Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Ikhlas melupakanmu


__ADS_3

Waktu terus berlalu, sudah tiga bulan setelah Ariel pergi memutuskan hubungan mereka, selama itu pula tidak ada komunikasi di antara keduanya.


Anggun bisa bernafas dengan lega, karena tidak ada perubahan yang terjadi di dalam diri nya. ketakutan yang selama ini tidak lah terbukti, kehamilan itu tidak mungkin terjadi.


Anggun terus meyakinkan diri untuk mencoba menerima semua yang terjadi adalah sebagai bagian dari takdirnya.


Bukan cuma ibu nya yang pergi, bukan cuma Ariel yang meninggal kan dia, bahkan Anggun merasa kehormatan nya pun sudah ternoda.


Anggun lebih banyak memilih mengurung dirinya di rumah, dia hidup dengan sisa gaji yang dia punya , dia hidup sendiri di kota metropolitan ini. Tidak ada lagi orang yang bisa melindunginya.


"ikhlas , aku ikhlas melupakanmu, seperti kamu yang ikhlas meninggalkan aku"


semakin dia mencoba untuk melupakan, semakin jelas bayangan Ariel yang melintas.


" Aku tidak akan pernah menyebut namamu, tidak akan"


Ariel sudah melarangnya untuk menyebut namanya, seperti biasa Anggun masih saja menurut.


Mulutnya berkata tidak, tapi hatinya masih berharap banyak, bahkan terkadang rapuhnya datang dia berharap, dan berkhayal kalau calon suaminya itu datang menemuinya.


Hani selalu berusaha mengajak Anggun untuk kembali bekerja, tetapi Anggun selalu menolak.


Bahkan Fery selalu datang untuk menghiburnya, tapi Anggun selalu mengusirnya.


Fery meminta Hani untuk datang ke ruangannya, dia tidak tau masalah yang sudah menimpa Anggun. " Masuk " katanya setelah mendengar pintu ruangannya di ketuk.


"Bapak memanggil saya?"


Fery langsung menghentikan gerakan tangan nya yang sedang menulis, " oh ia duduk lah "


katanya menunjuk sofa kecil yang ada di sudut ruangan nya.


" kamu tau kenapa Anggun menolak untuk kerja disini lagi?" Tanya Fery yang sudah duduk di depan Hani.


" Anggun cuma masih mau istirahat pak"


"yakin kamu cuma itu?"


Bos nya ini terlihat seperti seperti seorang detektif yang pernah di tonton nya waktu kecil dulu.


" ia pak memang nya apa lagi?"tidak mungkin ku bilang kalau Anggun sudah......


" Apa tidak ada yang lain? maksud nya dia lebih tertutup sekarang "


" maklum sih pak, bukan cuma ibu nya yang pergi tapi Ariel juga ...


" Ariel ?kenapa dia?"


" Yang saya tau sih pak, Ariel pergi ke Luar Negeri setelah mengakhiri hubungannya dengan Anggun pak "


Bruk...


Fery memukul meja uang ada di depan nya,


"Pak, syukur saya tidak punya riwayat penyakit jantung"


" keluar lah Hani, lanjut kan kerja mu"


"baik pak permisi"

__ADS_1


" pergilah Ariel tugas mu menjaganya sudah selesai"


Fery mengambil kunci mobilnya yang terletak di atas meja dan pergi keluar dari ruangan nya.


Beberapa Saat kemudian....


Suara ketukan pintu membuat Anggun mengalihkan pandangan nya dari Tv.


Dengan malas dia membuka pintu.


" kak Fery?"


"Hai Anggun apa


aku mengganggu mu?"


"oh tidak kak, silahkan masuk kak"


Anggun masih bisa terlihat seperti biasa, dengan senyuman di wajah nya.


" kakak mau minum apa?"


katanya pada Fery yang sudah duduk di sofa.


Fery memperhatikan Anggun yang terlihat sedikit lebih kurus belum lagi wajah nya masih terlihat murung.


" kamu ini, tidak usah repot repot duduk lah"


" kakak kesini mau mintak Anggun untuk kerja lagi ya? " Tanya Anggun


"Tidak aku mau mengajak mu ke suatu tempat"


" kenapa ? kamu takut? tenang lah ,aku tidak punya niat buruk"


" aku cuma...


"Anggun, apa kamu masih menganggap ku sebagi kakak mu?


"hm ia "


" kalau begitu katakan lah apa yang kau rasakan? "


" Apa yang harus aku katakan kak? kakak juga tidak akan bisa merasakan, semua ini percuma"


Anggun menahan tangisan nya.


" Aku tau Anggun, aku pun pernah merasa kan kehilangan seperti mu"


" Tidak kak, tidak ada yang tau sesakit apa yang aku rasakan, tidak ada yang tau apa yang selama ini aku pendam, jadi percuma kalau aku mengatakan nya pada orang lain"


Suara Anggun bergetar entah dari mana datang nya keberanian nya yang bicara sekasar ini pada orang yang sudah baik padanya.


Fery berpindah dan duduk di samping Anggun, dia melihat mata Anggun yang hampir menangis, tersirat semua kesedihan yang selama ini di pendam sendiri oleh gadis ini.


Entah sadar atau tidak Fery memeluk Anggun,


Anggun tidak menolak nya dia merasakan perlindungan yang sudah lama tidak pernah di dapat kan nya.


" Menangis lah Anggun, menangis lah ,katakan semua yang kau rasakan"

__ADS_1


" hiks hiks hiks hiks aku harus bagai mana kak, aku harus apa? berkali kali dia datang, supaya aku menerima nya kak, Aku sudah menolak nya, tapi dia yang terus datang kak hiks hiks"


" katakan lah, katakan semua nya"


" Disaat aku benar benar mencintai nya, untuk pertama kali aku merasakan nya, tapi dia dia pergi kak hiks hiks hiks"


"Tidak ada yang merasakan sakit ku ini kak ,tidak ada bahkan dia tidak ada di saat ibu ku pergi kak hiks hiks hiks"


" menangis lah terus Anggun, kata kan semuanya, setelah ini berjanjilah kau tidak akan pernah lagi menangis untuknya"


Fery membelai dengan lembut rambut Anggun yang masih menangis di pelukannya,


Bahkan kemeja nya pun sudah basah karena air mata Anggun.


" ikut lah dengan ku Anggun"


Anggun langsung melepas pelukan itu dan menatap Fery dengan wajah nya yang sembap.


" maksud kakak?"


" yah kita pergi , jauh dari tempat ini, jauh dari semua kenangan mu tentang dia" Fery berusaha membuat Anggun percaya padanya.


" Aku tidak bisa kak?"


"kenapa? bukan kah kamu mau melupakan semua tentang dia ?"


Anggun terdiam mencoba mencerna semua yang di katakan Fery, lama dia memikirkan nya.


"iya aku mau kak"


"baiklah kalau begitu, mulai hari ini kamu menjadi tanggung jawab ku, sekarang bersiap lah kita akan pergi hari ini juga."


Kali ini Anggun merasa yakin dengan keputusan nya, dia akan pergi jauh dari kota ini, jauh dari semua kenangan bersama Ariel.


Di dalam kamar dia menyiapkan semua pakaiannya dengan semangat.


"Aku benar benar ikhlas melupakan mu "


Sementara Fery yang masih menunggunya merasa senang dengan keputusan Anggun.


" kau mengambil keputusan yang benar Ariel, pergilah jangan pernah kembali, aku tidak akan pernah melepas Anggun untuk mu"


Tidak butuh waktu lama Anggun sudah keluar dari kamar nya membawa tas berisi semua pakaian nya.


" sebenarnya kamu tidak perlu membawa ini !"


kata Fery ketika Anggun sudah berdiri di depan nya.


" kenapa kak? "


"semua sudah ada di sana"


" memang nya kita mau ke mana? kakak tidak berniat macam macam kan?"


"hahaahah Kamu ini korban sinetron ya, sudah kita pergi sekarang."


Happy reading


tinggal kan jejak ya.😊

__ADS_1


__ADS_2