Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Pasangan sah


__ADS_3

Ariel sudah keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian casual ,jeans warna hitam dan juga kaos dengan warna yang senada membalut tubuh kekarnya, sementara Anggun masih belum keluar dari ruang ganti. Padahal sudah hampir setengah jam dia ada di dalam sana. Ariel memilih menunggu dan duduk di tepi tempat tidur yang sudah tersusun rapi, ia masih memasang jam di pergelangan tangannya.


"Sayang ! kenapa lama sekali ? ayolah tidak perlu pakai make up ! " resah Ariel menunggu Anggun yang tak kunjung menampakan diri.


"Iya sebentar lagi ! " Anggun menyahut membuat Ariel tersenyum, sudah hampir satu jam mereka berdebat di kamar mandi, dan sudah hampir satu jam juga mereka berdebat di ruang ganti, karena Ariel terlalu cerewet dengan dress yang di pakai istrinya.


Beberapa saat kemudian, Anggun keluar dari ruang ganti dengan memakai celana jeans dan juga baju rajut dengan model menutup leher dan juga lengan panjang, hampir menutupi semua bagian dari diri Anggun.


" Ini sudah yang ke sepuluh Ariel, apa ini masih salah? apa aku harus menggantinya lagi ? " Anggun menunjukan pakaian yang di melekat di tubuhnya.


Ariel tersenyum " Tidak ! ini lebih pantas untuk istriku, aku tidak mau orang lain melihat bagian dari dirimu ! tapi seharusnya kamu tidak perlu menutupi jejak ini ! biar semua orang tau, kalau kamu milikku !" Ariel memasang wajah mesum, membuat Anggun mengerlingkan mata.


"Sudah jangan mulai lagi, kamu mau mengajak aku kemana? bukannya kamu harus ke kantor ya ?"


"Aku boss besar, jadi aku bisa melakukan apapun yang aku mau, siapa yang berani mengeluarkan aku dari kantor ? " Ariel menggandeng tangan Anggun " Ayo kita pergi !" ajaknya.


**********


Hari ini Ariel mengemudikan sendiri mobilnya, kali ini tidak ada Yusri atau pun supir yang biasa mengantarnya, Ariel tidak mau ada orang yang mengganggunya, sesekali ia mengecup punggung tangan Anggun yang duduk di sampingnya.


Tidak butuh waktu lama, sampailah mereka di tempat tujuan, Ariel memarkirkan mobil dengan hati hati, lalu menggandeng tangan Anggun ke tempat wisata yang cukup terkenal dan ramai pengunjung. Sepanjang perjalanan Ariel terus menggandeng mesra tangan Anggun, tanpa perduli dengan orang-orang yang memperhatikan mereka.


Ariel memesan dua tiket menuju dunia air, mereka masuk ke dalam akuarium raksasa di mana terdapat berbagai macam jenis hewan laut yang hidup di dalamnya, Anggun begitu takjub, memperhatikan bagian di dalamnya, Anggun menempelkan telapak tangannya di kaca yang menjadi pembatas ini, seolah ingin menyentuh ikan besar yang lewat di hadapannya, terlebih lagi tempat ini belum terlalu ramai.

__ADS_1


Anggun merasa seperti berada di dalam lautan lepas, seperti legenda putri duyung yang pernah di lihatnya di drama korea terlaris sepanjang masa. Anggun terkejut saat merasa ada yang memeluknya dari belakang.


"Apa kamu senang ?" kini Ariel sudah melingkarkan tangannya di pinggang ramping Anggun, dan membenamkan wajah di cengkuk leher Anggun, menghirup aroma wangi yang keluar dari diri istri cantiknya.


"Iya , ini untuk yang pertama aku datang ke tempat ini ! " mengingat tempat ini belum lama di resmikan, dan setelah mereka berpisah dulu, Anggun tidak pernah lagi menginjakan kaki di tempat wisata.


"Aku janji, mulai hari ini, hidup kamu akan dipenuhi dengan kebahagiaan !" Ariel mengeratkan pelukannya, membuat Anggun menepuk tangan yang menempel di perutnya.


"Lepas! aku malu dilihatin orang ! "Benar saja saat ini ada beberapa orang yang tersenyum menyaksikan mereka, membuat Anggun memutar tubuhnya dan membenamkan wajah di dada bidang Ariel " Aku malu, ayo kita keluar dari sini !" ucap Anggun dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


Ariel semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup lama pucuk kepala Anggun, ia semakin candu dengan aroma wangi istrinya. "Kenapa cepat sekali ? kita belum melihat bagian lain dari sea world ini ! " bagaikan seekor gurita, Ariel semakin menempel memeluk istri cantiknya.


Anggun mendongak "Kita cari wahana yang lain saja !" pinta Anggun , membuat Ariel tersenyum dan mengecup singkat kening Anggun, sebelum Ariel menggandeng tangan Anggun keluar dari Akuarium raksasa ini.


"Aku mau naik itu ! " antusias Anggun menunjuk biang lala, membuat Ariel membuang nafas kasar, tidak setuju dengan permintaan istrinya " Kenapa ? kamu gak mau naik itu ?" tanya Anggun cemberut.


"Apa itu tidak berbahaya? apa itu tidak kotor ? aku belum pernah duduk di tempat itu, lihatlah banyak orang disana, apa kamu akan nyaman berada di sana ? " Ariel membombardir Anggun dengan pertanyaan.


"Aman kok, cepetan nanti gak ada tempat lagi !" dengan berat hati, Ariel membiarkan Anggun menggandeng tangannya menuju biang lala.


Kini keduanya sudah duduk tenang, berada di puncak tertinggi, kota besar ini terlihat jelas dari tempat ini, Ariel tidak membiarkan Anggun jauh darinya, ia tetap membawa Anggun duduk di pangkuannya, bahkan Ariel masih menghujani Anggun dengan kecupan. Membuat Anggun semakin tersipu malu.


"Setelah ini, kamu mau kemana lagi ? aku akan terus menemanimu ! " Ariel membuka suara.

__ADS_1


"Aku mau kesitu, kita kesana ya, sudah lama tidak kesana ! " Ariel mengikuti arah mata Anggun, membuat wajah Ariel menjadi sendu.


"Sudah lama ? sejak kapan ? " Ariel menyingkap rambut Anggun yang menutupi sebagian wajah Anggun, sehingga ia lebih leluasa melihat kecantikan istrinya.


Anggun menoleh, membuat wajah keduanya semakin dekat " Sejak lima tahun yang lalu !" jawab Angun tersenyum.


Ariel terdiam dengan masih menatap manik mata Anggun, sampai ia menarik cengkuk leher Anggun dan mencium bibir tipis istrinya, sampai biang lala ini berhenti berputar, Ariel belum melepaskan panutan itu.


"Ekhmmmmm


Deheman seseorang membuat Ariel menarik diri, ternyata sudah ada orang yang mengantri ingin menduduki tempat mereka. "Kami ini pasangan yang sah ! " ucap Ariel santai sebelum laki-laki paruh baya di depannya ini mengeluarkan suara. Dengan tetap menggandeng tangan Anggun, Ariel berlalu pergi dari tempat ini. Anggun semakin sadar kalau ternyata Ariel masih narsis seperti dulu.


.


.


.


.


Anggun tersenyum senang, menghirup udara ini, ia terlalu takjub dengan pemandangan pantai dan juga hamparan pasir putih yang memanjakan mata. Anggun melepaskan genggaman tangan Ariel, ia membuka dan menyincing flat shoes di kedua tangannya, dan membiarkan rambut panjangnya tergerai dan terhembus angin.


Dengan telanjang kaki Anggun berlari kecil ia menyusuri pasir putih yang basah, karena terkena deburan ombak, rasanya Anggun terlalu bahagia sehingga ia melupakan Ariel yang sudah tertinggal jauh di belakangnya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Ariel yang masih berjalan santai, dengan kedua tangan yang di masukan di kedua sisi kantung celananya, ia mengikuti arah jejak kaki Anggun, dan dari balik kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya, Ariel fokus memperhatikan wanitanya yang bermain dengan deburan ombak, Ariel tersenyum sampai deretan gigi putihnya terlihat, saat Anggun melambaikan tangan kepadanya, wanitanya itu seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru.


__ADS_2