
Anggun tersenyum melihat Alisa yang sudah mendekatinya, namun senyuman Anggun memudar ketika tidak mendapatkan respon dari Alisa.
"Apa Alisa mendengar semuanya?"
Anggun sedikit menjauhi tempat tidur pasien.
Membuat Alisa duduk dan menempati posisi Anggun semula.
"Tante ! maaf Alisa baru bisa jenguk Tante, kalau bukan karena kak Fery , Alisa gak tau Tante di rawat di rumah sakit ini, " ucap Alisa dalam pelukan Widia, " Manda , sejak kapan kamu ada di sini?" Alisa terkesan tidak suka dengan kehadiran Anggun.
"Belum lama Alisa,"
"Mulai hari ini, kamu tidak perlu lagi datang ke sini, biar aku saja yang merawat Tante, jadi jangan pernah datang dan aku tidak mau kamu bertemu dengan Ariel, jadi keluarlah!"
"Alisa jangan bicara seperti itu, dia yang sudah....
"Tidak masalah Tante, Manda juga sudah mau pulang , "
"Baguslah, Alisa sudah menelfon Ariel Tante, dia sudah di Bandara, sebentar lagi juga sampai di sini, jadi Manda cepat lah pergi, "
"Alisa, memangnya kenapa kalau Manda bertemu dengan Ariel ?"
"Aku tidak suka, dan aku tidak mau Ariel berhubungan dengan wanita lain ! "
"Sudahlah Alisa, aku akan pergi, " Anggun mendekati Widia " Tante cepat sembuh ya," ucapnya dalam pelukan Widia, Widia hanya diam menahan tangisannya.
Anggun melepaskan pelukannya, dia meraih tas miliknya yang ada di dekat Alisa.
" Manda, kau tidak perlu lagi merancang busana pernikahan kami, aku mebatalkanya tapi kau tenang saja, aku akan mengganti semua kerugian mu ," Alisa bicara tanpa melihat wajah Anggun, dia masih tidak terima dengan kenyataan yang di sembunyikan semua orang, Manda adalah Anggun.
"Baiklah Alisa , terimakasih !" seru Anggun menjauhi Alisa.
"Oh iya Manda " Alisa menghentikan langkah Anggun yang sudah hampir membuka pintu, dia berdiri memandang sinis Anggun " Aku sudah menyiapkan undangan untuk mu, kami sudah menentukan tanggal pernikahan, jadi pastikan kau harus menghadiri pernikahan ku dan Ariel ya , " ucapnya dengan bangga.
" Aku pasti akan menghadiri pernikahan kalian Alisa , " Anggun masih bisa tersenyum sebelum dia benar benar menghilang di balik pintu.
"Alisa , kenapa kamu bersikap seperti itu ?" tanya Widia tidak suka.
" Sudahlah Tante tidak perlu cemas, biarkan Alisa yang mengurus pernikahan Alisa dan Ariel ,"
"Kapan kalian akan menikah? Apa Ariel sudah setuju untuk menikah denganmu?"
"Sudah Tante, Ariel sudah tidak bisa lagi mengulur pernikahan kami," jawab Alisa senang, sembari memegang perutnya yang datar.
.
.
.
.
__ADS_1
Anggun duduk di bangku taman rumah sakit, tatapannya kosong melihat sembarang arah, pikirannya masih diisi dengan nama Claudya.
Sampai seseorang datang, menepuk halus pundak Anggun dan duduk di sampingnya.
"Kenapa? Apa ada masalah ? " tanya Fery, dia memang baru saja datang untuk menjenguk Widia.
"Kak...." Anggun menggantungkan ucapannya, rasanya dia sudah tidak dapat lagi menahan amarahnya, Anggun membenamkan begitu saja wajahnya di dada bidang Fery.
" Aku tidak mau memaksa kamu untuk cerita masalahmu Anggun, dulu aku meminta agar kamu memanggil aku Mas, tapi kamu lebih suka memanggil aku kakak ! " seru Fery sembari membelai rambut Anggun yang sudah menangis di dalam dekapannya.
" Anggun, jemput lah kebahagian mu, sudahi semua kesedihan mu, aku akan melepaskan dan merelakan kamu, jika kebahagiaanmu bersama Ariel ! "
Anggun melepaskan pelukannya, dia tidak memalingkan wajahnya dari Fery, " Maksud kakak apa ?" tanya Anggun.
" Aku tau, kamu tidak bisa mencintai aku Anggun, aku tidak mau egois , kembalilah kepada Ariel, aku tau kalian masih saling mencintai ,"
" kakak mengatakan ini, karena kakak sudah sadar dan menolak Anggun kan? Anggun semakin sadar, tidak akan ada laki laki baik yang mau menerima perempuan kotor seperti Anggun ini !"
"Anggun ,kenapa bicara seperti ini ? Maaf kalau kakak menyakiti perasaanmu, tapi tidak ada salahnya jika kalian kembali bersama, mungkin ini waktu untuk Ariel bertanggung jawab ! "
" Tanggung jawab apa kak? kenapa dia yang harus tanggung jawab?" Anggun meninggikan suaranya.
" Bukankah dulu dia yang sudah menodai kamu , tidak masalah kalau kamu kasih dia kesempatan Anggun, "
" Kakak salah, justru dia pergi begitu saja meninggalkan Anggun, setelah dia tau orang lain yang sudah menodai aku kak ,"
Dunia Fery seakan berhenti, berusaha untuk mencerna apa yang baru saja dia dengar.
" Kamu bilang apa ? siapa dia Anggun? siapa yang sudah menodai mu?" teriak Fery.
" Anggun gak tau kak, Aku gak kenal dia !" jawab Anggun kembali menangis.
Fery semakin gusar, amarah kini sudah semakin merasukinya.
" Jadi karena ini Ariel meninggalkan mu? "
Anggun mengangguk pelan, dia tidak berani menatap wajah Fery. Fery berusaha meredam emosinya, dia kembali memeluk Anggun,
berusaha menenangkan gadis malang ini.
Kedua tangannya mengepal kuat ketika melihat orang yang ingin dia habisi berjalan semakin mendekatinya.
"Anggun ! "
Mendengar suara yang tidak asing menyebut namanya, membuat Anggun menarik diri dari Fery, ampai pelukan itu terlepas.
" Kenapa kamu menangis?"
Fery memegang kuat pergelangan tangan Ariel yang ingin menghapus air mata Anggun.
Dengan cepat Fery berdiri dan mencengkram kuat kera baju Ariel, dan menjauhkannya dari Anggun.
__ADS_1
" Jangan berani menyentuh calon istriku!"
Teriakan Fery terdengar di telinga Anggun. Ariel masih tidak bergeming, dia belum tau apa yang menyebabkan Fery marah.
Bug
Fery melayangkan pukulannya di wajah Ariel, tanpa sempat Ariel membalasnya.
"Aku berniat untuk mengembalikan Anggun padamu, tapi kau tidak pantas mendapatkan dia lagi , " ucap Fery di hadapan Ariel.
Bug Bug...Bug...
Tubuh Ariel sudah terjatuh, Fery masih saja memukulnya. "Seharusnya kau mencari laki laki b**gsek yang sudah menodainya, bukan malah meninggalkan dia ! " teriak Fery.
"Kau....
" Kau pengecut Ariel ," Bug....
Anggun yang ketakutan melihat pertengkaran ini mendekat dan menarik lengan Fery .
" Kakak sudah, jangan seperti ini,"
"Menjauh lah Anggun, aku akan
menghabisi orang ini ! "
" Tapi kak...
" Menjauh lah Anggun !" teriak Fery
Tanpa sadar dia menghempaskan tangan Anggun, sampai Anggun terjatuh.
"Akh....
Ariel tidak terima , dia membalikan tubuhnya, kini Fery yang berada di bawah kendalinya.
Bug....
" Beraninya kau menyakiti Anggun," teriak Ariel.
" Aku calon suaminya, aku berhak atas dia !"
Ariel tersadar, dia berdiri di samping Anggun yang masih gelisah, keduanya menatap dalam, sampai Fery datang meraih tangan Anggun.
"Jangan harap kau bisa mendekati Anggun, dia ini calon istriku, kau harus ingat itu !"
Fery membawa Anggun pergi meninggalkan rumah sakit, Ariel mengusap sudut bibirnya yang berdarah, dia meraih Hp di dalam saku celananya.
" Kalian sudah bisa menjalankan perintahku,
aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun, jangan biarkan dia lolos begitu saja," perintah Ariel pada orang di balik Hp nya.
__ADS_1
" Kita lihat saja, sampai mana kau berkuasa, kau harus tau, akulah pemiliknya !" ucap Ariel penuh dendam melihat mobil Fery yang sudah menjauh.