
"Kalian cari wanita ini, aku tidak mau dengar alasan apapun, cepat temukan dan bawa dia dihadapan ku,!" perintah Ariel, dia melemparkan beberapa lembar foto Claudya kepada para Bodyguardnya. Dengan sigap para Bodyguard itu melakukan tugasnya.
"Kau menyuruh aku jauh jauh datang kesini hanya untuk foto Claudya itu,? " tanya Yusri, ia kesal karena Ariel memintanya untuk membawa beberapa foto Claudya.
"Wanita itu harus diberi pelajaran secepatnya, karena ulahnya aku jadi membenci dan meninggalkan Anggun," kesal Ariel.
"Kau yang salah disini Ariel, dari awal kau yang tidak mempercayai Anggun, selama ini kau juga sudah berhasil melupakannya, tapi kenapa sekarang kau menyesal?"
"Aku tidak minta pendapatmu, ini semua juga kesalahanmu, kalau kau tidak memaksa aku untuk pergi, aku juga tidak akan pergi ke Luar Negri, jadi kau jangan menggurui aku,"
"Jadi aku yang salah? terserahlah, kau ambil ini, ganti pakaianmu itu, kau harus memimpin rapat penting pagi ini,"
Yusri menyerahkan pakaian formal untuk Ariel, tidak mungkin Ariel datang ke kantor dengan penampilan yang kacau seperti ini.
"Aku tidak bisa pergi, aku harus menemui Anggun dan mengatakan yang sebenarnya, aku yakin Anggun juga berfikiran yang sama denganku, aku yakin dia tidak tau tentang kebenaranya,"
"Kau jangan tertipu lagi, mungkin saja si Dana itu menipumu, ia hanya ingin mengecohmu saja,kau jangan percaya begitu saja padanya,"
"Kau tidak perlu khawatir soal itu, aku sudah mengerahkan orang orangku untuk tetap mengawasi gerak geriknya selama 24 jam, kalau saja anak itu berani bertingkah, maka hidupnya akan tamat di tanganku,"
" Kalau memang yang dikatakannya adalah kebenaranya, apa yang akan kau lakukan? kau akan kembali kepada Anggun? kau akan meninggalkan Alisa begitu saja?"
"Aku hanya ingin Anggun mau memaafkanku aku sudah terlalu dalam menyakiti hatinya, aku hanya ingin memperbaiki kesalahanku,"
"Lalu, kalau memang Anggun sudah ternoda, apa kau juga akan tetap meminta maaf?"
"Aku hanya mau Anggun memberikan aku kesempatan kedua ."
"Apapun itu alasanmu, kau sudah terlambat karena kau juga sudah melakukan hal yang sama dengan Alisa, kau akan menyakiti hati Alisa,apa lagi kalian berdua sudah melakukan itu bukan?"
Perkataan Yusri membuat Ariel terdiam, ia hampir lupa tentang Alisa yang tidur dalam satu kamar dengannya, apa yang sudah mereka lakukan? Benarkah Ariel melakukan itu dengan Alisa? kenapa Ariel tidak bisa
mengingatnya dengan jelas?
"Inikah yang kau rasakan dulu Anggun? kau jelas jelas dijebak, sedangkan aku dan Alisa, aku tidak tau apa yang sudah terjadi diantara kami. Aku dengan bodohnya menuduhmu, aku meninggalkanmu aku rasa karma sedang berjalan, tapi aku tidak akan menyerah, aku yakin kau pasti akan memaafkanku Anggun," batin Ariel.
"Apa yang kau pikirkan Ariel? bersiaplah client penting sudah menunggumu, Pak Hermawan juga hadir kali ini,"
Suara Yusri membuyarkan lamunan Ariel, ia segera bergegas merapikan penampilannya yang kacau.
Setelah meeting itu selesai, Pak Hermawan mengajak Ariel ke Resto terdekat untuk makan siang ataupun sekedar berbincang bincang, Ariel tidak kuasa untuk menolak ajakan Hermawan yang tak lain adalah Papa Alisa, calon mertuanya.
"Om sangat bangga denganmu, diusia yang masih terbilang sangat muda, kamu sudah menjadi pengusaha yang sukses seperti ini," ucap Hermawan hangat, ia terus memuji calon menantu idamannya ini.
__ADS_1
"Saya cuma meneruskan apa yang sudah didirikan Papa saja Om, " ucap Ariel berusaha
tetap tenang, padahal sedari tadi ia sudah sangat gelisah.
"Kamu suka merendah, Om harus segera kembali ke Kantor, jangan lupa malam ini kamu jemput Alisa di rumah, Alisa baru saja pulang dari luar Kota," ucapnya
Ariel hanya mengangguk dan tersenyum, mendengar nama Alisa membuatnya semakin gelisah.
*****
Setelah menghabiskan makan siangnya Anggun dan juga Hani kembali ke Butik, sedangkan Fery ia tetap menemani Farida di rumah sakit.
Drttttt
Handphone di atas meja kerja Anggun berdering, ia meletakan lembaran sketsa yang baru dibuatnya begitu saja, ia mengambil dan membaca pesan yang baru saja dikirim Fery.
Fery.
"Kamu ada waktu malam ini?"
Anggun.
"Memangnya ada apa Mas?"
Fery.
"Acara formal ya Mas? yasudah Anggun ikut aja, Anggun cari gaun dulu,"
"Ok, Mas jemput kamu jam 7 malam di butik ya,"
Anggun tersenyum setelah meletakan Hpnya lagi di atas meja, membuat Hani tertawa dan terus menggodanya.
"Pejuang Move on, jadi kamu sudah bisa melupakan Ariel ?"
"Apa sih? sudahlah bantu aku cari gaun,"
Tidak terasa waktu terus berjalan, selama hampir satu jam Anggun memilih gaunnya, malam ini untuk pertama kalinya ia dan Fery datang ke suatu pesta dengan statusnya pacaran yang menyandang keduanya.
Pilihan Anggun jatuh pada sebuah gaun berwarna peach panjangnya menjuntai, membentuk lekuk tubuh sempurna, dan juga menggunakan syal untuk menutupi sebagian punggungnya yang sedikit terbuka.
Tepat jam 7 malam, Fery datang menjemput Anggun, sesaat Fery terdiam memperhatikan penampilan Anggun yang sangat cantik, dengan polesan make up di wajahnya.
"Kamu benar benar cantik," ucap Fery ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Semua wanita cantik kak," ucap Anggun tersenyum.
"Tapi kamu malam ini terlihat berbeda, aku takut gak fokus nyetir nih," godanya.
"Apa sih kak? sudahlah nanti terlambat loh,"
Fery melajukan mobilnya, sepanjang jalan Fery terus melirik Anggun yang duduk manis di sampingnya, hingga sampailah mereka di sebuah hotel mewah, Fery membukakan pintu untuk Anggun, dan menggandeng tangan Anggun.
Sampai di lobby Fery menunjukan sebuah kartu undangan, karena memang ini bukanlah pesta orang biasa, jadi pengawasannya sangat ketat. Kehadiran Anggun benar benar mencuri setiap perhatian orang yang ada di sana, terbukti banyak pasangan mata terus melihatnya. Fery terus saja menggandeng tangan Anggun, sampailah mereka di lantai atas tempat pesta ini berlangsung.
Awalnya semua biasa saja, sampai mata Anggun menangkap pasangan yang terlihat mesra dan bahagia, Alisa dan Ariel berdiri berdampingan di antara kerumunan tamu yang lain.
"Ini pesta apa kak?" tanya Anggun ia memalingkan wajah dan beralih melihat Fery.
"Kenapa? kamu terkejut?"
"Enggak cuma penasaran aja, Anggun gak pernah datang ke acara seperti ini sebelumnya dan juga......
"Selamat malam para hadirin yang berbahagia," suara MC terdengar menyapa dan memulai acara.
Tampak Pak Erlangga yang tak lain Papa Ariel menuju podium, dan ia tersenyum senang menyambut semua tamu undangan yang menghadiri pesta yang ia selenggarakan.
"Terima kasih sudah datang di pesta ulang tahun saya ini, sebenarnya saya malu karena sudah tua mengadakan pesta seperti ini," ucapnya tersenyum ramah.
"Sebelumnya saya akan memanggil anak kebanggaan saya untuk menemani saya berdiri disini," ucapnya Erlangga mengulurkan tangan memanggil Ariel.
Ariel melangkah menuju podium dengan Alisa yang menggandeng mesra tangannya, Ariel belum mengetahui kehadiran Anggun, sedangkan Anggun bisa dengan jelas melihat Ariel yang terlihat sangat gagah dan tampan.
"Sebenarnya malam ini adalah malam yang lebih penting dari sekedar merayakan ulang tahun saya sendiri, saya akan mengumumkan pertunangan anak saya Ariel Erlangga dan juga Alisa...." ucapnya bangga, ia menepuk halus lengan Ariel, sedangkan Ariel cukup terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Terima kasih Om," ucap Alisa bahagia, ia masih bergelayut manja di lengan Ariel.
Terdengar suara tepukan meriah dari para tamu yang memenuhi pesta itu, salah satunya Anggun, ia sudah bisa mulai untuk menerima kenyataan ini.
"Semoga kamu bahagia Ariel," batinnya.
Deg....
"Anggun...."
Ariel menangkap sosok wanita cantik berdiri melihatnya , Anggun benar benar cantik, Ariel terpana karenanya.Keduanya saling menatap, sampai Widia datang membawa kotak beludru merah yang di dalamnya terdapat dua buah cincin pertunangan Ariel dan Alisa.
******
__ADS_1
Maaf bagian ini kurang maksimal...