
❤️❤️Terima kasih untuk dukungannya ya❤️
Like, komen, vote, rate,👍👍👍
Ariel masih tanpa ekspresi tatapan dingin masih terlihat jelas di wajah tampannya.
Tanpa melihat dua orang yang berdiri di sampingnya, Ariel mengeluarkan suaranya.
"Duduk lah..!" ucap Ariel
Fery tersenyum sinis, tentu saja itu ditujukan untuk Ariel yang dulu dijulukinya sebagai bocah keras kepala. Siapa yang menyangka bocah keras kepala itu sudah menjelma menjadi seorang pria dewasa yang mapan, tampan, rupawan, menawan dan hartawan .
Fery menggeser sedikit kursi yang di depan Anggun, lalu mempersilahkan Anggun untuk duduk, setelah memastikan Anggun duduk dengan tenang di samping Ariel, barulah Fery duduk di samping Alisa, tentu saja posisi ini membuat Ariel dan Fery saling berhadapan.
"Terima kasih untuk tawarannya Nona Alisa." ucap Fery dengan senyuman di wajahnya.
"Kak Fery seperti orang asing saja sih...dulu juga kita sering makan malam bertiga, benar kan Manda..?"
"Oh iya...Alisa. " Jawab Anggun takut ,dia tau kalau Ariel sedang meliriknya tajam.
"Jadi...ini calon suamimu Alisa..?" Fery bertanya sambil menatap Ariel, mereka saling melayangkan tatapan tajam. Seakan-akan punya dendam yang sudah lama terpendam.
" Oh iya kak...namanya Ariel dan sebentar lagi Kami akan bertunangan, Iya kan sayang...?" Kata Alisa sambil memegang tangan Ariel.
"Ehm...iya , dan aku mengenal dengan baik orang ini Alisa.." tegas Ariel.
"Kok bisa.? Selama ini kamu kan ada di Luar negri...!"
"Tuan Fery ini pemilik salah satu Resto yang pernah aku kunjungi dulu, bukan cuma itu saja...aku juga mengenal dengan baik beberapa PELAYAN yang ada disana..!" Ariel menekankan kata pelayan sambil menatap Anggun yang juga melihatnya. Anggun cuma bisa diam sembari meremas gaunnya.
"Bukankah itu benar Tuan Fery...? " tanya Ariel lagi, senyum sinis terlihat jelas diwajahnya.
"Fery...panggil saja namaku, aku juga tidak menyangka bisa bertemu lagi denganmu Tuan Ariel..!"
"Kau juga bisa memanggil namaku saja, lalu siapa gadis....oh maaf maksudku wanita yang ada di sampingmu ini ? Bukankah dia Designer yang terkenal itu siapa namanya..?"
"Namanya Manda sayang , cepat banget sih Kamu lupanya...!" jawab Alisa.
" Iya...Manda wanita berharga dalam hidupku yang tidak akan pernah aku lepaskan..!" ucap Fery sambil menyentuh tangan Anggun. Lama dia memegangnya dan itu tidak lepas dari pandangan Ariel.
Ariel cuma tersenyum sinis sambil sesekali matanya melirik Anggun yang masih enggan menatapnya lagi. Sedangkan Alisa sudah nampak sibuk dengan buku menu yang ada ditangannya.
Beberapa menit kemudian. Meja bundar ini sudah dipenuhi dengan berbagai macam hidangan mewah , mereka berempat sudah nampak menikmati makanan lezat yang sesuai dengan selera masing masing.
__ADS_1
Suasana yang tadi sedikit tegang kini sudah kembali mencair , tentu saja Anggun masih menganggap Ariel tidak ada disampingnya.
" Ayo Manda...buka mulutmu..!" ucap Fery sambil mengangkat sendok yang berisikan makanan untuk Anggun. " Gimana rasanya? enak kan?" tanya Fery lagi setelah Anggun membuka mulutnya.
"Makasih Kak, Ini enak .." jawab Anggun dengan senyuman manisnya.
Pyar.........
Ariel menumpahkan minuman yang ada didekatnya tepat mengenai gaun Anggun. Gaun cantik Anggun sudah ternoda karenanya. Anggun langsung bergerak cepat dan berdiri ditempatnya, tanpa dia sadari Anggun mengibaskanya tepat di hadapan Ariel, yang juga melihatnya, Ariel tersenyum sinis.
" Yah Manda...gaun kamu jadi basah , ambil ini cepat bersihkan...!" ucap Alisa sambil menawarkan saputangan kecil untuk Anggun.
"Tidak masalah Alisa... aku ke toilet sebentar.."
"Biar ku antar ya...!" ucap Alisa yang sudah menggandeng Anggun, perlahan mereka berjalan meninggalkan Ariel dan juga Fery.
" Kau sengaja melakukan itu..?" tanya Fery ketika sudah memastikan Anggun tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Memangnya apa yang aku lakukan.?" Jawab Ariel santai.
"Dengar Ariel...aku tidak tau apa tujuanmu datang kembali, tapi aku tidak akan tinggal diam kalau kau berani mendekati dan mencoba mengganggu hidup Anggun lagi..!"
"Hahaha memangnya apa pentingnya dia untukku? sampai Aku harus mendekatinya?"
Kata Ariel sembari mengetuk meja dengan jari jarinya.
Penjelasan Fery membuat Ariel terdiam, Ariel tersadar kalau dulu mereka pernah dalam posisi ini juga . Kenyataan sekarang mereka sudah tukar posisi, Ariel semakin tersadar kalau ternyata dia sudah lama melepaskan Anggun.
Hal ini membuatnya marah, otaknya seperti tidak bisa menerima kenyataan ini, tangannya mengepal kuat di atas meja, dan Fery bisa melihatnya dengan jelas. Lama mereka saling memandang satu sama lain. Sampai Alisa datang mengagetkan keduanya.
"Kenapa kalian saling memandang seperti itu..?"
"Kamu sudah datang? di mana Manda..?"
"Masih di toilet kak , dia gak mau ditemenin.."
"Biar aku yang menemaninya..!"
" Gak bisa kak..Itu Toilet wanita loh, laki-laki dilarang mendekat..!"
"Baik lah..."
Fery pasrah dan dia kembali duduk tenang ditempatnya semula.
__ADS_1
Di Toilet.
"Dasar Ariel dia pasti sengaja bikin minuman itu tumpah tadi..!" Kesalnya sambil melangkah keluar dari toilet .
Akhpppppp
Anggun merasa ada tangan kekar yang menutup mulutnya, membawanya ke sudut dinding di samping toilet, yang jarang dilalui orang. Dalam sekejap tubuhnya sudah menempel didinding.
Matanya membulat sempurna melihat pria yang masih menutup mulutnya rapat, sampai dia tidak bisa bicara.
Posisi mereka semakin dekat, mereka saling memandang, tidak ada percakapan apa pun, sampai Ariel mengunci Anggun dengan kedua tangannya . Memastikan Anggun tidak akan bisa menjauh darinya .
"Lepas..!" Kata Anggun sambil berusaha menjauhkan Ariel, tapi Ariel tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya.
"Kenapa aku harus melepasmu...?"
"Jangan ganggu aku Ariel, pergilah...!"
"Kau sudah bisa menyebut namaku Anggun?"
"Apa pentingnya Tuan..?"
"Jangan membuat aku marah Anggun, kau tau kan aku bisa melakukan apapun yang aku mau.."
" Lakukanlah apapun yang mau kau lakukan, aku tidak perduli, itu bukan urusanku.."
" Iya dari dulu...kau memang tidak perduli apapun Anggun, kau cuma perduli dengan dirimu sendiri saja, kau tidak pernah perduli dengan keadaan orang lain.."
"Orang lain yang mana..? siapa..? Ariel dengarkan aku baik baik, jangan pernah bahas apapun tentang masa laluku, bagiku itu tidak penting.." Anggun memukul dada Ariel supaya dia menjauh. Tapi dengan cepat Ariel mengunci kedua tangan Anggun di kedua disi kepalanya.
"Kau gila Ariel lepas..!" ketus Anggun.
"Aku tidak akan melepaskanmu, kau harus diberi pelajaran Anggun, supaya kau bisa merubah hidupmu menjadi lebih baik lagi.."
"Apa maksudmu Ariel, lepas jangan sentuh aku..!"
"Kau marah ketika aku menyentuhmu, tapi kau menerima dengan sukarela ketika orang lain menyentuhmu..!"
"Ariel...Jaga ucapanmu itu..!"
"Kenapa...Sudah berapa pria yang mencium bibirmu ini hm...?"
Mendengar itu Anggun menjadi semakin emosi..
__ADS_1
Mampir ke
Cinta Raisa ❤️