Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Amarah Anggun


__ADS_3

Ariel menjambak rambutnya fruatasi, ia bergantian melihat wajah wajah yang ada di dalam kamar pasien itu, Tante Rani yang terbaring lemah dengan jarum infus ditangan,


Mama Ariel yang menangis dan menundukan


kepala , sementara Alisa masih menangis dan mengeluarkan air mata.


Ariel sejenak memejamkan mata, bayangan Anggun kembali terlintas , tidak ! Ariel tidak bisa menyakiti Anggun lebih dalam lagi, tapi kalau Anggun tau tentang ini, kemungkinan dia akan pergi, tidak Anggun tidak boleh pergi,


Ariel terus berusaha mencari jalan keluar.


"Baiklah....Kita akan menikah secepatnya ! "


Jawaban tenang dari Ariel membuat tangisan Alisa berhenti. Alisa menghapus sisa air mata dan memeluk Ariel dengan erat.


"Aku tau kamu pasti akan bertanggung jawab,"


Alisa semakin mengencangkan pelukan itu, sampai Ariel memilih untuk menarik diri.


"Biarkan aku yang mengurus semua ini, kamu tenang saja pikirkan janin yang ada di dalam rahimmu ! " ucap Ariel penuh perhatian.


Alisa semakin bahagia, dan dering Hp Ariel membuat ia keluar dari ruangan ini.


"Kenapa lama sekali ? " tanya Ariel pada Yusri,


"Diamlah....semua ini untukmu ! "


"Apa kalian masih di Bandara ? "


"Tidak....Kami sudah dalam perjalanan menuju tempat biasa, temanmu ini kelelahan dia tertidur, apa kau merindukannya? "


"Aku akan membunuhnya ! " Ariel mengakhiri percakapan ini dan kembali memasukan Hp kedalam saku celananya.


"Dia akan membunuhmu ! " ucap Yusri yang terus melajukan mobilnya.


"Ariel tidak pernah berubah ! aku menyesal datang kesini ! " jawabnya namun enggan membuka mata.


Yusri tersenyum, "Tunjukan kepada Ariel, kalau kau bisa diandalkan, kau sendiri yang mencoba menjadi pahlawan tapi kau yang menjerumuskan ! "


"Diamlah ! fokus mengukur jalan, aku tidak mau mati muda, aku belum menikah ! "


"Kau masih mencintai Alisa ? apa sampai sekarang kau masih menunggunya ? "


Yusri tidak mendapatkan jawaban, ia hanya mendapat lirikan tajam dari sahabatnya.


.


.


.


Ariel masih tertunduk di koridor rumah sakit, menyenderkan punggungnya di dinding, dan ia terus memandang wajah Anggun yang ada di Hp-nya, pose dimana Anggun masih tidur lelap dalam pelukannya. Entah ada berapa foto yang diambilnya, yang pasti foto Anggun tersimpan rapi di dalam genggamannya.


Ariel mengirimkan pesan untuk Anggun, tapi ia tidak mendapatkan balasan, saat Ariel ingin menghubunginya, tiba tiba saja seseorang menepuk pundaknya.


"Mama....! "


Ariel yang terkejut langsung memasukan Hp kedalam saku celananya, jangan sampai ada yang tahu tentang pernikahannya dengan Anggun, bisa saja Alisa menyakiti Anggun.


"Mama mau bicara sama kamu ! " ucap Widia dengan wajah yang sendu.


"Bicara saja Ma....! "


"Jangan disini, kita cari tempat lain ! " seru Widia yang sudah berjalan mendahului Ariel menuju tangga darurat, dimana tidak akan ada yang mendengar ucapan mereka.


.


.


.


.


"Mama minta maaf Ariel ! tolong maafkan Mama ! " isakan tangis Widia pecah setelah menceritakan kejahatan yang selama ini disimpan sendiri.


Ariel mengepalkan kedua tangannya dengan emosi, ia berusaha menahan amarahnya.


" Kenapa Mama lakukan itu Ma, kenapa ?" teriak Ariel frustasi.


"Mama benar benar menyesal Ariel, sangat menyesal, Mama juga baru menyadari kalau Anggun wanita yang tulus Nak ! Maafkan Mama hiks hiks hiks ! " sesal Widia.


Ariel mengguncangkan kedua bahu Ny.Widia.


"Pantas dia meragukan aku, ternyata semua ini perbuatan Mama, kenapa Mama tega Ma? kenapa ? arghhhh ! " teriak Ariel frustasi.


Bug bug bug


Ariel memukul dinding, mencurahkan segala emosinya, "Dia bahkan tidak pernah sekalipun membahas penghinaan Mama ini Ma ! "


Kini Ariel sudah terduduk di lantai, menyender di dinding, menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya, Widia bisa melihat jelas punggung Ariel yang bergetar, Widia mencoba menyentuhnya.

__ADS_1


"Sebenarnya Anggun melarang Mama mengatakan yang sebenarnya, dia tidak mau menambah beban pikiranmu, dia tidak mau kamu menyalahkan dirimu sendiri! Mama akui Mama yang bersalah, Mama sudah terang terangan menolak dia Nak ! Maaf ! "


"Lalu kenapa Mama mengatakan semua ini ? kenapa tidak Mama simpan rapat seperti selama ini ? " tanya Ariel dengan wajah yang merah.


"Mama tidak mau melakukan kesalahan lagi, Mama juga takut kamu melakukan kesalahan yang sama Nak ! dan apapun keputusanmu, Mama harap, kita tidak menyakiti Anggun lagi, Mama berhutang nyawa padanya hiks hiks hiks ! "


" Maksud Mama...? "


"Sebenarnya dia yang membawa Mama ke rumah sakit, dan Anggun juga yang sudah mendonorkan darah untuk Mama ! "


"Anggun ! " Ariel terkejut


"Argghhhhh apa yang sudah Mama lakukan !"


Bug bug bug Aril memukul tangga darurat itu, Widia cuma bisa menahan ketakutannya.


"Kenapa Mama tega Ma....? Arghhkkk "


Kini Ariel benar benar sudah tidak punya nyali untuk berhadapan dengan Anggun.


.


.


.


******


Saat ini Anggun dan adiknya suci sedang duduk di bangku taman , dikelilingi dengan anak anak kecil yang sedang asik bermain.


" Jadi kak Fery kapan pulang dari luar kota Mbak ? " tanya suci sembari menikmati ice cream coklatnya.


"Belum bisa dipastikan, Alhamdulillah sudah banyak investor yang mulai bekerja sama dengan kak Fery . " jawab Anggun, yang fokus melihat anak anak bermain bola.


"Alhamdulillah, suci seneng dengarnya ! " seru suci tersenyum menampakan giginya yang tersusun rapi.


" Tumben kamu tanya soal kak Fery ? "


" Kangen aja Mbak ups ! " Suci menutup mulutnya.


"Kangen ? kamu kangen sama Mas Fery ? kok bisa ? " tanya Anggun antusias, melihat wajah Suci yang tetsipu malu.


"Enggak kok Mbak, Mbak jangan marah ya, Mbak jangan salah paham ! " bantah Suci.


"Kamu ini adik Mbak loh, gak bisa bohong, kamu suka ya sama kak Fery ? sejak kapan ?tanya Anggun penasaran.


"Hahaha kamu kenapa sih ? Mbak gak masalah kok, Mbak gak ada perasaan lebih sama kak Fery, cuma sebatas adik dan Kakak aja ! "


"Terus kenapa sebentar lagi kalian menikah?"


"Mbak akan jawab pertanyaan kamu, kalau kamu jujur sama Mbak, sejak kapan kamu suka sama Kak Fery ? "


" Sudah lama Mbak ! eh tapi Mbak gak akan marah'kan ?" Suci semakin tidak enak hati.


"Enggak kok, sebenarnya Mbak sudah..


"Tante...Tolong ambilkan bola Rio dong ! " teriak anak kecil, meminta bolla kaki yang menggelinding di kaki Anggun.


Anggun tersenyum dan mengambilnya.


" Ayo sini ambil . " Anggun menjulurkan tangannya, dan anak kecil yang bernama Rio ini mendekat.


" Ini Tante balikin ! " menyerahkan bola.


"Terimakasih Tante....! "


"Kamu itu lucu banget sih ? orang tua kamu mana ? " dalam pikiran Anggun, tidak baik melepsakan anak kecil yang mungkin usianya masih 5 tahun bermain tanpa pengawasan orang tua.


" Mama lagi telepn, kalo Papa lagi beli ice cream, tante mau....


" Rio kamu disini? " seorang wanita muda datang mengelus punggung Rio.


"Main sama Tante Ma ! " jawabnya menunjuk Anggun.


"Maaf ya Mbak ! anak saya mengganggu ya Mbak ? "


" Enggak kok Mbak , justru seneng karena Rio lucu !"


Seorang laki laki datang dengan memegang ice crem di kedua tangannya, ia datang dari belakang Anggun dan langsung menunguk di depan Rio.


" Maaf ya, Papa beli ice creamnya ngantri panjang, jadi lama deh ! " ucapnya.


"Beli lagi Pa....! Tante cantik mau satu ! "


"Tante cantik siapa....? "


" Ini Pa, temen baru Rio ! " menunjuk Anggun.


Deg...........................

__ADS_1


Keduanya terkejut saat saling berhadapan, ice cream yang di pegangnya jatuh menyentuh rumput. Ketika melihat wajah Anggun dari jarak dekat.


" Kenapa di buang Pa....? " tanya Rio.


"Kamu kenapa sih Mas? kayak kaget gitu apa..


Plak..............Belum selesai istrinya bicara, Anggun sudah menampar suaminya.


"Tante....Kenapa Papa dipukul ? "


"Suci....Kamu ajak anak ini main ! " perintah Anggun.


"Iy Mbak...." Suci membawa Rio menjauhi orang dewasa yang sedang emosi.


"Sebenarnya ini ada apa ? kenapa Mbak menampar suami saya ? "


"Suami...? laki laki brengs*k ini suamimu?" marah Anggun, tapi ia tetap mengecilkan suaranya, mengingat ini di tempat umum.


"Ada apa ini Mas? kenapa diam saja?"


"Apa yang bisa dia jawab? dia tidak mungkin mengakui kalau lima tahun yang lalu dia sudah menodai peremuan yang tidak dikenalnya ! "


"Apa ....? apa itu benar pa ? jawab ?"


Istrinya mengguncang bahu Dana,habislah riwayatmu Dana, sudah diperingatkan jangan muncul dihadapan Anggun, tapi lihatlah dia sekarang sudah merasakan tamparan dari Anggun.


"Itu tidak benar Ma, Papa tidak melakukan itu!" Dana berusaha meyakinkan istrinya, bisa habis juga dia di tangan istrinya ini, bisa gak boleh tidur di kamar, dan itu sangat menyiksa.


"Lalu apa yang kau lakukan padaku di rumah kosong itu lima tahun yang lalu ? " teriak Anggun.


Brug.....Dana bersimpuh di kaki Anggun.


"Aku bersumpah, aku tidak menyentuh Anda Nona, aku tidak melecehkan Anda, kami merekayasa semua itu Nona, kami hanya mengambil Fotonya saja tolong maafkan aku Nona ! " Dana terus memohon.


"Claudya ? dia yang menyuruhmu ?" tanya Anggun, ketika mengingat pengakuan Mama Ariel di rumah sakit.


"Iya....Claudya membayarku, kami sudah mengakui semua kesalahan kami dan kami sudah mendapatkan balasannya Nona, karena Tuan Ariel sudah menghajar kami ! "


"Ariel....? kau bilang Ariel....? "


"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya kepada Tuan Ariel, tapi Tuan Ariel melarang kami untuk menemui dan mengatakan ini kepada Nona ! "


"Jadi....dia....dia sudah tau yang sebenarnya?"


"Aku bersumpah! aku tidak menyentuh Nona!"


Anggun sudah muak, dia menghempaskan tangan Dana yang bersimpuh di kakinya, dan Anggun pergi meningggalkan suami istri yang sudah mulai bertengkar.


"Suci ambil ini, kamu cari taksi ! " Anggun menyerahkan dompetnya ke tangan suci, dan mulai masuk kedalam mobilnya, Anggun terus melajukan mobilnya.


.


.


.


Di tempat lain


Ariel memimpin meeting dengan gusar, ia sudah tidak fokus, perasaannya masih tidak karuan. Tapi ia tetap berusaha mencoba menyampingkan masalah pribadi.


Rapat ini masih berlangsung, semua terlihat


fokus dengan apa yang diucapkan Ariel.


"Jadi pengambilan gambar untuk iklan kita tinggal satu kali lagi, setelah ini kita akan mengadakan promosi dan jug...


Brak.....


Pintu ruangan ini terbuka dari luar, menarik perhatian semua orang, terutama Ariel.


"Maaf Pak ! saya sudah mencegah Nona Manda, tapi Nona Manda memaksa masuk...


"Kalian semua keluar ! " perintah Ariel, yang terus menatap Anggun.


Tanpa diperintahkan dua kali, semua orang keluar dari ruang meeting ,dan kini tinggallah Ariel dan Anggun, keduanya masih sama sama diam, perlahan Anggun melangkah ia berjalan mendekati Ariel yang masih berdiri di tempatnya, jarak keduanya semakin dekat.


"Sayang kamu....


Plak......


Dengan amarah Anggun menampar pipi Ariel sampai meninggalkan jejak jemari tangan Anggun.


Bersambung......


Judulnya Mantan Tercinta


Mau Happy Ending ?


atau Sad Ending ?

__ADS_1


__ADS_2