Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Jangan menggodaku


__ADS_3

Nino jatuh tersungkur dengan wajah yang sudah lebam, melihat kemarahan Fery membuatnya menjadi takut, sementara Milla sudah bersembunyi di dalam ruangan yang redup, ia terkejut begitu terkejut saat menyaksikan kemarahan Fery.


"Sayang kenapa kamu ada di sin?" Fery merengkuh tubuh Suci yang hampir tidak sadarkan diri," ayo kita kembali ke kamar," Fery menepuk halus pipi Suci, dan Suci sudah mulai membuka mata.


"Pergi ...aku ben-benci kamu," Suci bicara lirih.


"Apa kamu mabuk? kenapa membenciku?" Fery menggendong Suci yang sudah tidur dan menyandarkan kepalanya di bahu Fery.


"Jahat hiks hiks hiks kau tidak mencintai aku...kau hanya pura-pura saja, Fery jahat hiks hiks hiks," Suci semakin lepas kendali, ia berusaha meronta di dalam gendongan Fery.


"Aku mencintaimu ! sangat mencintaimu! " Fery semakin berjalan cepat, asistennya membukakan pintu kamar dan Fery membawa Suci ke dalam kamarnya, dengan lembut Fery merebahkan Suci ke atas ranjangnya, kemudian ia menemui asistennya yang masih menunggu di depan pintu, "cepat urus mereka, periksa semua CCTV hotel, temukan apapun itu yang mencurigakan, ada yang tidak beres di sini!" perintahnya dan Fery menutup pintu setelah asistennya memberikan dompet Suci.


"Pergi! aku membencimu! Fery pergi!" Suci berdiri dan melemparkan bantal kepada Fery.


"Sayang, jangan membenciku, aku minta maaf karena aku memarahimu !" Fery bicara lembut dan memeluk Suci, namun Suci masih terus meronta.

__ADS_1


"Kau cuma pura-pura, aku cuma sebagai pelarianmu, kau masih mencintai mbak, kau belum bisa melupakan mantan kekasihmu yang lain! jahat ! jahat!" Suci memukul dada Fery sekuat tenaga.


"Sayang tenanglah, tidak ada wanita lain selain dirimu," ucap Fery.


"Aku tidak pernah menggodamu dengan tubuhku! tidak pernah!" Fery menutup mulut Suci dengan telapak tangannya.


"Apa kau benar-benar mabuk? kenapa bicara seperti ini?" Suci menepis tangan Fery.


"Aku mabuk karena cintamu! aku mencintaimu! tapi kau tidak mencintaiku!" Suci menolak tubuh Fery sampai Fery terjatuh di atas ranjang.


"A-aku ti-tidak pernah seperti ini, aku tidak pernah menggodamu, tidak! aku belum pernah mencobanya, tapi kau mengatakan kepada mereka kalau aku menggodamu' kan?" Suci semakin ngelantur dan mulai meraba wajah Fery, dan itu berhasil membuat Fery panas dingin.


"Hey jangan seperti ini ! kalau begini kau menggodaku sayang!" Fery memegang tangan Suci dan menatap manik mata Suci yang sendu.


"Jadi ini yang namanya menggoda?" Suci tersenyum tanpa merasa bersalah,"apa seperti ini?" cup Suci mengecup sekilas pipi Fery, membuat Fery membulatkan matanya.

__ADS_1


"Stop! jangan menguji kesabaranku! " tegas Fery tapi Suci semakin sumringah.


"Hahahahahah Fery apa kau mencintai aku?" Fery menganguk, "apa tidak ada wanita lain selain aku?" Fery mengangguk.


"Kau satu-satunya wanita yang ada di dalam hatiku!" ucapnya meyakinkan.


"Benarkah? kalau begitu apa aku boleh menggodamu?" tanya Suci lagi.


"Jangan menggodaku, aku takut tidak bisa mengendalikan diri, aku hampir tidak sadarkan diri, kenapa kau minum tadi hm?" Fery mencoba menjauhkan Suci dari tubuhnya, tapi Suci semakin memeluknya.


"Aku cemburu, aku cemburu, aku cemburu," Suci mulai lagi banyak bicara, tangannya menyusuri setiap bagian dari wajah Fery.


"Aku mencintaimu Cup...


Fery yang tergoda membungkam bibir Suci.

__ADS_1


__ADS_2