
Brak......
Ariel membanting pintu mobilnya, ia berdiri tepat di hadapan pria ini, ia memperhatikan tampilan pria ini dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ariel masih mencoba menahan emosinya, kedua tangannya mengepal kuat, kalau saja bukan di tempat umum, dan kalau saja bukan di Negara Hukum, sudah ia habisi orang yang berdiri dengan angkuhnya ini.
"Sebaiknya kau duduk di belakang, biarkan supir profesional yang mengantarmu, kau lihat mobil mahal yang baru aku beli ini rusak karena ulah mu.! " ucap kasar pria ini menunjukan bagian mobilnya yang memang rusak parah.
Sementara Ariel, Ia hanya menoleh sebentar dan itu membuat pria ini kembali marah.
"Sini kau lihat ini,! " Pria ini masih bertingkah Ia jalan lebih mendekati Mobilnya, dan terus memojokkan Ariel. Sementara sebagian orang juga sudah mengerumuni mereka.
"Kenapa kau diam saja, kau ini bisa bicara tidak sih? kau punya uang kan? aku tidak mau tau kau harus membayar semua kerugian yang aku alami ini,!" teriakannya membuat orang lain juga ikut menyalahkan Ariel.
"Kita lihat sampai dimana kau bisa bertahan , kerugian kau bilang? bahkan kerugian yang aku alami tidak sebanding dengan kerugian mu bahkan sampai sekarang kau belum juga bertanggung jawab semua karena ulah mu, " batin Ariel Ia mengingat orang yang sudah menyebabkan retaknya hubungan asmaranya.
"Siapa nama mu?" tanya Ariel dingin.
"Ternyata kau bisa bicara ya, namaku Dana kenapa kau tanya namaku?" ucap Dana sambil berkacak pinggang.
"Kau mau aku mengganti kerugian mu ini kan? apa yang kau mau,?" tanya Ariel dia menyender di mobilnya menyilang kan satu kakinya dan melipat kedua tangannya.
"Beri aku uang, aku sendiri yang akan membawa mobil ku ini ke Bengkel terdekat, " ucapnya sambil menadahkan tangan tepat di wajah Ariel.
Ariel tersenyum sinis, Ia berdiri tegap dengan sorot mata yang menakutkan, dan Ia juga menekan kuat pundak pria bernama Dana ini.
"Kau tenang saja, aku akan mengganti kerugian mu ini, bahkan lebih dari ini, kau tidak akan bisa melupakannya untuk seumur hidup mu,!" Ucap Ariel tegas, bahkan nada suaranya sedikit membuat nyali Dana menciut.
Dana memegang tangan Ariel yang meremas pundaknya kemudian menurunkannya begitu saja, "Apa maksud mu?" tanyanya heran Ia merasakan sedikit sakit akibat ulah tangan Ariel.
"Sebenarnya aku sedang terburu-buru, aku harus sampai tepat waktu di Kantor ku, dan lagi pula, uang yang aku bawa ini tidak akan cukup untuk mengganti semua kerugian mu,!"
Seru Ariel Ia menunjuk bahu Dana sampai tubuhnya sedikit bergoyang.
"Jadi kau mau bayar aku pakai apa?"
" Ikutlah dengan ku sebentar, dan aku sudah bilang, kau tidak akan bisa melupakan apa yang akan aku berikan ini seumur hidup mu,"
"Lihat dari penampilan mu, kau ini pasti orang berduit ya? lalu bagaimana dengan mobil ku ini?"
__ADS_1
"Kau tidak perlu khawatir, orang ku yang akan mengurusnya, ayo masuklah ikut aku, !" ucap Ariel ia juga membukakan pintu mobilnya untuk Dana, tanpa pikir dua kali Dana masuk ke dalam mobil Ariel, Dana sudah masuk ke dalam kandang Singa.
"Aku tidak sabar untuk menghabisi mu," batin Ariel.
"Kita mau kemana?" ucap Dana setelah Ariel melajukan mobilnya.
"Tenang saja , aku tidak mungkin menculik mu. Hanya saja aku ingin memberimu sedikit pelajaran," ucap Ariel tenang, Ia bahkan tidak menoleh sedikitpun.
"Kau ini sepertinya pria yang misterius, baiklah aku akan ikut kemana kau akan membawa ku, asalkan kau ganti semua kerugian ku ini," ucapnya dengan nada yang mengancam.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang mulai bicara lagi, Ariel terus menambah kecepatan mobilnya, mereka sudah mulai memasuki daerah yang sepi, dimana tidak ada satupun kendaraan lain yang melintas, kawasan ini juga di kelilingi pepohonan besar yang berdiri menjulang di sepanjang jalan.
"Apa ini rumah mu?" tanya Dana heran, dan Ia terus memperhatikan rumah besar yang di jaga beberapa Bodyguard berbadan besar.
"Turun ,!" ucap Ariel dingin, ingin rasanya Ia menyalurkan semua amarah yang sedari tadi sudah ia tahan.
Beberapa Bodyguard membungkukkan sedikit badannya di hadapan Ariel, salah satu dari mereka membuka pintu utama, Ariel hanya meliriknya memberikan isyarat untuk tetap di tempat semula. Dan demi uang Ia mengikuti langkah Ariel yang sudah masuk ke dalam rumah mewah nan sepi ini.
Ariel membuka jas hitamnya, dengan gerakan cepat Ia membuka dasi dan juga membuka kancing bagian lehernya sampai ke bagian dadanya, dan menggulung lengan kemejanya sampai ke siku.
"Berikan uangnya,!" ucap Dana di depan Ariel , mereka berdiri saling berhadapan.
Satu pukulan kuat mendarat di wajah Dana, sampai tubuh Dana terjungkal di lantai.
"Apa yang kau lakukan?" teriaknya sambil mengusap rahangnya yang sakit.
"Kau pantas mendapatkannya,! Bug...Ariel kembali memukulnya, begitu juga Dana ia mencoba membalas setiap pukulan yang di layangkan Ariel, namun sayang rasa dendam Ariel tidak bisa dia kalahkan. Tubuh Dana masih tersungkur dengan Ariel di atasnya
Bug....
"Itu karena kau sudah lancang menyentuh wanita ku."
Bug....
"Itu karena kau sudah mengambil apa yang aku jaga selama ini.!"
Bug....
__ADS_1
"Itu karena kau tidak bertanggung jawab padanya,"
Bug....Bug....Bug....
"Itu, karena kau sudah menjadi penyebab Anggun mengkhianati aku,! " Teriak Ariel, Ariel sudah berdiri tegak, mengatur nafasnya. Bola matanya memancarkan kebencian.
Sementara Dana wajahnya sudah tidak setampan sebelumnya, kesombongan yang dia tunjukan tadi juga tidak terlihat lagi, darah segar terlihat jelas di wajahnya. Dia tidak tau apa yang menyebabkan Ariel marah, sampai Ia dengar Ariel menyebut nama Anggun.
Ingatan Dana kembali ke lima tahun yang lalu, dengan tubuh yang gemetar Ia mencoba bangkit, namun sayang Ariel kembali menjatuhkannya dengan satu kakinya.
"Kau tidak bisa lari, kau sudah tamat disini, harusnya dari dulu aku mencari mu,!"
"Tidak....Ampun Tuan, kasihani lah aku, aku punya istri dan seorang anak kecil Tuan, aku mohon ampuni aku tuan, " ucapnya memelas.
"Kau hidup bahagia dengan istri dan anak mu, setelah kau menghancurkan kehidupan orang lain," teriakan Ariel menakuti Dana.
"Karena perbuatan mu lima tahun lalu, saat kau menodai calon istri ku, hubungan kami hancur, kau menghancurkan impian yang sudah aku bangun," ucap Ariel emosi .
"Tuan....Tuan maaf aku minta maaf, aku benar benar minta maaf," ucapnya , Dana berlutut di kaki Ariel.
"Sekarang kau berani minta maaf, kenapa kau tidak memikirkan dampak dari perbuatan mu dulu hah....Kau bahkan sudah menodai harga dirinya sebagai seorang wanita." teriak Ariel lagi.
"Tuan percayalah Tuan, aku tidak melakukan itu, bahkan aku tidak menyentuhnya...." Ucap Dana lantang.
"Kau bilang apa? kau mau mencoba menipu aku? jawab....!" Suara Ariel menggema di setiap sudut ruangan, dua orang bodyguard mencoba mendekati Ariel, tapi Ariel mengangkat satu tangannya, membuat Bodyguard itu menghentikan langkahnya.
"Aku tidak melakukan itu tuan, aku tidak menyentuh calon istri anda Tuan, tidak sedikitpun, aku tidak berbohong, aku berani bersumpah Tuan, percayalah...." ucapnya memelas.
Mendengar itu Ariel sedikit terkejut,
"Foto itu," suara Ariel terdengar lirih .
"Tuan, aku dibayar ,ada yang menyuruh aku melakukan itu tuan,"
Dunia Ariel mulai berputar, kepingan kepingan kejadian yang sudah lama berlalu tersusun rapi di benaknya. Ariel mendekati Dana, ia memegang kuat kera bajunya.
"Katakan, katakan siapa yang menyuruh mu melakukan itu?" teriakan Ariel kembali terdengar .
__ADS_1
Bersambung....
Terima kasih sudah mendukung.🤗