
Ariel menjadi tidak tega melihat Alisa yang histeris dan frustasi, ia memegang kedua bahu Alisa dan mengajaknya duduk di pinggir tempat tidur, Alisa masih menangis dan menunduk membuat sebagian rambutnya menutupi parasnya yang cantik.
"Bukalah hatimu untuk laki-laki lain Alisa, dengan begitu kau bisa melihat siapa yang mencintaimu dengan tulus," Ariel membuka suara.
"Tidak Ariel, aku yakin cuma kamu laki-laki yang pantas untukku...selama ini kamu tidak pernah menyakitiku..." ucapnya lirih.
Ariel membuang napas kasar, entah dengan cara apa ia bisa meyakinkan wanita ini.
"Selama ini...ada laki-laki yang mencintaimu dengan tulus, tapi kau tidak pernah menghiraukan dia, bahkan dia selalu menjagamu dari jauh Alisa,"
"Tidak Ariel...cuma kamu yang mencintai aku,"
"Maafkan aku Alisa, tapi inilah kenyataannya, dia tidak tega melihatmu kecewa, dia tidak tega melihatmu bersedih, dan dia juga yang memintaku untuk menerima cintamu dulu Alisa,"
Alisa mengangkat wajahnya, seketika pandangan keduanya bertemu.
"Jadi kau tidak pernah mencintai aku?"
"Hanya sebatas mengagumi, " Ariel kembali diam, ia tidak mau menyakiti Alisa lebih dalam lagi, ia takut mulutnya salah bicara.
"Apa kau akan membenciku, setelah apa yang sudah aku lakukan?"
"Aku punya banyak kesalahan, dan setiap manusia punya kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya, Alisa...aku sudah mendapatkan itu dari Anggun, dan aku juga akan memberikan kesempatan yang sama untukmu," ucap Ariel dengan lembut.
"Apa kau sangat mencintai Anggun?"
"Sangat...aku sangat mencintainya, dan aku tidak mau kehilang dia untuk yang kedua kali,"
Alisa tersenyum sinis, kasihan sekali nasibnya, berusaha mempertahankan laki-laki yang hati dan cintanya bukan miliknya, ternyata cinta memang tidak harus saling memiliki. Alisa menghapus air matanya.
"Boleh aku memelukmu? " tanya Alisa penuh harap " untuk yang terakhir," pintanya lagi.
"Gadis bodoh ! kemarilah," jawab Ariel mendekap Alisa ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku Alisa..." lirih Ariel.
"Tidak...aku tidak akan memaafkanmu, tidak akan pernah," Alisa berusha menahan air matanya.
Alisa melepaskan pelukannya "Pergilah ! kejar cintamu !" perintah Alisa berusaha tetap tegar.
__ADS_1
"Ck, karena ualahmu aku harus mencarinya,"
"Setidaknya kau harus berjuang, supaya kau bisa meraskan perjuanganku dulu mengejar cintamu," ucap Alisa bercanda.
"Kau benar...Apa kau sudah baik-baik saja?" tanya Ariel.
"Iyah...pergilah, sebelum aku berubah fikiran,"
Ariel merespon dengan senyuman, ia merasa lega karena Alisa mau menerima keputusannya. Ariel keluar dari kamar Alisa, ia menoleh melihat Endi yang masih menyandar di dinding kamar.
"Berikan kunci mobilku...kau temanilah dia," ucap Ariel.
Dengan semangat yang menggebu Endi merogoh kantong celana dan mengambil kunci mobil Ariel.
"Apa kalian sudah selesai ?" bisik Endi.
"Tugasku untuk menjaganya sudah selesai, sesuai perintahmu!" jawab Ariel dengan malas.
"Terima kasih kau memang bisa diandalkan," Endi memeluk erat Ariel dan menepuk punggungnya.
"Sudahlah jangan drama, aku harus cepat mencari istriku, kau jangan macam-macam di sini!"
Masih terdengar jelas suara tangisan Alisa, gadis ini masih menunduk dan memunggungi pintu kamar, sehingga ia tidak menyadari kalau Endi berdiri di belakangnya.
Endi menarik napas dalam, sebagai seorang Dokter ia sudah terbiasa menangani pasien yang kritis bahkan di ruang operasi sekalipun, tapi ruangan ini yang terasa menakutkan untuknya.
"Sadarlah Alisa...kau tidak mencintainya, selama ini kau hanya terobsesi untuk memilikinya,"
Alisa berbalik ia terkejut melihat Endi.
"Ke-kenapa kau masih ada di sini ?"
"Untuk menemanimu...Alisa dengarkan aku sekali ini saja," Endi menekuk lututnya di depan Alisa yang masih duduk di tempatnya semula.
"Pergilah...pergi sana !" Alisa memukul-mukul bahu Endi, dan terus mengusirnya.
Endi memegang kedua tangan Alisa dan menatap lekat wajahnya "Aku lah yang selama ini mencintaimu, aku yang selalu menunggumu, bahkan kau juga tau itu dari dulu, kau lebih memilih Ariel karena dia lebih berpotensi untuk mewujudkan karirmu sebagai seorang model, kau tidak mencintai Ariel, kau hanya terobsesi saja Alisa,"
"Tidak ada yang mencintai aku seperti itu, tidak ada ! " teriak Alisa.
__ADS_1
"Percayalah Alisa, aku benar-benar mencintaimu, beri aku satu kesempatan untuk membuktikan cintaku Alisa," ucap Endi .
"Tapi aku jahat...aku jahat, aku mencintai Ariel,"
"Tidak Alisa, itu hanya obsesi semata, kau bisa melupakan dia," Endi mendekap Alisa kedalam pelukannya, dan membiarkan air mata Alisa membasahi bajunya.
*****
Ariel benar-benar frustasi tadi malam Ariel melajukan mobilnya seorang diri menuju rumah mama-nya, maksud hati ingin tukar pikiran dan meminta bantuan untuk mencari istrinya, tapi rumah dalam keadaan kosong, parahnya lagi Orangtuanya berlibur ke luar negri, ck kemana dia akan mengadu? benar-benar menyebalkan.
Ini hari yang di tunggu-tunggu, Alisa memberikan kejutan besar untuknya, tidak disangka gadis itu masih mempunyai hati nurani. Saat ini Ariel dan Alisa duduk berdampingan di depan para awak media, semua ini inisiatif Alisa yang ingin menghapus semua berita yang sudah terlanjur tersebar luas, karena ulahnya Alisa tidak perduli dengan reputasinya yang mungkin akan merosot tajam.
Lampu kamera terus menyoroti mereka berdua, para wartawan sedari tadi sudah mengambil gambar mereka, tidak lupa dengan mic yang sudah on tersusun rapi di atas meja.
"Apa benar Mas Ariel sudah menikah diam-diam dengan teman dekat Mbak Alisa?" pertanyaan sudah mulai di lontarkan.
"Baiklah...sebelumnya saya minta maaf dengan berita yang sudah terlanjur beredar, yang mungkin mengganggu kenyamanan dari beberapa pihak, saya benar-benar minta maaf," ucap Ariel sembari menatap satu persatu wajah para awak media.
" Dan...iya benar saya sudah menikah,"
riuh-riuh-riuh suara para wartawan semakin riuh mendengar langsung dari mulut Ariel.
"Jadi benar kalau Mas Ariel mengkhianati Mbak Alisa karena tergoda dengan istri Mas Ariel yang sekarang?"
Ariel mengepalkan tangannya.
"Maaf sebelumnya, ijinkan saya mengklarifikasi kebenaran yang sebenarny semua ini memang salah saya, dari awal saya yang sudah masuk ke dalam kehidupan Ariel, dan istrinya tidak lain adalah kekasihnya dulu, jadi dia sama sekali tidak menggoda Ariel, justru saya yang sudah berusaha merebut Ariel darinya,"
Bukan cuma para awak media yang terkejut, Ariel juga tercengang mendengar pengakuan Alisa yang begitu nekat, bahkan ia rela menjatuhkan harga dirinya di depan umum.
"Kenapa Mbak Alisa tega melakukan itu? bukankah kemarin Mbak Alisa sendiri yang sudah menyebarkan berita itu?
"Saya minta maaf, karena saya sudah membohongi pubik dengan semua cerita saya, tadinya saya berfikir kalau saya mencintai Ariel, tapi ternyata saya salah, saya tidak mencintainya, saya hanya terobsesi untuk memilikinya," ucap Alisa sembari tersenyum melihat Endi yang berdiri di belakang wartawan.
*******
Terima kasih semua dukungannya ya☺
Itu bintng 5 di pincit ya sayang......
__ADS_1
Adakah yang menunggu kisah cinta kak Fery, komen ya, kalau tidak ada berarti aman-aman saja, kita tutup cerita manis Anggun dan Ariel saja, kalau ada yang mau Cinta suci kak Fery, di komen ya😌