LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 16-Pertarungan dimulai!!


__ADS_3

"RINGGG,RINGGGGG,RINGGGGG!!'


"Apa!!"Gio merasa seperti dirinya baru saja tersambar petir bertegangan tinggi, jantungnya berdetak kencang tak karuan ketika mendengar nada dering ponselnya sendiri. Para preman yang juga ikut mendengar bunyi tadi segera menoleh ke arah datangnya suara, mereka mendapati Gio yang sedang sibuk membuka pola di ponselnya untuk mematikan nada dering yang sangat mengganggu itu.


"Wahahaha, jadi ternyata anak itu berada di sini?"Salah seorang dari preman-preman yang telah mengerumuni Gio itu tertawa terbahak-bahak, ia merasa bahwa dirinya sangatlah konyol karena tidak menyadari kalau Gio ternyata berada dekat dengan mereka selama ini.


Gio mengertakan giginya dan mencari cara agar ia bisa lolos dari kepungan para preman itu dan menyusul Luhan, salah seorang preman yang berperawakan agak kurus dan memiliki kulit yang berwarna putih memberikan saran kepada Gio untuk menyerahkan diri saja daripada harus berkelahi dengan mereka.


"Hmm, dipukuli disini dan dibawa kesana. Sebenarnya apa bedanya coba?! ujung-ujungnya kalian semua pasti akan menghajarku kan?"Gio mendecakan lidahnya dan terus mengumpat-umpat Petra didalam hatinya, ternyata alasan mengapa ponsel Gio bisa tiba-tiba berbunyi tadi itu dikarenakan Petra yang terus-menerus menghubungi dirinya.


"Ckk!! Petra sialan, aku akan segera mati disini gara-gara dirimu!! jika aku berhasil selamat nanti maka aku akan mengurangi gajimu."

__ADS_1


"Ohoho~ kalau begitu artinya, kau menolak kan?"


"Benar."Gio menghela nafas panjang kemudian menatap dingin kearah semua preman yang berada disana, ia lalu membuang ponselnya ketanah dan bersiap-siap untuk perkelahian yang akan datang.


Si preman yang daritadi telah berbicara dengan Gio juga ikut menghela nafas panjang, ia lalu melangkah mundur


kebelakang dan memberi aba-aba kepadapara preman lainnya untuk menyerang.


Luhan menepuk sebelah pundak preman itu dan membuatnya secara refleks menoleh ke belakang, matanya terbelalak ketika melihat sebuah tinju yang sedang melayang ke arahnya.


Preman itu terlempar ke tanah setelah menerima pukulan telak dari Luhan, ia lalu pingsan ditempat dan Luhan menginjak tubuhnya untuk memastikan sesuatu.

__ADS_1


Tak lama kemudian Luhan lalu mendengar suara erangan seseorang, ia berlari menuju ke medan pertempuran Gio yang jaraknya lumayan agak jauh dari preman tadi. Disana Luhan melihat Gio tengah terbaring ditanah sambil melindungi kepalanya dari tendangan-tendangan yang datang, Luhan bergerak cepat lalu memukul mundur dua orang preman yang bahkan tidak menyadari kehadirannya sama sekali.


Tiga orang rekan para preman yang lainnya tentu saja merasa terkejut karena mendapatkan serangan mendadak dari arah belakang mereka, Gio tersenyum sejenak setelah melihat dalang dari keterkejutan para preman yang kini telah berhenti untuk menendangnya.


"Dasar kulkas dingin berjalan, lama sekali kau sampainya."Gio menggerutu dengan pelan atas keterlambatan Luhan dalam menolong dirinya yang sedang dihajar, Gio sebenarnya sudah menyadari kehadiran Luhan daritadi. Hanya saja, ia berpikir pasti akan lebih baik jika memberikan beberapa kejutan untuk para preman dengan kemunculan Luhan yang secara tiba-tiba.


Luhan menatap sinis kearah preman-preman yang telah menghajar sahabatnya, dengan penuh amarah Luhan lalu berkata.


"Cari mati??"


–––––––––––––

__ADS_1


Next>>


__ADS_2