
"Anggun ! " lirih Ariel setelah mendapatkan tamparan keras dari Anggun, Ariel yang masih syok itu terus menatap manik mata Anggun.
"Sudah cukup kau menghina aku ! " ucap Anggun, dengan menahan sesak di dalam dada, rasanya belum puas dengan tamparan itu, Anggun kembali memberikan pukulan di dada bidang Ariel dengan kedua tangan-nya.
"Aku sudah tau semua yang kau sembunyikan dariku , pantas saja kau berubah, pantas saja kau menikahiku, semua ini karena kau sudah bertemu dengan laki laki itu'kan ? "
Ariel yang terkejut, terus menerima pukulan dari Anggun, namun tetap membiarkan gadis itu menuangkan amarahnya.
"Dia tidak pernah menodai aku, karena itu kau selalu berusaha untuk membuat hubungan kita membaik ? " teriak Anggun.
Ariel mencoba meraih kedua tangan Anggun, berharap Anggun menghentikan pukulan itu, tapi Anggun menepis tangan-nya dengan kasar. "Jangan sentuh aku ! " teriak Anggun lagi, kali ini tidak ada air mata yang keluar dari mata bulatnya.
"Dengar'kan aku sekali ini saja !" pinta Ariel memelas, ternyata yang di khwatirkannya benar benar terjadi , Anggun membencinya.
"Apa'pun itu Ariel , kau sudah menghancurkan semua ini , aku tidak mau membahas apa'pun lagi, biarkan aku sendiri ! " ucap Anggun yang sudah merendahkan nada suaranya.
"Aku sudah mencoba mengatakan ini Anggun tapi ....
"Cukup Riel ! aku mohon cukup ! aku tidak pernah meminta untuk kau percaya dengan semua yang aku katakan, dan sekarang kau juga harus melakukan itu , jangan pernah memaksa aku lagi....! "
"Anggun, aku mohon jangan seperti ini, aku sudah bilang apapun yang terjadi jangan pernah meragukan aku ! " pinta Ariel masih memelas.
"Aku butuh waktu ! aku mohon biarkan aku sendiri dulu, jangan temui aku ! " ucap Anggun sebelum pergi meninggalkan Ariel.
"Anggun tunggu !" Ariel mencoba menghentikan Anggun, namun Anggun sudah keluar dari ruangannya. " Arrghhhhh ! " teriak Ariel memukul meja dengan kepalan tangannya, "Semua karena keegoisanku ! " pikiran Ariel tidak karuan karena masalah datang bertubi tubi menghampirinya.
Selang beberapa menit kemudian, yusri datang dengan seorang pemuda yang baru di jemputnya di bandara. Keduanya mengangkat bahu, kebingungan terlihat dari wajah mereka saat melihat Ariel duduk di lantai, menyender di dinding bernuansa silver itu.
"Apa ini caramu menyambut kedatanganku Riel ? " ucap Endi, iya dialah Endi sahabatnya yang menolak untuk kembali ke Indonesia.
Ariel mengangkat wajahnya, melihat dua sahabat yang tersenyum sinis untuknya.
"Kau sudah datang? " Ariel berdiri dan di sambut pelukan hangat dari Endi, sudah lama
keduanya tidak bertemu.
"Maafkan aku ! " ucap Ariel sembari menepuk
punggung Endi.
__ADS_1
"Aku yang salah, ternyata semua tidak berjalan seperti yang aku bayangkan ! " sesal Endi.
"Alisa hamil , " Endi yang terkejut melepaskan pelukannya , " Alisa hamil !" Ariel mengulang ucapannya.
Bugh
Endi melayangkan satu pukulan di wajah Ariel. " Kau bilang, sampai sekarang kau tidak mencintainya, tapi kenapa kau menghamili dia ? " teriak Endi tidak terima, Yusri hanya diam membiarkan Ariel dan Endi menyalurkan kerinduan mereka.
"Aku melepaskan Alisa untukmu, aku rela saat dia lebih memilihmu, dan demi dirimu aku memilih untuk tidak kembali ke sini, memang aku yang meminta supaya kau menerima cintanya, karena aku berharap dengan begitu kau bisa melupakan Anggun,tapi lihatlah kau mengikat Anggun di saat kau menghamili Alisa, apa kau gila huh ? " teriaknya lagi.
"Itulah alasanku memanggilmu kesini ! aku sangat yakin aku tidak melakukan itu, bukan cuma sekali aku mabuk, bukan cuma hari itu aku menenggak minuman keras, kau juga tau aku selalu bisa menahan nafsuku ! karena itulah aku yakin , kalau aku tidak pernah menyentuh Alisa ! " Ariel berharap Endi mau membantunya keluar dari masalah ini.
Ariel menepuk bahu Endi yang dibalut dengan kemeja itu " Temuilah dia, aku yakin kau akan tau kebenarannya ! " seru Ariel, baru sekarang dia memelas kepada Endi, yang dulu selalu dimarahinya.
"Brengs*k !" umpat Endi keluar meninggalkan Yusri dan Ariel.
Beberapa tahun yang lalu saat Ariel patah hati
Endi dan Yusri, ikut menemani Ariel ke luar negeri, mereka sering menghabiskan malam di bar ternama, sampai pertemuan itu terjadi.
Dimana saat itu Endi sudah jatuh hati pada Alisa, tapi sayangnya Alisa memilih mengejar cinta Ariel, laki laki yang selalu menolaknya.
Endi yang sudah jatuh cinta itu, tidak sanggup melihat Alisa yang murung karena penolakan Ariel, akhirnya Endi meminta supaya Ariel mau menerima cinta Alisa. Karena itulah Ariel menerima cinta Alisa, sampai tercetuslah permintaan Alisa yang ingin segera menikah dengan Ariel, dan saat itu Endi memilih untuk tetap berada di Luar Negri, merelakan dua sahabatnya kembali ke Indonesia.
Di rumah Farida.
Jam 8 malam Fery baru sampai di rumah, ia memang sengaja mempersingkat urusannya di luar kota. Semua tidak masuk akal untuknya, mengingat perusahaan yang sudah hampir hilang itu, sudah kembali dalam genggannya, belum sempat ia untuk menyelidikinya, satu persatu investor datang menawarkan keuntungan untuknya, dan menyita waktu untuk mencari tahu siapa orang yang membebaskan hutangnya.
Kini keluarga kecil itu sedang berkumpul di ruang keluarga, dimana Anggun sudah tertidur di atas sofa menjadikan paha farida sebagai bantalnya, bahkan Anggun belum menyadari kehadiran Fery.
"Ma....! Fery berniat mengadakan pesta kecil untuk merayakan kembalinya perusahaan kita, Mama setuju'kan ? " Fery datang dan duduk di samping Mamanya yang sedang menonton tv , sembari mengusap lembut kepala Anggun.
"Jangan berisik nanti adikmu bangun ! " ucap Mama Fery, Fery tersenyum memandang wajah teduh Anggun.
"Mama setuju'kan kalau kita mengadakan pesta, hanya mengundang rekan kerja saja, dan mengumpulkan karyawan yang tetap setia di perusahaan kita ! "
"Mama yakin, kamu selalu melakukan yang terbaik, apapun itu mama setuju ! " jawaban Farida menenagkan Fery, itu artinya Mamanya sudah bisa berinteraksi dengan bangak orang,
ia semakin yakin, kalau mama-nya sudah sembuh total.
__ADS_1
"Fery, kamu sudah tua, umur sudah 31 tahun, cepat kasih mama cucu, jangan lagi tunda pernikahan kalian ! "
Fery tersenyum, mama-nya selalu menuntut dibuat'kan cucu, kalau saja ia bisa membuat anak dengan adonan tepung, pasti sudah diakukan dari jauh hari, begitulah pikirannya.
Sembari megusap halus kepala Anggun, Nyonya Farida melanjutkan bicaraanya.
"Dulu, Mama menikah dengan Papamu, karena perjodohan, karena kakekmu terlalu memaksa, akhirnya kami menikah, ternyata rumah tangga papa dan mama banyak diterpa cobaan, itu membuat mama sedikit tertekan, tapi akhirnya kami menerima dan saling mencintai , dan sekarang mama tidak mau memaksakan kehendak mama sama kalian, mama sangat menyayangi Anggun, itulah kenapa mama mau dia menjadi menantu Mama ! " Farida benjeda bicaranya, ia meraih tangan Fery.
"Siapapun yang akan menjadi istrimu, Mama akan menerima dengan senang hati, yang penting, cepat buatkan mama cucu ! " wajah penuh harap harap cemas.
"Mama jangan ragu soal itu, dalam sekali percobaan Fery pasti bisa menghasilkan cucu untuk Mama hahahaha ! " seru Fery mencoba menghibur Mamanya.
Nonya Farida tersenyum " Kecilkan suaramu, jangan sampai adikmu terganggu ! " melihat Anggun yang masih tidur di pangkuannya.
"Apa selama Fery di luar kota, Anggun selalu tidur di rumah ? "
"Tidak juga, beberapa hari yang lalu Anggun tidur di Butik, menurut suci butiknya lagi banyak pengunjung !"
Fery hanya ber oh saja, mengerti dengan penjelasan Mama-nya.
"Suci baik ya ! selama mama di rumah sakit, dia selalu sabar merawat mama ! "
Fery menoleh melihat Mama-nya.
"Semua mama bilang baik !" jawabnya malas,mengingat gadis kecil yang sempat mengganggunya.
"Mungkin semua yang berhubungan dengan Anggun baik ya, rasanya mama punya dua anak gadis ! "
Fery beranjak dari duduknya.
"Sudahlah Ma, Fery istrahat dulu, biar Fery yang memindahkan Anggun ke kamar! "
"Tidak usah, Mama masih ingin memandang wajah cantiknya ! " Farida mengecup kening Anggun.
"Baiklah ! " jawab Fery yang kemudian berjalan menuju kamarnya.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi Anggun mendengar apa yang dibicarakan keluarga yang sangat tulus menyayanginya.
"Maafkan Anggun, aku sudah mengkhianati Mama dan kak Fery , aku pengkhianat ! " sesal Anggun dalam hati mengingat pernikahan dengan Ariel yang sudah berlangsung secara sembunyi sembunyi.
__ADS_1
Bersambung.....
Part yang membosankan, menuju tamat 🤗