
Sebelumnya.
Ariel menghempaskan selimutnya dengan kasar, setelah membaca laporan yang dikirimkan Yusri di ponselnya, sepagi ini Ariel sudah naik darah, kalau saja di dalam kamar itu tidak ada istrinya, sudah pasti dia akan menghancurkan seluruh ruangan ini.
" Sial ! " umpat Ariel kesal saat dia melilitkan dasi di kerah kemejanya, mulutnya selalu memaki mengingat keadaan genting yang di hadapinya, dengan gusar Ariel mendekati Anggun yang masih terlelap dalam tidurnya.
" Tunggu aku sayang ! aku mohon bersabarlah ," Ariel mengecup mesra kening Anggun sebelum keluar dari kamarnya.
***
" Mbok ! " teriakan Ariel membuat para pelayan yang ada di dapur terkejut, mereka berlari ke ruang tengah dimana sudah ada Ariel yang baru turun dari lantai atas.
" Jangan biarkan istriku keluar rumah, jangan biarkan dia menonton tv, bila perlu jangan biarkan dia keluar kamar ! " perintah Ariel kepada para pelayannya.
"Iya Tuan !" mereka menjawab dengan kompak.
Dengan berat hati Ariel pergi tanpa permisi, dia tidak mau mengganggu tidur Anggun, mengingat saat ini masih pukul 06 pagi.
*****
Anggun masih fokus menatap layar datar raksasa ini, sementara para pelayan gemetar karena lalai menjalankan perintah tuannya. Mereka menunduk karena tidak berani melihat foto yang tersebar di layar kaca. Foto kemesraan Ariel dengan seorang model cantik .
"Jadi karena ini kalian melarang aku duduk disini?"
" Maaf Non, itu perintah dari den Ariel ! " jawab si Mbok yang sudah bekerja lama dengan keluarga Ariel.
"Di mana dia ? "
" Tadi pagi-pagi sekali sudah pergi Non, sepertinya pegi ke kantor, " kasian sekali majikannya ini, baru menikah sudah di terpa gosip.
Anggun menghembuskan nafas berat " Biarkan aku sendiri, " para pelayan hanya diam dan kembali ke dapur.
Anggun duduk di sofa dan siap mendengarkan scandal yang membelit suaminya. Di balik layar kaca itu terlihat Alisa menjawab pertanyaan para awak media.
" Benar, di dalam vidio itu memang aku dan Ariel. Kami memang berdebat, karena aku tidak terima dengan pengakuan Ariel yang sudah menikahi wanita lain, seperti yang kalian ketahui, aku'lah calon istri Ariel, bahkan kami sudah berencana untuk menikah, dan sampai sekarang aku tidak mengerti apa yang sudah membuat Ariel menikahi wanita itu." ucap Alisa dengan wajah yang sendu.
Anggun masih diam dan terus menatap layar kaca, dimana Alisa sudah kembali menunjukan beberapa foto mesra antara Ariel dengan Alisa. Anggun menoleh saat mengetahui ada orang yang berdiri di sampingnya.
"Ada apa ? "
__ADS_1
" Tadi ada kurir yang mengantar ini Non ! " ucap seorang pelayan menyerahkan kotak yang tidak terlalu besar, dan kembali ke dapur.
Anggun menerima kotak itu, dengan penasaran ia membuka dan menyentuh tiap bagian di dalamnya. " Ini...! " tangan Anggun bergetar, dengan masih memegang benda di tangannya, Anggun berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Beberapa saat kemudian.
Anggun membuka pintu utama, tapi sudah di sambut dua laki-laki berbadan besar yang menjaga rumahnya.
"Nona mau kemana ? biar kami yang mengantar ! " ucap salah seorang dari mereka.
"Tapi kalau itu bukan kebutuhan yang mendesak, maaf Nona dilarang keluar dari rumah ini ! "
Ariel bodoh, kau masih saja posesif seperti dulu
"Aku mau ke apotik, kalian bisa mengantarkan aku."
Salah seorang dari mereka mencoba menghubungi Ariel, tapi tidak bisa di hubungi, dengan terpaksa mereka menjalankan perintah Anggun.
***
Scandal Ariel.
Dalam sebuah acara, Ariel mengaku telah menikah dengan seorang wanita yang bernama Anggun.
Seperti yang dikatakan Alisa sebelumnya, Anggun adalah seorang Designer yang merancang busana pengantin untuk Alisa dan Ariel. Tapi Ariel dan Anggun telah mengkhianatinya. Mereka menikah secara diam-diam, tanpa sepengetahuan orang lain.
Tapi beberapa hari lalu, Ariel kembali menemui Alisa di apartmennya, apa yang mereka lakukan di sana ? Apakah yang membuat Ariel tega mengkhianati Alisa dan lebih memilih Anggun?
Prankkkkkkkkk
" Brengs*k !! sial ! sial ! "
Ariel membanting tab yang menyiarkan scandalnya hingga hancur berkeping-keping. Berita yang sudah tersebar luas ini, membuat perusahaannya di pertanyakan, banyak orang yang berprasangka buruk terhadapnya, karena besar kemungkinan seorang pemimpin ini juga akan mengkhianati para rekan bisnisnya.
"Anggun ! " lirih Ariel ia khawatir memikirkan perasaan Anggun.
"Aku sudah mencoba untuk menghapus berita dan foto-foto itu, tapi berita ini sudah terlanjur tersebar luas, jadi bersabarlah, dan tetap fokus untuk menarik kembali investor yang sudah meragukan kinerjamu, sebentar lagi meeting akan kembali di lanjutkan. " ucap Yusri.
Belum sempat Ariel membuka suara, tapi pintu ruangannya sudah terbuka.
__ADS_1
"Kau mengkhianati Anggun? kau berani melukai perasaannya lagi huh ! " Fery datang dengan emosi ia menggebrak meja kerja Ariel.
Ariel beranjak dari duduknya " foto yang tersebar luas itu memang benar, aku pernah datang dan masuk ke dalam apartmen Alisa, tapi foto itu sudah lama, jauh sebelum aku menikahi Anggun ." jawab Ariel.
"Ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat, aku yakin Anggun belum mengetahui scandalku ini, aku mohon temui dan temani dia sampai aku bisa menyelesaikan masalahku disini. " pinta Ariel menepuk bahu Fery.
"Kau yakin dengan ucapanmu ini? secara tidak langsung kau menyerahkan Anggun untukku ! " Fery menjatuhkan tangan Ariel dengan kasar.
"Aku tidak takut, karena selama ini kau menyayangi Anggun sebagai adikmu, temuilah dia ! " ucap Ariel lagi.
"Awas kau ! " ancam Fery menunjuk Ariel sebelum keluar dari ruangan ini.
Ingin rasanya Ariel pulang dan menemui Anggun, tapi keadaannya memanglah tidak memungkinkan, mengingat tanggung jawab berat yang sudah diamanahkan Papanya.
Saat ini, Ariel kembali melanjutkan meeting yang juga dihadiri Erlangga sang Papa. Ariel terus berusaha membuat keadaan membaik dan terus berusaha meyakinkan para investor.
Beberapa saat kemudian meeting sudah di bubarkan menyisakan Ariel dan Papanya di ruangan.
"Kenapa kau bisa begitu ceroboh? ini bukan masalah kecil Ariel, kau sudah banyak merusak nama baik orang lain, kenapa kau tidak memikirkan perasaan Alisa dan juga Orangtuanya? kau juga sudah buat Papa malu !" hardik Erlangga marah.
Ariel cuma diam seribu bahasa, tidak ada niat untuk menjawab pertanyaan sang Papa, karena sedari tadi Ariel hanya memikirkan Anggun, bisa panjang urusannya kalau berdebat dengan Papanya, dan itu semakin membuatnya terkurung lama di kantor.
"Papa tidak mau tau, cepat selesaikan masalah rumah tanggamu ini ! " ucap Erlangga dan pergi meninggalkan Ariel.
Tok...tok...(suara pintu di ketuk )
Yusri datang menyerahkan hp yang ternyata sudah ada suara Fery di ujung ponselnya.
"Aku tidak bisa menemukan Anggun ! " ucap Fery tenang.
"Ap-apa maksudmu ? "
"Anggun tidak ada di rumah, dia juga tidak ada di Butik, dan aku tidak menemukan dia di lain tempat ! "
Penjelasan Fery membuat aliran darah Ariel mendidih seketika ketakutan menghampirinya, saat membayangkan Anggun pergi meninggalkannya.
"Arrggggghhhhhhh ! ! " teriak Ariel frustasi, dia menghancurkan setiap benda yang ada di atas meja, membuat semua berkas penting berserak di lantai.
😊Terima kasih, jempol di goyang ya😅
__ADS_1