
Dengan wajah yang masih memerah,
bahkan suara gertakan gigi Ariel bisa terdengar karena menahan amarah, Ariel masih mencoba menahan semua perasaannya. Perasaan cinta, perasaan rindu, perasaan benci. Semua menjadi satu.
"Kau mau bermain denganku Anggun? Kau mau mencoba untuk tidak mengenali aku..? Baik, lihat apa yang akan aku lakukan nanti." Batin Ariel yang terus menatap mata wanita ini, ya Ariel benci Anggun, Ariel membenci sang mantan. Tapi Ariel menyadari sejenak perasaannya.
Ariel terpaku melihat penampilan Anggun wanita yang dulu pernah ada dihatinya.Gaun itu, ia ingat gaun itu, sama persis seperti gaun yang dia berikan dulu untuk Anggun. Tapi Anggun lebih memilih pergi meninggalkannya dan menolak untuk menikah dengannya.
"Sayang...kenapa liatin Manda terus sih?" suara Alisa yang membuyarkan lamunan Ariel.
"Dan kamu Manda.. kenapa memanggil Tuan? itu terlalu formal, Ariel ini calon suamiku, sudah pasti temanmu juga kan..jadi panggil nama saja ya ! "kini Alisa melingkarkan tangannya di pinggang Ariel.
"Lidahku terlalu keluh untuk menyebut namanya Alisa.....bahkan sudah terlalu lama aku tidak menyebut nama calon suamimu itu Alisa, *d*ia sendiri yang menyuruhku untuk tidak menyebut namanya." Anggun cuma bisa membatin melihat tatapan Ariel yang seperti ingin mengulitinya.
Rindunya pada pria ini sudah terlarang,
Ariel yang dulu miliknya, kini sudah menjadi
milik orang. Bahkan lucunya Anggun sendirilah yang akan menyiapkan busana pengantin untuk mantan tercintanya.
Takdir mempermainkannya. Anggun akan mengikuti kemana arah arusnya.
"Sayang....Kamu tau, aku sangat suka dengan gaun yang dipakai Manda itu, tapi Manda tidak mau memberikannya ,aku sudah menawarkan harga yang mahal, tapi Manda tetap tidak mau melepaskan gaun itu untuk ku ! "
"Cari gaun yang lain saja ! " jawab Ariel tapi tatapan matanya masih terarah pada Anggun.
"Sudah.....Aku sudah mendapatkan gaun yang lain..Manda sangat lucu, dia mau melepaskan
gaun ini, asalkan aku mau menukarnya denganmu..!" Alisa yang tidak menyadari perubahan sikap keduanya terus mengajak mereka bercanda.
"Tidak Alisa aku cuma bercanda....Aku tidak tau siapa calon suamimu kan? lagi pula itu tidak mungkin..."Jawab Anggun sedikit cemas, takut Ariel salah paham dengan keadaan.
"Tidak mungkin...?" Ariel mengerutkan keningnya, seperti tidak suka dengan jawaban yang diberikan Anggun.
"Ya..tidak mungkin sayang...Kamu calon suamiku, tidak mungkin menikah dengan Manda kan...?" Alisa merengek sambil memutar pelan tubuh Ariel menghadapnya.
Ariel tersenyum melihat wajah Alisa yang sedikit cemberut, disentuhnya pipi Alisa dengan lembut.
" Alisa ! Cintaku sudah sepenuhnya untukmu tidak ada wanita manapun yang sebanding denganmu, jadi kamu jangan khawatir soal itu ya....." jawab Ariel kemudian membawa Alisa dalam pelukannya, tapi matanya terarah pada Anggun yang menyaksikan kemesraan mereka, Ariel tersenyum sinis pada Anggun.
Anggun tidak mengalihkan pandangannya entah apa yang membuatnya betah melihat kemesraan yang sepertinya sengaja di perlihatkan Ariel untuknya. "Kau juga harus tau kalau aku baik baik saja." Batin Anggun.
Mereka berdua sudah mengibarkan bendera perang. Yang siap menyerang perasaan masing masing. Hani melihat ada aura gelap yang mengelilingi mereka, pasangan serasi yang dulu ada, kini sudah menjadi sejarah.
"Panas.....panas.....panas...." Kata Hani sambil mengipas tangan di wajahnya. Seketika Alisa langsung melepaskan dirinya dari pelukan Ariel.
"Kamu kepanasan Hani....? bukankah ruangan ini terasa sejuk?" ucap Alisa sambil berjalan mendekati Hani.
__ADS_1
"Tidak...bukan aku yang kepanasan, tapi Manda, lihat lah gaun ini, biar aku membantu Manda untuk melepasnya ya....!" jawab Hani.
"Baik lah....terimakasih Manda..kamu sudah mau mencobanya untukku, kalau begitu kami tunggu dibawah saja ya.!"
Alisa dan Ariel sudah tampak bergandengan tangan keluar dari ruangan , meninggalkan Anggun dan Hani yang masih berdiri di tempat semula.
Kaki Anggun sudah tidak dapat menopang tubuhnya dengan sempurna. Anggun terduduk lemas di tempatnya. Dia meremas erat gaun kebanggaannya.
"Anggun...Kamu baik baik aja kan..?" tanya Hani sambil duduk dan memegang bahu Anggun.
Anggun masih berharap ini semua mimpi belaka." Memangnya aku kenapa? Aku baik baik saja.." jawabnya terus menenangkan diri.
"Kamu baik baik aja, tapi gimana sama hatimu? Hatimu, tidak baik baik saja, aku tau itu.."
"Tidak ada yang berubah Hani, semua sudah berakhir, aku....."Anggun menggantungkan sejenak ucapannya." Aku baik baik saja" ucapnya.
"Kaum pria memang seperti itu Anggun.
kalau kita putus cinta, pasti yang lebih dulu bisa move on kaum mereka. Kita menangis didalam kamar, dia tertawa di rumah teman, Kita terbayang wajahnya, dia menggoda wanita lain di luar sana, dan akhirnya kaum pria lebih dulu mendapatkan pengganti nya."
"Sudahlah kita tidak perlu bahas ini, bersikap profesional ya, jangan sampai Alisa tau tentang hubungan kami dulu.." Anggun bicara sambil meremas dadanya. Sesak yang ia rasakan.
"Memangnya kenapa kalau sampai Alisa tau..?"
"Kita harus menjaga perasaannya Hani, biar bagaimanapun juga Alisa itu calon istrinya,
Biarkan Hani, Aku tau seperti apa sifat Alisa, lagipula hubungan Kami memang sudah lama usai." penjelasan Anggun membuat hani terdiam.
Hani melihat ada genangan air mata, yang coba ditahan Anggun. "Baik lah....Biar Aku bantu membuka gaun ini". Kata Hani magang lengan Anggun dan mengajaknya berdiri.
.
.
.
.
Sementara Alisa terlihat duduk di samping Suci, mereka terlihat antusias dengan katalog yang di pegang Hani, sesekali suara cekikikan mereka terdengar.
Ariel sendiri terlihat mengawasi setiap bagian yang ada di setiap sudut ruangan. Bahkan kini tangannya bergantian menyentuh beberapa gaun yang tersusun dengan rapi.
"kau menjelma menjadi seorang wanita yang sukses ya....Kau masih sepintar dulu." Batin Ariel sambil menaikan sudut bibirnya, ada perasaan hangat di hatinya.
Tapi.....itu cuma sebentar saja, perasaan Ariel kembali memanas ketika melihat bingkai foto yang ada dimeja dekat sudut ruangan.
Anggun semakin cantik. Dengan senyuman diwajahnya. Rambut yang dulu panjang sebahu. Kini menyentuh pinggangnya yang ramping.
__ADS_1
Foto itu membakar hatinya. Ariel menahan perasaannya. Anggun tersenyum pada pria yang pernah membuatnya cemburu. Pria yang dulu dia benci. "Fery....." Kenyataan ini membuatnya semakin marah.
"Ternyata selama ini kau masih berhubungan dengan dia?" Ariel terus memandang foto itu.
Sampai ia mendengar suara langkah kaki yang menuruni satu persatu anak tangga.
"jadi....wanita yang sempat Aku temui beberapa jam yang lalu memang Anggun?
Kau sengaja menghindari aku? Kau pura pura tidak mengenal aku? " Batin Ariel yang melihat Anggun memaki pakaian sama persis
seperti yang dipakai wanita yang beberapa jam lalu dilihatnya di sebuah Mart.
Ariel lupa kalau dia sendiri yang menyuruh Anggun untuk tidak pernah muncul lagi dihadapannya.
Bersambung.....
*****Tinggalkan jejak ya🤗🤗🤗 Mampir juga di Cinta Raisa ya******
Curhatan Author🤣🤣🤔🤔🤣
Kalau bahas soal mantan memang gak ada habisnya ya.....gak akan pernah selesai.
Ciyeeee ciyeeee yang lagi ingat mantan🤣🤣
Ada yang senyum senyum sendiri,✌️✌️✌️
Ada yang menahan amarah✌️✌️✌️
Ada yang kangen dia😂✌️✌️✌️✌️
Ada yang terus ngutuk dia😂✌️✌️✌️
Ada yang gara gara baca novel receh ala ala ini, jadi ingat Sang Mantan😂😂✌️✌️
Maaf kan daku ya para jiwa jiwa yang sekarang sedang teringat mantan🤭🤭🤭🤭
Seperti kata .....kata siapa ya🤔🤔🤔
...........Mantan pada tempatnya.🤗🤗
Titik titik itu cuma kamu yang tau jawabannya. Apa pun itu, semoga itu yang terbaik, awalnya baik, juga harus berakhir dengan baik👍👍 semoga itulah yang terbaik.
Aseeeekkkkkkkk
Ciye.....yang lagi ingat mantan..
padahal si mantan gak ingat sama kita😔
__ADS_1
Rasanya itu........Nyos✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️