LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 28-Penyusup [4]


__ADS_3

"Ledakan!!!"Luhan tersentak kaget ketika mendengar suara ledakan yang datang dari teras villa Gio, Zhuxen mendecakan lidahnya lalu segera menyenggol Luhan dengan keras.


"Apa yang sedang kau renungkan?? Cepat berikan obat itu kepada temanmu jika tidak ingin mati terkubur reruntuhan rumah besar ini!! mereka sudah mulai bergerak, inilah alasan mengapa aku cepat-cepat menyetujui tawaranmu tadi."


"Tunggu dulu!! sebenarnya, apa maksudmu!?"


BOOMMM!!!


"Ledakan lagi?!"Luhan bergegas keluar dan menuju ke arah Gio yang tengah terkulai lemas dilantai, ia memasukkan isi dari botol keramik yang diberikan oleh Zhuxen tadi kedalam mulut Gio dan pria itu perlahan-lahan mulai membuka matanya.


"Hei, dimana aku??"


"Cepat pergi dari sini!! hal yang buruk akan segera terjadi!!"Lagi-lagi Zhuxen


menyela dan berteriak ke arah Luhan, setelah kalimat itu selesai ia ucapkan sebuah benda yang berukuran seperti manusia. Tidak, dia memang manusia. Menghantam tembok villa Gio dan membuat sebuah lubang besar.

__ADS_1


"Aaaaaahhh!!! cepat selamatkan orang." Gio histeris begitu melihat seorang pria yang berumur sekitar 45 tahun terkubur di antara tumpukan batu bata, baru saja Gio ingin mendekatinya dan menolongnya. Namun tiba-tiba, pria tua berotot itu malah bangun sendiri kemudian berkata.


"Ahh, apakah pemukiman-pemukiman yang berada di sini semuanya terbuat dari pasir?? halus sekali."Setelah mengatakan hal itu si pria tua kembali melompat ke arah ia datang sebelumnya, debu-debu yang berterbangan meniup dan menutupi Luhan, Gio, serta Zhuxen.


"Wow!! apakah mereka sedang syuting film action sekarang?? keren sekali."Gio mengacungkan jempolnya untuk menilai peristiwa yang telah ia lihat barusan, Luhan menatap Zhuxen dengan tatapan yang serius dan membuat pria itu merasa gugup.


"A-a-apa!? kenapa kau menatapku seperti itu??"


"Mereka dan kau, sebenarnya siapa??"


"Ehh!?"


"Hmm, tidak ada waktu untuk menjelaskan. Yang perlu kau ketahui hanyalah, mereka datang untuk mencarimu."Zhuxen membalikkan badannya kemudian berlari untuk mencari pintu keluar, Gio menatap Luhan lalu menepuk pundaknya dan mengajaknya untuk pergi juga.


"Ayo kita pergi, nyawa lebih penting. Benar atau tidaknya kata-kata orang itu kita dapat memastikannya nanti."Ucap Gio pelan.

__ADS_1


"Baik, aku mengerti."Mereka berdua membalikkan badannya dan melarikan diri bersama, wajah Luhan tampak benar-benar pucat setiap ia memikirkan kata-kata Zhuxen.


"Mereka datang untukku?!"


Di halaman villa milik Gio telah terjadi pertempuran yang membuat sebagian besar tempat itu rata dengan tanah, pepohonan telah tumbang tak tersisa. Lima orang yang kelihatannya adalah dalang dari semua ini sedang tertawa bersama tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


"Hahahaha, sudah lama aku tidak bermain sampai seserius ini. Sungguh menyenangkan."Ucap salah seorang pria yang berperawakan besar dan membawa dua buah kapak di genggaman tangannya.


"Haha, apa hanya aku saja yang belum bertindak serius saat ini?? Tetua Zi, anda benar-benar sudah lapuk."Sahut seorang pria yang tampak sangat anggun dan membawa sebuah kipas lipat.


"Lagi!!!"Teriakan itu memacu pertempuran yang sebelumnya telah terjeda, entah bagaimana bisa kelima orang itu bertarung menggunakan kekuatan fisik dan masih mampu untuk berdiri setelah menghantam berbagai benda.


Zhuxen, Luhan, dan Gio mengendap-endap keluar dari pintu belakang, awalnya perjalanan mereka berempat berlangsung dengan sangat mulus. Namun tiba-tiba, segerombolan bayangan hitam datang dan mencegah jalan mereka.


"Celaka!!"Umpat Zhuxen terang-terangan.

__ADS_1


–––––––––––––


Next>>


__ADS_2