Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Rencana melakukan tes


__ADS_3

"Tenangkan dirimu...." Rizky menggandeng tangan Anggun, untuk kembali duduk di bangku taman yang mereka tempati sebelumnya.


"Siapa dia? Mulutnya kasar sekali !" Ucap Rizky lagi .


"Dia gak salah," Ucap Anggun dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


"Anggun....Dia sudah memfitnah mu, itu sudah keterlaluan, dia harus di...


"Aku bilang dia gak salah, yang kamu dengar tadi itulah kenyataannya." Anggun sedikit mengeraskan suaranya dan menatap wajah Rizky.


"Hahahaha Kalian berdua ini buat lelucon apa sih? Aku mengenalmu dengan baik, kamu bukan perempuan seperti itu," Rizky masih saja menertawakan Anggun, bahkan kedua matanya hampir mengeluarkan air mata karena ia terus tertawa.


"Terserah kamu, mau percaya atau tidak, tapi aku memang sudah ternoda, bahkan aku tidak mengenal laki-laki yang sudah mengambil kehormatan ku."


Deg....


Wajah Rizky mendadak berubah setelah melihat butir air mata yang kembali jatuh membasahi kedua pipi mulus Anggun. Kedua telinganya juga berdengung setelah mendengar hal yang sangat tidak masuk akal, bagaimana mungkin Anggun tidak mengenal laki-laki kurang ajar itu? Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam benaknya.


"Minumlah," Ucapnya ia memberikan botol air mineral untuk Anggun, "Tenangkan dirimu," Ucapnya lagi, kemudian ia menutup kembali botol air mineral yang tersisa setengahnya, dan meletakanya begitu saja di sampingnya.


"Ceritakan dari awal, agar aku bisa percaya," Ucap Rizky, ia terus memandang bola mata Anggun, berharap Anggun mau terbuka dan membahas lebih dalam lagi persoalan yang sangat sensitif bagi seorang wanita, apa lagi mereka sudah sama sama tumbuh dewasa.


Anggun menarik nafas dalam "Aku tidak tau dari mana aku harus mulai bicara, itu sudah terlalu lama aku sendiri hampir tidak bisa mengingatnya, sudah lima tahun berlalu ,"


"Lima tahun? Ayolah Anggun ini masalah serius, Kamu jangan sungkan....Aku ini seorang Dokter, hal seperti ini sudah biasa aku dengar, jadi kamu jangan ragu terbukalah!"


"Kamu ingat, lima tahun lalu saat kita pisah di Bandara? "


Kening Rizky berkerut bahkan kedua ujung alisnya hampir menyatu, memutar ingatannya kembali ke waktu yang sudah lama berlalu.


"Iya....Aku mengajakmu kembali ke Kota, kita memilih penerbangan yang paling utama , kita sampai di Bandara masih petang, kalau tidak salah sekitar jam 4 dini hari , karena aku mengejar waktu, aku harus sampai ke Rumah Sakit secepatnya , jadi aku tidak bisa mengantarmu sampai ke tempat tujuanmu, aku mencarikan taksi untukmu, lalu setelah itu....Ceritakan apa yang terjadi stelah itu....?"


"Dalam perjalanan tiba tiba saja taksi itu berhenti, aku tidak bisa melihat dengan jelas ketika supir taksi itu keluar dan berdebat dengan seseorang, setelah itu tiba tiba saja pintu samping bagian belakang ada yang membukanya, orang itu menyekap ku begitu saja, setelah itu aku tidak ingat apapun lagi ,


aku tersadar di dalam kamar yang sangat asing untuk ku, dan setelah itu....Hiks hiks hiks"


Anggun tidak bisa lagi melanjutkan ceritanya, ia teringat Ariel yang memarahinya, dan meninggalkannya.

__ADS_1


"Ada yang menjebak mu, ayo Anggun coba ingat apa yang terjadi setelah itu....?"


"Ariel datang, dia datang membawa beberapa foto ku yang tertidur pulas di pelukan pria asing, foto itu terlihat begitu nyata, pria asing itu pasti sudah melakukannya, Ariel marah dia pergi meninggalkan aku begitu saja, dia pergi ketika aku masih sangat mencintainya, kamu sudah percaya? kamu juga akan pergi meninggalkan aku kan?"


"Ariel? pantas saja dia sangat marah tadi, tapi siapa yang sudah menjebak mu....?"


"Sebenarnya, Mama Ariel pernah datang dan memintaku untuk menjauhi Ariel, tapi aku menolak, mungkin saja Mama Ariel yang melakukannya kan?"


"Kenapa kamu tidak menjelaskan semua ini sama Ariel? Dia pasti sudah salah paham."


"Percuma saja Ky.....dia sudah tidak percaya aku lagi, hubungan kami berakhir ketika sudah tidak ada lagi kepercayaan di dalamnya, lagi pula aku sangat tau sifatnya, aku gak mau dia menjadi terpukul ketika tau Mama yang dia banggakan menentang keras hubungan kami...."


"Biar aku yang mengatakan yang sebenarnya kepada Ariel itu, dia harus tau kalau Mamanya sendiri yang sudah menjebak mu,"


"Jangan Ky....Itu tidak akan mengubah apapun juga, hubungan kami sudah lama berakhir, Ariel akan menikahi Alisa , yang tidak lain temanku sendiri, aku gak mau merusak kebahagiaan wanita lain Ky...."


"Tapi aku lihat, kamu masih menyimpan perasaan untuknya, "


"Itu tidak penting,"


"Aku akan membencimu kalau kamu tetap menemuinya,"


"Baiklah....Kamu juga harus berjanji satu hal Anggun,"


"Apa....?"


"Kamu harus melakukan Tes, "


"Tes apa? untuk apa?"


"Tes ini penting Anggun, supaya kamu tau apa yang sudah dilakukan pria itu."


"Dia pasti sudah melakukanya,"


"Sudah cukup kamu menduganya selama lima tahun ini, sekarang kamu harus mencari tau faktanya."


"Bagaiman kalau nanti hasilnya sama dengan apa yang aku duga selama ini?"

__ADS_1


"Lebih baik, mengetahui kenyataannya sepahit apapun itu, dari pada kamu hidup dalam ketakutan karena sesuatu yang tidak pasti."


"Apa sudah ada yang pernah melakukan Tes seperti ini?"


"Kejadian seperti ini sangat langka Anggun, tapi dalam kasus ini berbeda, kamu punya alasan yang kuat untuk melakukannya, mereka sudah menjebak mu ,"


"Tapi aku....


"Percayalah, aku akan menemani mu, jangan takut, Dokter yang akan menangani mu ini seorang wanita !"


"Aku tetap tidak mau, aku tidak akan melakukan Tes itu,"


"Yasudah, aku juga tidak mau berjanji apapun, aku tetap akan menemui Ariel itu,"


"Yasudah, aku akan melakukannya, apa Tes itu bisa dilakukan hari ini juga?"


"Ayo ikut aku, kita buat janji dulu, kamu tidak perlu khawatir, aku kenal dekat dengannya." Ucap Rizky, ia mengajak Anggun kembali masuk ke dalam Rumah Sakit.


*****


Sementara Farida sudah dipindahkan di ruang VIP rumah sakit, semua berjalan dengan baik, Farida sudah kembali sadar meskipun dia masih terbaring lemah, matanya sudah terbuka, ia berusaha memandang wajah wajah yang ia rindukan.


Farida mencoba tersenyum, kedua matanya terus beralih memandang dari satu wajah ke wajah yang lain, sampai lama ia memandang wajah Anggun, begitu juga dengan Anggun, ia mendekati ranjang pasien tempat Farida berbaring, Anggun berdiri memegang tangan Farida, Anggun sempat menitikkan air mata kebahagiaan karena Mama angkatnya sudah kembali pulih.


"Jangan menangis Nak," Suara lemah Farida masih bisa di dengar jelas.


"Iya Ma....Manda senang Mama kembali sadar ,"


Farida menggelengkan kepala. "Fery...." Suara lemahnya memanggil Fery. Fery mendekat ia berdiri tepat di samping Anggun.


Tangan Farida masih bergetar, ia masih terlihat sangat lemah , tapi ia terus berusaha memegang tangan Fery, Farida menyatukan tangan Fery dan juga tangan Anggun. Membuat Anggun dan Fery terheran dan mereka saling menatap. Sebelum Farida kembali menyebut namanya.


"Anggun," Suara lemah Farida menyebut nama Anggun, selam Lima tahun lamanya Farida menganggap Anggun sebagai Manda putrinya, tapi hari ini untuk pertama kali Farida mengenali dan menyebut nama Anggun.


"Anggun, jadilah menantu Mama nak."


Sekali lagi suara lemah Farida membuat Anggun dan juga Fery saling memandang.

__ADS_1


__ADS_2