LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 30-Kau sebut itu sebuah rencana?


__ADS_3

"Yang benar saja, kalian bahkan tidak tahu apapun mengenai profesi alkemis!?"Sahut Zhuxen sambil menyandarkan Qing ke tembok.


"Bagaimana kami bisa tahu!? kau bahkan belum menjelaskannya sama sekali!!"Umpat Gio sambil menendang orang yang berada di belakang Luhan.


"Alkemis bisa juga disebut dengan guru peracik, mereka membuat berbagai pil dan obat mujarab dengan tingkatan serta manfaat yang berbeda-beda. Bahkan dengan kemampuan persepsi jiwaku yang melebihi rata-rata, aku masih tidak bisa menemukan guru peracik yang berada di pihak musuh!!"Zhuxen berbicara sambil bertarung, dan Gio serta Luhan mendengarkannya dengan seksama. Gio meringis kesakitan ketika terkena sayatan dibagian lengannya lagi, Zhuxen juga mengalami hal yang sama namun reaksinya tidak sebesar milik Gio.


TRAAANGG!!!


"Tidak, kita tidak bisa terus berada di situasi yang tidak menguntungkan ini!! apakah kalian memiliki cara lain?!"Luhan melirik ke arah Zhuxen dan Gio, ia benar-benar berharap jika salah satu dari mereka memiliki sebuah rencana untuk melarikan diri.


Zhuxen menggeleng-gelengkan kepalanya kearah Luhan lalu kembali menyerang seseorang yang berada di hadapannya, sebuah senyum perlahan-lahan merekah di wajah Gio. Terbesit sebuah rencana untuk melarikan diri didalam benaknya, ia memanggil Luhan kemudian memberikan sebuah isyarat agar pria itu bisa bisa mengerti.


"Luhannn!!"Teriak Gio sambil mengedipkan sebelah matanya, Luhan menganggukkan kepalanya begitu melihat isyarat dari Gio. Ia segera melesat kearah Zhuxen lalu bersandar pada tubuhnya sambil membisikkan sesuatu.


"Rencana akan segera dimulai, ikuti alurnya dan jangan melawan!!"

__ADS_1


"Baik."Balas Zhuxen begitu ia mendengar bisikan Luhan.


Gio melirik kearah Luhan dan Zhuxen yang sedang bersama-sama, ia lalu menarik nafas dalam-dalam kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas sambil berteriak.


"Kami menyerah, kami telah menyerah!!"


"Apa!!?"Batin Luhan dan Zhuxen serempak.


Gio membuang pedang yang sedang ia gunakan ke lantai dan melangkah menuju ke arah Luhan, semua orang yang berada di sana kecuali Gio membelalakkan matanya. Orang-orang yang menggunakan jubah hitam atau orang-orang yang telah menyerang serta mengepung Luhan dan teman-temannya terkejut sekaligus heran, sedangkan Luhan dan Zhuxen yang telah sepakat untuk mengikuti alur rencana Gio hanya bisa berkata-kata didalam hati.


"Aduh, jika kami menyerah dan aku dibawa pergi lalu apa yang akan terjadi kepada Qing??"Zhuxen melirik ke arah Qing kemudian mengertakan giginya."Bagaimana ini?? bagaimana caranya agar Qing tidak ikut dibawa juga??"


"Semuanya, ikat mereka!!"Aba-aba dari salah seorang berjubah hitam."Baik."Sahut semuanya serempak.


Luhan, Gio, dan Zhuxen telah diikat dan kini mereka bertiga hendak dibawa oleh orang-orang itu. Salah seorang dari mereka mendekat dan memeriksa tubuh Qing, Zhuxen mengertakan giginya dan berkeringat dingin karena takut sebuah rahasia akan terbongkar.

__ADS_1


"Mari kita pergi."Ucap orang yang telah memeriksa Qing tadi, Zhuxen menghela nafas lega begitu mereka sudah mulai melangkah pergi tanpa membawa Qing.


"Syukurlah~"


"Hei, apakah kalian baik-baik saja??" Bisik Gio kepada Luhan dan Zhuxen.


"Menurutmu!?"Tanya Luhan balik.


"Permisi, kau memiliki rencana lain agar kita bisa melarikan diri bukan?? jadi, apa rencanamu??"Zhuxen menyenggol Gio dan Gio tersenyum menjawab pertanyaan dari Zhuxen, ia benar-benar telah memiliki rencana untuk melarikan diri. Hanya saja, ia tidak dapat memberitahukannya sekarang.


"Apapun itu, intinya kita harus segera meloloskan diri."


–––––––––––––


Next>>

__ADS_1


__ADS_2