
Anggun masih berdiri di tempatnya "Kenapa kau ada di sini ? kemana pemilik rumah ini? aku ingin bertemu dengannya ! cepat panggilkan dia ! " perintah Anggun tanpa tau, siapa pemilik rumah ini.
Ariel menaikan sudut bibirnya, dan berusaha menahan senyumnya, jangan sampai Anggun curiga dengan perangkap yang sengaja di siapkan Ariel untuknya. Bagaimanapun juga Anggun sudah menjadi wanita pembangkang dan susah di rayu, jadi harus hati hati menghadapinya.
"Baiklah sepertinya aku harus lebih keras lagi, siapkan dirimu sayang ! " batin Ariel.
"Kau masih punya sopan santun kan? apa itu caramu bicara dengan tuan rumah ini?" ucap Ariel dengan tatapan matanya yang tajam.
"Pe- pemilik rumah ini? jadi kau..kau pemilik rumah ini ? " tanya Anggun tidak percaya.
" Aku tidak akan menjawab pertanyaan mu, kalau kau masih berdiri di situ ! "
"Baiklah, aku duduk ! "
" Jadi kau yang sudah merebut semua milik Mas Fery ? kenapa kau lakukan itu ? " suaranya sudah naik satu oktaf, dan Anggun memandang benci pada Ariel.
Ariel mengambil berkas yang di lemparnya di atas meja, dan membuka satu persatu bagiannya. " Calon suamimu itu terlilit hutang, jadi bukan aku yang merebut miliknya!" Ariel mengambil secarik kertas dan menyerahkan kertas yang berisikan laporan hutang Fery.
"Bacalah ! supaya kau tidak menuduhku ! "
Anggun merampasnya dengan kasar, dan ia membaca setiap kalimat yang tertulis di atas kertas itu, melihat nominal yang menurutnya tidak masuk akal, membuat kepalanya sedikit pusing " Jadi benar sebanyak ini ? apa tidak ada jalan lain ? apa kau tidak bisa membantu Mas Fery untuk melunasi hutangnya , aku tidak tega melihatnya seperti ini ! " cemas Anggun.
Melihat Anggun yang mencemaskan Fery, membuat Ariel cemburu, "Kapan terakhir kali kau mencemaskan aku Anggun?" batin Ariel.
" Aku sempat berniat untuk menemuimu dan meminjam uangmu, tapi aku takut ," ucapnya dengan wajah yang sendu.
"Memangnya apa yang kau takutkan? "
" Entahlah ! Ariel..." Anggun bicara dengan nada suara yang lembut, ia menatap dalam bola mata Ariel, dan berharap Ariel mau mendengarnya.
" Ariel, kamu sudah jadi orang sukses, sudah jadi pengusaha kaya raya, jadi kamu mau ' kan mengembalikan semua milik Mas Fery! " rengek Anggun.
" Kau mau apa? kau mau aku mengembalikan semua ini ? kau salah kalau berfikiran seperti itu! bisnis tetaplah bisnis, tidak ada yang gratis ! "
"Yasudah anggap saja kita sedang berbisnis, katakan apa yang harus aku lakukan, yang bisa menguntungkan mu ?"
"Nah ! sudah mulai dia, aku suka bagian ini!"batin Ariel.
" Tidak ada yang bisa kau lakukan, cukup berikan tanda tanganmu di sini ! " seru Ariel memberikan tumpukan berkas untuk Anggun.
"Hanya tanda tangan? untuk apa ?"
__ADS_1
"Surat perjanjian, aku akan mengembalikan semua milik Fery, kalau kau mau mematuhi semua perintahku ! "
" Cuma itu ? kau yakin cuma itu ? kau tidak menjebak aku ? memangnya apa yang menguntungkan untuk mu ?"
"Astaga Anggun, kau kan seorang designer, aku akan terus memakai jasamu, kapan dan dimana pun aku mau, dan juga aku tidak perlu membayar mu, itulah keuntungan terbesar ku cuma itu saja !" ucap Ariel yang meyakinkan Anggun.
"Jadi itu menguntungkan untuk mu?"
Ariel mengangukan kepala, " Iya sangat menguntungkan !"
" Berikan ! " Anggun mengambil berkas itu tanpa curiga sedikitpun , " Dimana aku harus menandatanganinya? "
"Cari saja ada namamu di situ, kau tidak perlu membaca isinya, itu akan membuang waktu!" ucap Ariel saat melihat Anggun mulai membaca berkas yang ada di tangannya.
"Kau sendiri yang pernah bilang, kalau aku harus teliti,kan? "
"Mau sampai kapan kau membacanya? 3 hari tidak akan cukup untukmu, lagi pula aku belum menjadi pemiliknya yang sah, aku belum membayar semua hutang Fery ! " seru Ariel berbohong, bisa gagal rencananya kalau Anggun membaca isi surat perjanjian itu.
"Yasudah lah ! " tanpa pikir panjang, Anggun mulai menggoreskan tinta hitam itu, di atas materai, terhitung sudah 15 kali ia mencoret kan tanda tangannya.
"Akhirnya kau menjadi milikku Anggun, setelah ini kau pasti akan memaki dan benci aku, tapi biarlah yang penting, kau sudah tidak bisa menghindar dan menolak aku !" batin Ariel bahagia melihat Anggun sibuk dengan penanya.
"Biarkan Yusri yang mengurusnya! berikan berkas itu padaku,dan kau ikutlah denganku"
"Mau kemana ? " tanya Anggun saat Ariel meraih pergelangan tangannya.
.
.
.
Ariel mengantarkan Anggun ke dalam salah satu kamar yang ada di lantai dua, dimana sudah tiga orang wanita muda di dalamnya.
"Kalian urus dia ! lakukan sesuai perintahku!"seru Ariel kepada salah seorang dari mereka.
"Anggun, jangan membangkang ! jangan membantah! jangan berbuat semau mu, kau turuti saja mereka, biarkan mereka merias mu, dan jangan banyak bertanya , mereka tidak akan menjawab pertanyaan mu !"
"Kenapa mereka harus merias aku?"
"Simpan pertanyaan mu, waktu kita tidak banyak, aku menunggumu !" ucapnya dan pergi meninggalkan Anggun bersama para perias pengantin yang ada di kamar.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa ini ?" tanya Anggun saat salah seorang sari mereka mulai merapikan rambut Anggun. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Anggun.
Kini Anggun sudah duduk manis dengan wajah yang di makeup tipis, namun terlihat sangat cantik, dan beberapa saat kemudian, dengan memakai gamis putih lengkap dengan kerudung yang menutupi sampai ke bagian dada, Anggun turun menapaki satu persatu anak tangga dengan diapit dua wanita muda yang tadi meriasnya.
Anggun menyimpan pertanyaannya dalam hati, karena sedari tadi tidak ada yang mau bicara dengannya, langkah Anggun terhenti, ketika melihat Ariel berdiri bersama beberapa pria paruh baya, di tempat mereka semual.
"Ada apa ini ?" batin Anggun.
Anggun melihat penampilan Ariel yang sudah berubah, ia memakai pakaian dengan warna yang senada dengannya. Dia terlihat berbincang dengan beberapa orang di sana.
"Ariel ! " seru Anggun .
Ariel menoleh begitu mendengar namanya di sebut, wajahnya begitu bahagia saat melihat kehadiran calon istrinya, Ariel melambai "kemarilah ! kenapa berdiri di situ ? "
Namun Anggun masih mematung, melihat itu Ariel berjalan menjemput Anggun, langkah kakinya yang tegak menaiki satu persatu anak tangga, sampai ia berhenti tepat di hadapan Anggun.
"Ayo sayang ! kita akan menikah ! " ucap Ariel meraih tangan Anggun.
Anggun terlihat bingung, berusaha mencari kebohongan di wajah Ariel, tapi ia tidak menemukannya. "Menikah ? kau bercanda ? Ariel jangan bercanda ! " seru Anggun .
"Aku bilang jangan banyak bertanya! jangan buang buang waktu ! " ucapnya dengan nada bicara yang tidak ingin di bantah.
"Ariel ini tidak lucu ! kita tidak mungkin menikah ! Ini tidak mungkin Ariel ! "
Ariel hanya diam, ingin sekali membungkam mulut Anggun dengan ciuman, tapi belum saatnya , Ariel menggenggam erat tangan Anggun, dan membawanya turun untuk menemui penghulu yang akan menikahkan mereka.
"Segera nikahkan kami !" perintah Ariel saat dia sudah berhasil membawa calon istrinya..
.
.
.
.
.
.Siap siap di serang kamu Ariel, ngajak anak gadis orang nikah, tapi tanpa restu keluargaš¤¦
Sabar ya Anggun !
__ADS_1