Marriage Proposal : Ben & Bima

Marriage Proposal : Ben & Bima
11 - Pengenalan Tokoh


__ADS_3

Chandani Bimala Lalitha


Arti namanya mencerminkan Dewi Murni yang Ceria. Memang Bima – nama panggilannya adalah wanita yang ceria. Hanya saat dia bertemu dengan Ben pertama kalinya, dia merasa sebal. Mungkin karena first impression Bima ke Ben kurang bagus. Soalnya Ben terlalu mem-bully Bima saat di Bangkok.


Bima memiliki sebuah trauma pada kegelapan dan ruangan yang kecil. Serangan panik, sesak napas, dan tiba-tiba pingsan langsung menyerangnya. Makanya, kamar Bima tidak pernah dipasangnya terlalu gelap atau remang-remang. Dia pun tidur dengan lampu yang menyala. Tidak pernah sama sekali mematikan lampunya. Hanya Bima lupa kenapa dia mendapatkan trauma pada gelap dan ruangan yang sempit.


Cita-cita Bima adalah penulis novel terkenal. Bima memiliki daya imajinasi yang luar biasa. Hanya ketika tantangan terjadi dalam hidupnya, dia harus menulis novel romantis. Sayangnya Bima belum pernah merasakan jatuh cinta. Itu yang menjadikan alasan Bima tidak mau menulis novel romantis. Padahal, pengalamannya sebagai ghost writer dia sudah banyak menulis novel romantis.


Kehidupan Bima berubah setelah dia bertemu dengan Ben. Seorang pria warga negara Thailand yang suka seenaknya terhadap Bima. Sampai akhirnya entah kenapa Bima jatuh cinta pada Ben, dimana akhirnya Bima jatuh cinta untuk pertama kalinya di umur 26 tahun. Mati-matian Bima memberikan perhatian pada Ben yang membuatnya selalu kesal, tapi Bima tidak pernah menyerah. Kacaunya, Bima mengangkat kisah cintanya dengan Ben di projek novelnya yang akhirnya meledak di pasaran.

__ADS_1


Bima di dalam novel ini ditampilkan oleh Michelle Ziudith. Karakter Michelle cocok untuk Bima dari mimik, suara, yang diinginkan penulis. Kemudian karakter Michelle juga cocok dengan ekspresi sedih, ceria, sebal, dan tidak mudah menyerah.




Chai Prasert Nopadon Ratanarak


Ben meninggalkan Indonesia waktu itu karena kehilangan cinta pertamanya. Alasan yang tidak masuk akal bagi orang tuanya dan akhirnya Ben memutuskan untuk pergi ke Bangkok meneruskan kuliahnya hingga doktor dan serius mengajar di salah satu universitas di Bangkok. Prestasi akademiknya sangat fantastis, hingga Ben juga ditunjuk sebagai direktur di sebuah stasiun TV.

__ADS_1


Selain itu, sudah tiga tahun terakhir Ben akhirnya mengalah dan ingin sesekali pulang ke Indonesia dan mengajar di salah satu universitas terkenal di Indonesia. Ben hanya memiliki syarat, dia hanya pulang ke Indonesia saat dia ada jadwal mengajar di sekitar semester ganjil. Hingga Ibu dan bahkan Kakeknya bingung.


Ben adalah sosok pria yang jarang senyum. Dia hanya tersenyum di waktu-waktu tertentu seperti menghadiri sebuah acara besar, mengisi seminar, dan bertemu klien. Selebihnya tidak. Bahkan di kelas, oleh mahasiswanya dia terkenal berdarah dingin. Dia tidak pernah hapal semua nama mahasiswa dan tidak suka seseorang melakukan kesalahan. Buktinya banyak sekali asistennya di kampus selalu dipecat olehnya. Kecuali, Bima. Satu rahasia Ben, dia sebetulnya yang menyukai Bima duluan.


Ben disini oleh penulis menampilkan Sunny Suwanmethanont. Seorang pria berumur 34 tahun yang kehidupannya selalu serius, cocok dengan karakter Sunny. Tidak pernah terbuka dengan keluarganya apa yang dialaminya dan membuat keluarganya bingung setengah mati waktu Ben memutuskan untuk pergi ke Bangkok dalam waktu yang lama.


Ben juga digandrungi oleh wanita-wanita baik di Thailand dan Indonesia. Hal ini yang membuat Bima selalu merasa insecure.


__ADS_1



****


__ADS_2