LUHAN THE GREATER

LUHAN THE GREATER
Eps 3-Kekonyolan Gio


__ADS_3

"B-boleh apa!? Gio,aku peringatkan dirimu...... Jangan macam-macam denganku, mengerti?? apa kau sudah lupa dengan pelajaran yang kuberikan padamu beberapa minggu yang lalu??"Luhan membentak Gio dari ponselnya karena telah membayangkan beberapa adegan yang sangat tidak enak untuk dipandang, alasan mengapa Luhan bisa tiba-tiba berpikir sampai sejauh itu disebabkan oleh hal yang telah terjadi dua minggu yang lalu.


Saat itu teman-teman sekelas Luhan dan tentunya juga Gio sedang bermain true or dare tanpa sepengetahuan dirinya, Gio menerima tantangan untuk mencium kedua pipi Luhan pada saat permainan baru saja dimulai.


Selain mencium kedua pipi Luhan, Gio juga berkata-kata manis dan bertingkah seperti seorang gadis sma yang baru saja menemukan cinta pertamanya. Balasan atas aksi-aksi yang telah Gio lakukan membuatnya harus berdiam di rumah sakit selama hampir seminggu karena luka memar, tidak ada seorangpun yang menjamin bahwa Gio tidak akan melakukan hal seperti itu lagi kepada dirinya. Oleh karenanya, semenjak saat itu Luhan selalu berwaspada dan ekstra berhati-hati kepada setiap tingkah laku dan perkataan Gio.


"Hushhh, apa yang sedang kau pikirkan saat ini?! aku hanya ingin bertanya apakah kau sudah menyelesaikan tugas fisika yang diberikan oleh pak Leonard atau belum??"


"Astaga, Gio dasar kau sialan. Kau benar-benar mengagetkanku."Luhan membatin sambil mengelus-elus dadanya yang menandakan bahwa ia merasa sangat lega."Ehemm, te-tentu saja aku telah menyelesaikan semua tugasnya. Jika kau ingin mencontek maka tunggulah sampai aku tiba di kelas nanti, mengerti??"Lanjutnya.


"A-apa!! benarkah?!"

__ADS_1


"Tentu saja, apakah kau pernah melihatku berbohong kepada orang lain!? aku akan segera mandi dan sarapan, jadi aku aka-"


Belum selesai Luhan berbicara Gio kini telah menghujaninya dengan berbagai kalimat yang sangat membingungkan dan memusingkan kepala, ia mungkin tidak menyadari bahwa dirinya telah memotong perkataan Luhan karena merasa sangat senang.


"Hore!! kalau begitu aku akan segera menjemputmu ya?? aku tidak bisa menunggu di dalam kelas sendirian, dan juga jangan sampai lupa untuk membawa buku tugasnya ya!? aku akan segera tiba di apartemenmu dalam 20 menit lagi, sampai jumpa....."Setelah selesai berbicara Gio segera mematikan panggilannya, meninggalkan Luhan yang masih berusaha untuk mencerna kata-kata terakhir yang Gio ucapkan.


"A-apakah Gio mengatakan bahwa ia akan tiba dalam 20 menit lagi?! benar-benar, sejak kapan anak itu berani berbuat seenaknya kepadaku!?"Luhan meletakkan ponselnya di atas kulkas dan melenggang pergi menuju ke kamar mandi, ia menyikat gigi kemudian mencuci wajahnya sebelum bersiap-siap untuk mandi. Disaat Luhan mulai membuka pakaiannya yang bisa terlihat hanyalah berbagai bekas luka bakar yang sangat parah, dan luka gesekan yang sangat dalam di lengan kanannya.


berlibur bersama dengan keluarga angkatnya,


sebuah minibus yang kehilangan kendali menabrak mobil yang sedang mereka kendarai sampai menabrak pembatas jalan dan menimbulkan kebakaran.

__ADS_1


Ayah dan ibu angkat Luhan meninggal


ditempat, sedangkan kakak angkatnya yang


bernama Ryan Delon menghilang tanpa jejak.


Orang-orang mengatakan bahwa Ryan menghilang dengan sendirinya karena tidak bisa menemukan mayatnya sama sekali, padahal disaat kecelakaan hampir terjadi semua penumpang minibus dapat melihat dengan jelas bahwa terdapat empat orang yang sedang berada didalam mobil itu.


–––––––––––––––


Next>>

__ADS_1


__ADS_2