LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 5-Masa lalu ll


__ADS_3

"Hiks, sebenarnya kenapa?? bukankah kau telah berjanji untuk menemaniku berulang tahun paman King?? mengapa kau meninggalkanku sekarang??"Air dari hujan deras yang telah mengguyur tempat pemakaman itu mengalir turun dari wajah Luhan bersama dengan air matanya, tidak ada seorangpun yang tahu maupun menyadari bahwa sebenarnya anak itu sedang menangis terisak-isak dalam diam.


Beberapa bulan setelahnya Luhan dipertemukan dengan Gio melalui kejadian yang bisa dikatakan sangatlah heroik, malam itu Luhan baru saja kembali dari pemakaman tempat King dikuburkan. Luhan mendengar suara seseorang sedang berteriak saat sedang menunggu di sebuah halte bis, ia melihat seseorang yang berpakaian serba hitam sedang berlari kearahnya sambil menoleh ke belakang.


Akibat kecerobohannya sendiri orang itu akhirnya terpaksa harus terjatuh dan menciumi aspal jalan karena Luhan menyandung kakinya, dengan tingkah laku dan gaya berpakaiannya yang sangat aneh Luhan menebak-nebak bahwa orang yang tengah berada di hadapannya itu adalah seorang pencuri.


"Paman, berikanlah semua barang-barang yang telah kau curi kepadaku.......Jika kau melakukannya maka aku tidak akan melapor ke kantor polisi."Luhan menyodorkan tangan kanannya untuk mengambil barang-barang yang telah ia minta tadi, sedangkan si pencuri sedang mematung entah apa yang tengah dipikirannya sekarang.


"T-tunggu, tunggu dulu. B-barusan kau memanggilku apa??"Si pencuri melangkah mundur sambil menunjuk Luhan dengan tubuh yang sedang bergemetar hebat, Luhan memiringkan kepalanya lalu segera menjawab dengan singkat.

__ADS_1


"Paman......."


"******** kecil........Aku baru saja berumur 19 tahun, bagaimana bisa kau memanggilku dengan sebutan paman?!"Si pencuri berteriak sambil melepaskan maskernya yang berwarna hitam dan menghempaskannya ke tanah, ekspresi marah dan kesal terpampang dengan jelas diwajahnya membuat Luhan menjadi sedikit merasa bersalah.


"E-ehh, ma-maafkan aku......Ha-hanya saja, kau benar-benar terlihat seperti seorang pria tua."Luhan memalingkan wajahnya yang sedang memerah karena merasa malu akan tebakannya sendiri, ia tahu bahwa ia telah menyayat hati si pencuri secara tidak langsung. Benar, inilah yang dinamakan dengan sakit namun tak berdarah_


"Kau, aku benar-benar sangat ingin meremukkanmu saat ini juga."Si pencuri mengepalkan tangan kanannya erat-erat di hadapan Luhan, ia lalu menghela nafas panjang dan kembali berbicara."Bocah buruk rupa, aku benar-benar sangat mengagumi keberanianmu karena telah menyandung dan menghadang diriku. Asal kau tahu saja, kau adalah orang pertama yang berhasil membuatku merasa malu."


Luhan menghindari sebuah tinju yang dilayangkan oleh si pencuri yang saat ini sedang merasa sangat marah, Luhan melangkah mundur lalu berkata.

__ADS_1


"Sepertinya kau sudah tidak bisa menahan amarahmu lebih lama lagi, bagaimana kalau begini saja........Mari kita buat sebuah kesepakatan??"Luhan menjentikkan jarinya dan melangkah mendekat ke arah si pencuri dengan santai, ia tersenyum saat melihat ekspresi kaget si pencuri yang sepertinya sedang mencoba untuk mencerna perkataan Luhan.


"Apa!? sebuah kesepakatan??"


"Benar, kita berdua akan bertarung........Dan orang yang kalah harus menuruti kata-kata orang yang telah menjadi pemenang bagaimana??"Luhan menaikkan sebelah alisnya dan menunggu jawaban dari si pencuri, ia menyadari bahwa kemampuan orang yang tengah dihadapinya saat ini bisa menjadi seorang rekan latihan yang lumayan bagus.


Si pencuri tersenyum sinis kemudian berkata.


"Hmph, baiklah........Aku akan menemanimu untuk bermain, bersiap-siaplah untuk dihajar sampai babak belur."

__ADS_1


––––––––––––––


Next>>


__ADS_2