Baiklah, baiklah, aku mengerti."
"Tapi, maksudku bukan seperti itu."Gio tidak mampu mengatakan hal yang ingin ia katakan, dan pada akhirnya Gio menyerah dan memilih fokus untuk berkendara.
––––––––––––––
__ADS_1
Next>>