Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Cemburu yang tidak tepat


__ADS_3

Ariel tetaplah Ariel didalam dunia bisnis, ia memang seorang pria yang tangguh, yang tidak mudah goyah, yang tidak mudah dipengaruhi keadaan apapun. Tapi Ariel juga hanyalah manusia biasa yang sebenarnya memiliki kelemahan.Dan dari dulu kelemahan Ariel adalah Anggun, satu satunya kelemahan yang ia miliki hanyalah Anggun yang tak lain wanita yang sudah menjadi mantan tercinta.


Tanpa Ariel sadari, sifat posesif terhadap Anggun sudah mendarah daging ditubuhnya.


Meskipun mulutnya berkata benci, meskipun mulutnya memaki, meskipun mulutnya selalu menghina dan mengatakan hubungan mereka sudah berakhir, tapi hatinya masih tetap ingin menguasai, dan Ariel membenci Anggun, tapi sifat posesifnya tidak mau pergi. Arie cemburu diwaktu yang tidak tepat. Siapa yang direpotkan kalau begini....? Jantung...lagi lagi jantung, kasian si jantung lebih cepat jantung berdetak memompa darah agar mengalir dalam tubuh Ariel yang panas.


Sementara kecemasan terjadi di rumah sakit, tubuh Farida menolak segala usaha yang dilakukan Dokter untuk penyembuhan Farida.


Tampak beberapa Dokter dan Suster masih menangani pasien yang belum juga sadarkan diri.


Anggun masih saja menangis di pelukan Hani


" Mama hiks hiks hiks aku takut Hani....huhuhu"


"Semua pasti baik baik saja Anggun, Mama pasti sembuh," Hani melihat jelas wajah Anggun yang sembab, ia terus berusaha menenangkan Anggun.


Sementara Fery, ia juga tidak kalah khawatir dengan keadaan ini, wajahnya terlihat sangat Frustasi, beban berat kini ia panggul. Berdiri didepan ruang operasi dengan gelisah, melihat Anggun yang masih saja menangis, menambah luka hatinya. Dia mendekati Anggun, dan duduk disampingnya.


"Anggun, tenang ya....Mama pasti kuat...." ia menepuk halus punggung Anggun, sesekali menyingkap rambut halus yang menutupi wajahnya.


"Anggun sudah pernah merasakan kehilangan ibu kak....Takdir membuat Anggun pisah dari ibu untuk selamanya kak . Takdir juga yang menemukan Anggun dengan Mama kak, tapi sekarang takdir mau memisahkan kami juga kak huhuhuhuhu!"


Fery memegang kedua bahu Anggun agar menghadapnya. "Sssttttt Ini bukan salah takdir, kamu tidak boleh lemah seperti ini, tetap berdoa semoga takdir masih berpihak sama kita,"


"Iya kak hiks hiks hiks hiks...."


4 Jam kemudian pintu ruang operasi di buka, membuat Anggun dan Fery , beberapa Dokter keluar dari ruangan itu, wajah wajah yang tadi dipenuhi dengan kecemasan, kini sudah bisa tersenyum lega.


"Bagaimana keadaan Mama saya Dok...." Anggun mendahului Fery bertanya pada Dokter.


"Semua berkat kalian, anak anak dari Nyonya Farida , Doa itu yang utama, mengiringi kami untuk menjalankan operasi ini, dan semua berjalan sesuai rencana, kondisinya pasti akan membaik, " Ucap salah satu Dokter yang sudah hampir paruh baya, terlihat manis dengan senyumannya memandang satu persatu wajah Fery dan Anggun.


Penjelasan ini membuat keduanya bahagia, tidak henti hentinya bersyukur, mereka hanya tinggal menunggu Mama dipindahkan keruangan nya.

__ADS_1


*****


Anggun dan Rizky duduk di bangku panjang yang terbuat dari besi, mereka berdua duduk berdampingan di taman rumah sakit, tentu saja dengan Rizky yang masih memakai jas putih Dokternya. Dan Anggun ia sudah mulai tersenyum.


"Enak....?" Tanya Rizky ia menyiapkan makanan jenis seafood untuk Anggun.


"Jangan banyak banyak, aku punya alergi tau, aku gak bisa makan seafood sebenernya..."


"Aku ini Dokter, kamu lupa ya....? Aku juga tau kalau kamu punya Alergi, tapi aku juga sudah menyiapkan penawarnya untuk mu, jadi jangan khawatir ok...."


"Iya ....terimakasih."


"Sudah dibilang, jangan pernah berterima kasih, aku ini sahabatmu, jangan lupa itu, kalau ada masalah juga jangan sungkan cerita ya...."


"Iya....Gak ada masalah kok, cuma masih khawatir dengan keadaan Mama," Wajah Anggun kembali sendu.


Rizky meletakan makanan yang dipegangnya di sampingnya, dia memegang erat kedua tangan Anggun, membawanya kepangkuan nya.


"Kamu sayang sekali sama Mama angkat mu itu ya....?


"Kamu seperti ini lagi, dari dulu kamu selalu mengorbankan kebahagiaan mu sendiri untuk orang lain."


Anggun menggelengkan kepala. Sambil menatap Rizky. "Gak Ky....Mereka bukan orang lain, mereka berdua lebih penting dari apapun, mereka berdua yang sudah membuat aku seperti sekarang, Mama tidak pernah membedakan kasih sayang diantara kami berdua , kebahagiaan ku adalah mereka, aku bahagia kalau mereka bahagia Ky...."


"Iya aku tau itu, Anggun yang aku lihat, Fery memiliki perasaan lebih untuk mu, sebagai seorang pria, dia pasti memiliki perasaan yang lain,"


"Apa maksudmu Ky....?


"Fery.... pasti dia suka sama kamu ,"


"Ah....Becanda kamu ya, gak lucu tau gak," Anggun menghempaskan tangan Rizky. Membuat Rizky tersenyum.


"Aku serius, dia tuh suka sama Kamu, apa salahnya? dia baik, kamu juga baik.."

__ADS_1


"Tapi aku gak sebaik itu Ky....Aku gak pantes untuk laki laki manapun Ky aku tuh udah....."


Anggun tersadar kalau dia hampir membuka rahasia lamanya, didepan Rizky.


"Kamu sudah apa?" Rizky memperhatikan raut wajah Anggun yang berubah, terlihat jelas gadis itu mencoba menutupi kekhawatirannya.


"Aku cuma.....


"Ternyata kau disini....?"


Anggun terdiam melihat Ariel sudah berdiri didepannya, seketika Anggun dan Rizky juga berdiri, Ariel memandang sinis Rizky, yang berdiri cukup tenang disamping Anggun.


"Sebagai rekan kerjamu ,aku kesini untuk menghiburmu, karena aku pikir kau pasti sedang dirundung kesedihan, tapi....Kau bersenang senang dengan pria ini."


"Pergilah Ariel aku tidak mau berdebat,"


"Ikut aku," Ariel memegang pergelangan tangan kiri Anggun, tapi dengan cepat Rizky memegang pergelangan tangan kanan Anggun. Kedua pria ini saling berhadapan.


"Lepaskan dia...." Ucap Rizky tegas.


"Kau jangan ikut campur ," Ariel tidak mau kalah. Dia menarik kasar tangan Anggun, sampai Rizky melepaskan tangan Anggun.


Ariel membawa Anggun sedikit menjauhi Rizky, "Kau masih suka menggoda pria ya, aku sempat berfikir kejadian lima tahun yang lalu terjadi karena kau dijebak setelah kepergian ibumu, tapi lihat....dengan mudahnya kau dekat dengan pria lain seperti ini..." Ucap Ariel sambil melepaskan tangan Anggun.


"Cukup Ariel....Kau sudah melewati batasan mu....Aku sudah bilang jangan bahas apapun tentang masa lalu ku yang tidak penting,"


"Tidak penting katamu? Kau sudah menjual harga dirimu bukan, berapa mereka membayar mu...?"


Plak..Tamparan itu mengenai pipi kanan Ariel, bahkan terlihat jelas pipinya sudah memerah, Anggun sekuat tenaga menamparnya.


"Kau sangat keterlaluan Ariel...." Teriakan Anggun terdengar jelas di telinga Rizky, membuat Rizky mendekati mereka.


"Apa yang kau lakukan?" Tepukan kecil dari Rizky mendarat di bahu Ariel.

__ADS_1


"Aku bilang kau jangan ikut campur , tapi baiklah kau ambil saja wanita ini, karena kalian sama saja !" ucap Ariel dan pergi menjauh.


Bersambung...


__ADS_2