Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Mantan mu sudah datang....


__ADS_3

"Baik lah...boleh aku menukarnya dengan calon pengantin Mu." Permintaan Anggun terdengar serius, membuat Alisa melepaskan tangannya dari Gaun pengantin yang sudah mencuri perhatiannya.


"Jangan bercanda" Katanya sedikit tertawa.


"Hahaha kamu lucu ya..mana mungkin aku minta calon suami mu itu, aku bahkan tidak pernah mengenalnya kak?"


"Aku rela menukar apapun di Dunia ini, asalkan Dia tetap jadi milik ku, tidak ada yang bisa merebutnya dari ku."


"Ia....aku jadi semakin penasaran, seperti apa sih dia? boleh aku lihat fotonya?"


"jangan, tidak boleh aku takut nanti kamu jatuh cinta sama dia."


"Omong kosong, itu tidak mungkin, lihat ini sketsa yang aku buat untuk mu sudah selesai, cantik kan?"


"Ia cantik, tapi tetap saja aku lebih suka gaun ini,


Drtt drttttttt


Bunyi Hp Hani menghentikan bicaranya.


Terlihat jelas rona bahagia di wajahnya.


"Halo sayang, tumben kamu telfon aku lebih dulu, udah kangen ya sama aku?"


"Aku sudah di rumah, mama minta aku untuk menghubungi Mu"


"Ha yang bener, kamu sudah ada di rumah? kenapa gak bilang dari kemarin sih? aku kan bisa jemput kamu di Bandara.


"Kejutan untuk Mu."


"Ya kamu memang penuh dengan kejutan, tunggu sebentar jangan pergi lagi, sampai aku datang ya sayang, Love you emuwchhhh"


Alisa mengakhiri percakapannya dengan wajah yang berseri seri, bahkan senyumannya


tidak luntur dari wajah cantiknya. Dan itu tidak


luput dari pandangan Anggun.


"Siapa yang menelfon?"


"Calon suami ku, dia sudah datang, akhirnya kami bisa berjumpa lagi."


"Memangnya selama ini Dia ada diMana?"


"Dia ada di Luar Negri, sudah lama Dia tidak pernah kembali ke Sini, Dia sibuk mengurus bisnisnya."


"Bukannya selama ini kamu juga ada di Luar Negri ya?"

__ADS_1


"Iya, seperti yang kamu tau semenjak Aku mendapatkan Kontrak kerja Disini, selama itu juga aku tidak pernah pergi jauh, ya sudah aku harus pergi dulu ya..besok aku akan membawanya kesini." Alisa memeluk Anggun dan pergi meninggalkan Butik Manda.


*****


"Anggun, apa perusahaan yang mau membuat iklan kemarin sudah menghubungi Mu lagi?" Tanya Hani sambil membaca dokumen di tangannya.


"Besok kita datang ke perusahaan itu, mungkin langsung tanda tangan kontrak, beberapa model iklannya akan memakai rancangan kita."


"Wah....perkembangan yang luar biasa, secara perusahaan itu, termasuk perusahaan terbesar kan? apa kamu sudah pernah bertemu dengan pemiliknya?"


"Sudah, pemiliknya sudah terlihat tua, kalau tidak salah Umurnya sudah hampir 65Tahun.


Pak Angga, dia pemimpin yang baik, selama aku bertemu beliau, terlihat ramah dan sangat mengutamakan karyawan dan kliennya."


"Sayang sudah Tua, kalau belum aku mau jadi istrinya hahahahah"


"Melamar jadi istri kamu pasti di tolak , Kalau jadi menantu mungkin diterima, yang aku dengar, anaknya ada yang di Luar Negri."


"Oh ya...kalau gitu besok aku ikut ya? siapa tau bisa dapat jodoh di sana."


"Boleh, ya sudah aku pulang dulu ya?"


"Loh biasa juga kamu tinggal di Toko ini?"


"Mama sudah menyiapkan makan malam sengaja nyuruh aku pulang, yasudah ya kamu jagain suci disini ya, suci mbak pulang dulu ya" Pamit Anggun sambil merapikan meja kerjanya.


"Hm mbak Hani juga udah capek banget nih, Kita istirahat yuk Ci." Ajaknya setelah melihat mobil Anggun yang perlahan pergi meninggalkan Butik.


*****


Disini di tempat ini, Anggun memarkirkan mobilnya, setelah sekian lama, barulah sekarang Anggun berani datang ke tempat yang sudah lama dia lupakan. Dulu tempat ini menjadi tempat Favoritnya, sekarang tempatt ini menjadi tempat yang ditakutinya.


Entah apa yang membawanya melangkahkan kakinya di atas pasir yang ada di tepi pantai cinta, panti yang penuh dengan kenangan manisnya.


Jam di tangannya sudah menunjukan pukul 17.35 WIB. Bukan makin sunyi, tapi pantai itu semakin banyak pengunjungnya, apa lagi mulai ramai muda mudi yang sengaja menunggu waktu senja.


Pandangannya terarah pada jembatan yang pernah Dia lewati dengan Ariel, entah lah semakin Anggun melupakan, semakin jelas terlihat wajah sang mantan.


"Sudah Lima tahun, apa kamu pernah mengingat Aku, sudah Lima tahun aku tidak pernah menyebut nama mu, sudah Lima tahun, aku mencoba melupakan mu, sudah Lima tahun, aku meyakinkan diri untuk tetap membenci mu, Tapi.....Selama Lima tahun aku berharap Kamu datang menemui Aku, selama Lima tahun, aku berharap kamu masih mengingat ku, Selama Lima Tahun ini juga aku sadar, Kamu benar benar sudah melupakan Aku, Mungkin kamu sudah mendapatkan yang lebih baik dari aku, mungkin kamu sudah hidup bahagia dengannya, maaf untuk kali ini, aku mengingat mu hari ini, maaf ....kapan dan dimana pun, aku harap kamu selalu bahagia."


Batin Anggun merindukan Dia..padahal Anggun tau Dia tidak merindukan dirinya.


Dering hp Anggun membuat lamunannya buyar, untunglah air matanya tidak sempat mengaliri pipinya.


"Halo kak Fery"


"Kamu dimana?apa perlu kakak menjemput Mu?"

__ADS_1


"Oh gak kak, sebentar lagi Anggun sampai rumah kok kak."


"ya sudah kakak tunggu di rumah ya..Mama juga udah gak sabar pengen meluk kamu katanya, yasudah kamu hati hati ya?"


Setelah percakapan itu berakhir, Anggun langsung meninggalkan Pantai ini, Di tengah perjalanan Anggun menepikan Mobilnya di depan Toko bunga,"Mama pasti suka sama bunga pilihan Ku nanti".


Anggun keluar dari mobil berjalan perlahan, tapi tatapan matanya langsung terkunci pada orang yang ada di depan toko bunga itu. Dengan gerakan cepat Anggun membalikan badannya dan...


"Tunggu..." Teriakan pria ini menghentikan langkah kakinya. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat, dia mendengar langkah kaki Pria ini berjalan mendekatinya.


Ya Pria ini berdiri dengan wajah dinginnya, memperhatikan penampilan Anggun yang terlihat berbeda dari terakhir dia lihat dulu.


"Kau masih mengenal Aku Nona?" Suaranya terdengar seperti seseorang yang sedang meremehkan wanita yang terpaku didepan matanya.


"Aku.....aku....


"Ya tentu, kau masih mengenal ku dengan baik kan, Ceh kau juga hidup dengan baik ya?"


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" Anggun mencoba berani menatap wajah yang terlihat menyimpan dendam ini.


"Tidak aku cuma memastikan sesuatu saja"


"Sudah, jadi aku pergi sekarang." Anggun sudah membuka pintu mobilnya, tetapi pria ini dengan cepat menutupnya lagi.


"Ap apa mau mu?"


"Ayolah....Kau bertingkah seperti tidak mengenal ku, bukannya dulu kita sempat berkenalan kan?"


"Biar kan aku pergi, aku sudah terlambat."


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi, sebelum kau mendengarkan apa yang aku sampaikan ini"


"Apa?"


"Aku cuma mau bilang, pergilah....menghindar


sejauh mungkin."


"Untuk apa? tidak ada yang perlu aku hindari."


"Baik lah....itu pilihan Mu, persiapkan dirimu karena Mantan mu sudah datang" setelah mengatakan itu pria ini pergi meninggalkan Anggun yang masih menatapnya.


*Bersambung....


Hayooooo siapa yang datang....


oh ya jangan lupa mampir juga di

__ADS_1


Cinta Raisa๐Ÿ˜๐Ÿ˜โœŒ๏ธ*


__ADS_2