Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Boleh Aku menukarnya dengan calon pengantin mu?


__ADS_3

"Manda...kamu kenapa?" Tanya Alisa sambil menyentuh tangan Anggun.


"Tidak....aku tidak apa apa." Jawab Anggun sambil tersenyum.


"Jadi kamu mau kan merancang gaun pertunangan ku nanti?"


"Ia tentu, kapan kamu bisa datang ke Butik ku..?"


"Hari ini juga bisa, tapi aku belum tau kapan


calon suami ku ada waktu, dia itu orang yang sangat sibuk."


"Seperti apa dia?" Tanya Hani penasaran.


"Hani, Dia.....yang pasti tampan, menyenangkan, walaupun sedikit pendiam, tidak perhatian, tapi aku sangat mencintainya, kalian tau aku sudah lama mendekatinya, tapi dia sulit untuk diraih, dia selalu mengabaikan Aku dulu, tapi syukurlah sekarang dia sudah jadi milik ku, aku tidak akan pernah melepasnya lagi.." Senyuman Alisa menggambarkan kebahagiaan yang dia rasakan.


"Jadi....kamu yang lebih dulu mengejar cintanya...?"


"Ada apa dengan kalian Manda..? bukankah itu sudah biasa? buktinya perjuangan ku tidak sia sia, dan sebentar lagi kami akan menikah, itu yang lebih penting"


"Dia mencintaimu..?"


"Hey Hani...pertanyaan bodoh dari mana itu? sudah pasti dia mencintai Aku, kalau tidak mana mungkin dia mau melamar ku, tenang saja kalian berdua akan menjadi saksinya nanti.."


"Aku jadi penasaran, seperti apa sih pria mu


itu..?" Pertanyaan bodoh apa ini Hani???Kerongkongan Hani mengering, apa lagi dia saja tidak punya kekasih, kenapa harus bahas hal seperti ini? pertanyaan yang paling dia hindari adalah Kapan Menikah??? Ingin rasanya dia masuk ke jurang yang paling dalam.


"Nanti aku akan membawanya ke Butik kalian ya, sekarang ceritakan tentang kalian, mulai dari kamu Hani kapan menikah?" Dengan semangat jarinya ini menunjuk Hani.


"Aku...tidak ada yang spesial." Gelengan kepala Hani sudah menjelaskan semuanya. Kenapa harus pertanyaan ini sih?? mana jurang terlalu menyeramkan pula.


"Curang.... kau terlalu semangat melempar pertanyaan untuk ku tadi...Bagaimana dengan Mu Manda?"


"Apa yang harus aku katakan? aku sudah ternoda, aku tidak pantas untuk pria manapun."


"Kenapa diam? kamu juga tidak mau menjawab? atau selama ini.. kamu sudah punya suami yang kamu rahasiakan..?"


"Pernikahan itu tidak untuk dirahasiakan, sudah kita tidak perlu bahas ini, aku harus kembali ke Butik sekarang."


"Baik lah...aku ikut kalian ya." Kata Alisa yang semakin antusias karena berjumpa dengan teman lamanya ini.


*****


Di Butik


Selam ini Orang lain memang memanggil Anggun dengan nama Manda, Anggun membawa Alisa ke Butiknya, Ruko dua lantai ini menyimpan berbagai koleksi gaun cantik rancangan Anggun dengan dibantu Hani dan Suci adiknya dari kampung.


"Teman ku ini dari dulu memang berbakat, aku tidak percaya kamu bisa merancang semua ini...."

__ADS_1


"Karena hari ini, untuk pertama kalinya kamu kesini, pilihlah yang mana kamu suka, aku akan berikan secara gratis untuk Mu"


"Benarkah..? Kamu memang teman yang baik, nanti aku akan memilihnya. Tapi aku ingin melihat mu merancang gaun ku dulu.."


"Baik lah...ruang kerjaku ada di lantai atas, ayok kita kesana." Ajak nya...


"Oh ya suci..mbak tinggal keatas dulu ya kamu bisa disini kan?"


"Mbak gak perlu khawatir...ada suci pasti aman kok Mbak.."


"Ternyata kamu ini memang suci ya." Perlahan Anggun berjalan menuju ruang kerjanya.


Di ruang kerja Anggun.


Alisa terlihat memperhatikan ruangan yang cukup luas, terlihat rapi untuk seorang designer ,dengan sofa kecil berwarna putih dan juga beberapa lemari tertata rapi di ruangan yang berwana putih ini.


Perlahan dia berjalan mendekati meja kerja Anggun, untuk melihat Anggun yang sudah sibuk dengan sebuah sketsa ditangannya.


Lalu Alisa berjalan mendekati Manekin yang memakai sebuah gaun pengantin cantik yang menjuntai dan berwarna putih, tepat di belakang Anggun.


Alisa menjulurkan tangannya dan menyentuh setiap bagian yang ada di gaun itu"Cantik, ini cantik Manda, kamu yang merancangnya?"


Pertanyaan itu membuat Anggun menghentikan gerakan tangannya dan menoleh melihat Alisa yang menyentuh gaun kesayangannya.


"Ia...itu belum selesai.."


"Belum Alisa, itu belum selesai" Anggun kembali melanjutkan aktifitasnya, menghindari membahas soal gaun pengantin yang disiapkan untuk dirinya sendiri.


Tapi Alisa masih saja tertarik dengan objek yang ada di depannya. "Kapan ini akan selesai?maksud ku....ini terlihat sempurna."


"Masih 75 persen Alisa."


"Tidak lama lagi, kamu akan menyelesaikan gaun ini kan?"


"Ya semoga saja..."


"Manda....tawaran Mu yang tadi masih berlaku untuk ku kan...?"


"Yang mana..?"


"Aku boleh memilih apa pun yang aku mau, dan kamu akan memberikannya untuk ku kan?"


"Oh....memangnya kapan aku berbohong huh?" Anggun masih saja sibuk dengan sketsanya.


"Baiklah....aku menagih itu sekarang, kamu akan memberikannya kan?"


"Ya sudah, turun lah sana, minta sama suci gaun mana yang kamu mau."


"Tidak, aku mau menagihnya langsung dari mu.."

__ADS_1


Anggun menatap Alisa yang masih memegang gaun pengantinnya."Kamu ini, dari dulu tidak berubah ya, ayok kita ambil apa yang kamu mau." Anggun melangkah menjauhi meja kerjanya.


"Tapi yang aku mau ada di sini, Aku mau gaun pengantin ini, boleh kan aku minta gaun yang ini"


Mendengar itu, Anggun menjadi terpaku perlahan dia membalikan badannya menghadap Alisa. Alisa masih menunjukan senyuman diwajah cantiknya.


"Tidak Alisa, itu tidak boleh." Anggun menjadi murung karena permintaan Alisa.


"Kenapa? apa sudah ada pemiliknya?"


"Bukan, itu milik ku sendiri, aku yang akan makainya nanti" Anggun berusaha memperlihatkan senyumannya.


"Kamu juga akan menikah dalam waktu dekat ini?"


"hahah kenapa jadi bahas pernikahan Ku sih...?"


"Kalau begitu berikan gaun ini untuk ku ya.."


"Tetap tidak boleh, ambil yang lain saja"


"Berikan alasannya, kenapa kamu tidak mau melepaskan gaun ini, untuk ku? apa karena gaun ini mengingatkan mu pada seseorang?"


Lama Anggun memikirkan jawaban untuk pertanyaan Alisa, Sampai mereka terlihat diam dan memandang satu sama lain.


"Katakan Manda...Apa alasannya, kalau tidak, aku juga tidak akan melepaskan gaun ini, kamu tau kan aku bisa mendapatkan apa pun yang aku mau."


"Dari dulu kamu memang tidak pernah berubah, masih saja suka memaksa orang lain...."


Anggun melipatkan tangannya ke perutnya dan terus menatap Alisa yang tidak puas dengan jawabannya.


"Baiklah....Aku sudah terlanjur menyukai ini, dan sebagai gantinya, Kamu juga bisa meminta apapun dari Ku.."


"Aku tidak butuh apapun itu Alissa..."


"Aku akan membayar mahal gaun mu ini, bagaimana, kamu setuju kan?"


"Tetap tidak mau...gaun itu milik ku, aku akan membuat sketsa yang lain untuk mu ya, dan ini akan sesuai dengan keinginan mu."


"Aku tetap mau yang ini ya, ayo lah berikan pada ku ya, katakan Manda apa yang kamu mau supaya aku bisa mendapatkan gaun ini?"


"Kamu akan memberikan apapun yang aku mau Alisa?"


"Ia apa pun itu, akan aku berikan."


"Baiklah..Boleh Aku menukarnya dengan calon pengantin Mu..?"


Suasana menjadi hening, Alisa menatap tajam pada teman lamanya ini....


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2