Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Bertemu pria asing


__ADS_3

Malam itu setelah Dokter memeriksa kondisi Farida, Fery dan Anggun berbincang_bincang di depan ruangan VIP tempat Farida di rawat.


Mereka berdua menjadi sangat canggung, sebelum kemudian Fery memecahkan keheningan diantara mereka.


"Anggun, ada yang ingin kakak sampaikan sama kamu," ucapnya serius, sebenarnya ia juga merasa ragu, tapi Fery sudah tidak bisa lagi memendam perasaannya.


"Sebenarnya beberapa bulan ini Mama sudah pulih, Mama sudah tidak depresi lagi, Mama sudah bisa menerima kenyataan kalau Manda sudah meninggal, Selama ini Mama juga sudah mengenali kamu sebagai Anggun," ucapnya lagi.


"Kenapa selama ini Anggun gak tau kak? jadi selama ini Mama pura pura masih menganggap aku sebagi Manda?" tanya Anggun heran.


"Karena Mama sudah terlalu menyayangi dan mencintai kamu, dan Mama takut kalau kamu akan pergi setelah mengetahui kenyataan ini, dan disaat Mama ingin mengatakan yang sebenarnya, Mama malah harus dilarikan ke rumah sakit," ucap Fery.


"Kakak juga tau kan, kalau Anggun juga sayang sama Mama, apa pun akan Anggun lakukan untuk kebahagiaan Mama jadi tidak mungkin Anggun pergi," ucap Anggun.


"Kakak tau Anggun...."Fery menggantungkan ucapannya dia memegang kedua tangan Anggun dan menggenggamnya erat, "Anggun, menikahlah dengan ku" ucapnya lagi.


"Apa karena ucapan Mama yang tadi,? tanya Anggun heran.


"Bukan karena itu, Anggun aku sudah mulai mencintai mu, entah kapan cinta ini tumbuh, rasa sayang seorang kakak untuk adiknya sudah berubah menjadi cinta, aku tau ini terlalu cepat untuk mu, tapi aku akan terus berusaha untuk membahagiakan mu, Anggun kalau kamu belum bisa membuka hati mu, setidaknya berpura pura lah mencintaiku di depan Mama, demi Mama Anggun." ucap Fery meyakinkan Anggun.


Anggun terlalu terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar, Ia tidak tau jawaban apa yang harus dia berikan untuk Fery.


"Seandainya kak Fery tau rahasiaku selama ini, dia juga pasti akan menjauhi aku, tes itu juga baru bisa dilakukan beberapa hari lagi," batin Anggun.


"Anggun...." Suara lembut Fery membuyarkan lamunan Anggun.


"Kak, seandainya Anggun tidak sebaik yang kakak pikirkan selama ini, apa kakak tetap akan menerima ku?" tanya Anggun sedikit ragu.


"Aku mengenalmu dengan baik, tidak ada yang tidak aku ketahui tentang kamu." seru Fery


"Kakak dan Mama adalah orang yang paling berjasa untuk Anggun, Anggun gak mau mengecewakan orang yang Anggun sayang, tapi kak, kakak harus tau, kalau sebenarnya Anggun sudah ternoda." ucap Anggun meyakinkan Fery, ia mencoba menebak reaksi Fery dari raut wajahnya, tapi percuma raut wajah Fery tetap tenang seperti sebelumnya.


"Pasti Ariel yang melakukanya, dia pergi dan tidak bertanggung jawab," Batin Fery, tanpa sadar ia meremas kuat tangan Anggun yang di genggamnya, membuat Anggun sedikit meringis karena merasa sakit. Kemudian ia tersadar dan melepaskan tangan Anggun begitu saja.

__ADS_1


"Aku akan tetap menerima mu Anggun, aku tidak akan mengubah niatku, aku tetap akan menikahi kamu, Anggun aku tau sampai sekarang kamu masih mencintai Ariel, tapi aku yakin, perlahan kamu juga akan mencintai aku, jadi lupakan tentang masa lalu kalian ya." ucap Fery dengan tegas.


Jawaban Fery membuat Anggun terdiam, dia sedikit terharu dengan keadaan ini, ternyata masih ada laki laki baik yang mau menerima dirinya dengan baik.


"Mungkin memang ini yang terbaik, baiklah aku akan mengambil keputusan," batin Anggun tanpa sadar ia meneteskan air mata.


"Anggun," Fery menghapus air mata yang membasahi pipi Anggun. "Aku tidak akan memaksamu untuk menerima aku sebagai pendamping hidup mu." ucapnya lagi.


"Tidak kak, terima kasih, Anggun akan mencoba untuk mencintai kakak juga," ucapnya tersenyum.


"Terima kasih Anggun, terima kasih," ucap Fery bahagia kemudian ia membawa Anggun ke dalam pelukannya.


*****


Pagi itu di rumah Widia.


Rumah mewah Widia kedatangan seorang tamu wanita cantik, wanita yang dulu sempat bekerja sama dengannya, dan yang pernah diancam sampai seluruh keluarganya harus pindah ke luar kota.


"Beraninya kau datang kesini, aku sudah bilang kau jangan pernah datang ke rumah ini lagi," ucapnya mengecilkan volume suaranya ia takut kalau sampai Ariel mendengar pembicaraan mereka.


"Kecilkan suara mu, jangan sampai Ariel tau kalau kau datang ke rumah ini, selama ini aku sudah mengirimkan uang untuk menutup mulut pria itu, dan aku tidak mau tau lagi soal pria itu, kau yang merencanakan ini dari awal Claudya." ucap Widia ia masih berdiri di depan pintu.


"Aku, juga tidak mau tau, aku tidak bertanggung jawab, kalau sampai pria itu datang dan mengatakan yang sebenarnya dengan Ariel, aku tidak perduli Tante,"


"Kau mau memeras aku Claudya? Pria itu tidak mengenal Ariel bukan, jadi tidak mungkin dia bisa menemui Ariel,!" seru Widia.


"Dia memang tidak mengenal Ariel, tapi pria itu masih mengingat dengan jelas wajah Anggun, dia bisa datang menemui Anggun dan mengatakan yang sebenarnya, Tante tau apa yang akan terjadi selanjutnya kan?" tanya Claudya.


Claudya memandang Widia dengan sinis, bagaimana bisa tamu datang dari jauh, tapi tidak dipersilahkan masuk ke dalam rumah.


"Berapa uang yang kau butuhkan?" Widia mencoba mengalah.


"50 juta untuk hari ini," jawab Claudya santai.

__ADS_1


"Kau benar benar ingin memeras aku ya? dua hari yang lalu aku sudah memberimu uang," Widia sudah mulai kehabisan kesadaran, ia sudah sedikit mengeraskan suaranya.


"Aku sudah bilang uang ini bukan untuk aku, pria itu yang memintanya, terserahlah biarkan saja pria itu datang sendiri dan meminta uang itu secara langsung, atau biarkan saja pria itu datang bertemu langsung dengan Ariel." seru Claudya.


"Pria siapa....?" Ariel mengagetkan keduanya, Widia berbalik badan dan mendapati Ariel yang sudah siap dengan jas hitamnya berdiri tepat di belakangnya.


"Apa Ariel mendengar semuanya?" Batin Widia.


"Siapa yang ingin bertemu dengan ku?"tanya Ariel lagi yang sudah berdiri tegak di samping Mamanya.


"Ariel kamu apa kabar?" tanya Claudya ramah, ia menjulurkan tangannya berharap Ariel juga melakukan hal yang sama. Tapi Ariel tidak meresponnya.


"Baik, !" ucapnya dingin, " Kenapa kau ada di sini sepagi ini?" tanya Ariel lagi .


"Tidak, aku hanya ingin menyapa Tante saja," jawab Claudya ,ia mencoba untuk tetap tenang .


"Sudah lah aku pergi, " ucap Ariel, setelah memeluk Widia, Ariel melanjutkan langkahnya menuju mobil.


*****


Ariel memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap secepatnya sampai ke kantornya, tapi ditengah perjalanan tiba tiba saja mobilnya menabrak kendaraan lain yang ada di depannya, mengakibatkan kerusakan di bagian belakang mobil itu, seorang pria membuka pintu depan dan memeriksa kap mobil belakang yang rusak parah. Pria muda yang seumuran dengan Ariel, terlihat sangat emosi.


Sementara Ariel masih duduk di mobilnya, ia tidak mengalihkan pandangannya dari pria yang sudah menggedor bagian kap depan mobilnya.


"Turun....Cepat turun!," Pria ini terus menggedor keras mobil Ariel. Tapi Ariel masih saja tidak bergeming.


"Aku seperti pernah melihatnya." ucap Ariel pada dirinya sendiri.


Tok Tok Tok


Kali ini bagian kaca tepat di samping Ariel yang menjadi sasaran pria asing ini.


"Hei Tuan, cepat turun, apa kau tuli? kau harus ganti rugi semua kerusakan mobil ku, cepat turun." teriaknya lagi.

__ADS_1


Dengan jarak yang semakin dekat, Ariel bisa dengan jelas melihat wajah pria asing ini, sesaat dia tersadar, ia mengumpat pada pria ini, Ariel masih mengenali wajah pria ini, pria asing yang sudah menodai Anggun.


Dengan amarah yang membuncah Ariel membuka sabuk pengamannya dan keluar menemui pria yang seharusnya sudah lama ia beri pelajaran.


__ADS_2