Married With Baba

Married With Baba
Menatap tak suka


__ADS_3

Lintang yang masih cemberut dengan kelakuan Omar yang meminta ini minta itu, bahkan pakaian yang Lintang kenakan di protes oleh Omar.


Mereka sedang di jalan menuju ke rumah sakit, sebelum pergi ke kediaman Mama Zulaikha untuk menghadiri makan malam, Lintang sengaja meminta untuk memeriksakan kandungnya Ia ingin tau perkembangan dan berapa bulan janin yang sedang ia kandung.


'' Kau masih marah sayang.? tanya Omar


'' Aku tidak marah, aku hanya sedikit kesal dengan kelakuan mu pagi ini. '' jawab Lintang


Omar tersenyum dan melihat Lintang yang masih memdiami nya. '' Aku pun tidak tau Aziji, jangan marah mungkin saja ini kemauan si cabang bayi. '' ucap Omar mengelus perut Lintang yang masih datar namun berisi.


Lintang pun menoleh dan membuang nafasnya.. '' Ah baik²lah ...


.


Tak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sakit dan menunggu antrian masuk. Lintang nampak sedih ini kali pertama ia mengandung dan tidak ada sang ibu di sampingnya yang membuat dia sedih dan murung, Omar mengecup kening Lintang seakan ia tau isi hati dan pikiran istrinya memegang tangannya dengan erat, seakan mengatakan bahwa masih ada diriku di samping mu..


'' Tak apa sayang aku disini.. '' ucap Omar


Lintang menoleh dan tersenyum, memeluk tangan Omar yang kekar dan besar, sebesar surotong miliknya.


Tak berapa lama Lintang pun di panggil dan masuk. '' Kayf halik ya sayidati wisadati.( Apa kabar tuan dan nyonya)

__ADS_1


" Nahn jayid tabib.( Kami baik Dokter )..


Sang Dokter langsung menyuruh Lintang berbaring untuk melakukan usg dan memeriksa yang lainnya..


Sang dokter mengoleskan jel di perut Lintang yang masih datar dan menempelkan alat untuk memeriksa janin, terlihat di monitor si cabang bayi yang masih sebiji kacang .. '' Lihat pak ini bayi kalian. '' ucap sang doktor.


Omar dan Lintang begitu terharu melihatnya, antara percaya dan tidak. Omar meneteskan airmatanya dan mencium pucuk kepala Lintang cukup lama. '' Terimakasih sayang, kau mau mengandung dan menjadi ibu untuk anak² ku. Aku begitu beruntung memilikimu.. '' ucap syukur ia panjatkan pula untuk sang pencipta yang sudah memberi mereka kepercayaan untuk mengurus seorang anak.


.


.


'' Eaziji kau harus ingat apa kata dokter tadi, jangan terlalu berfikir berat dan kerja yang berat² karna kandungnya masih rentan dan berbahaya. '' tutur Omar


Lintang hanya menganguk dan senyum, Tak berapa lama mereka sudah sampai di pekarangan Qasr, Omar pun memarkirkan mobil yang sudah terlihat ada beberapa mobil di luar. '' Apa mereka sudah ada disini. '' tanya Lintang yang melihat mobil berjejer rapih. '' Mungkin, jawab Omar yang membuka'kan pintu untuk Lintang '' ayo kita keluar hati² turunnya. '' ucap Omar menggengam tangan Lintang.


.



.

__ADS_1


'' Sepertinya yang lain belum datang sayang,


Lintang mrmengaguk dan masuk. '' Asalamualaikum..


Mama Zulaikha yang mendengar suara sang menatu langsung berdiri menghampiri lalu memeluknya.. '' Kayf haluk sihri. ?( Apa kabar menantuku.) tanya Mama Zulaikha.


" Zei'n Ama.( baik Mama).


" Taeal huna, ajlis wandama 'iilaa alakharin.( Cepat kesini, duduk bergabung dengan yang lain.) ucap mama Zulaikha membawa Lintang ke ruang tamu. '' Aku akan bersombong sedikit kepada teman² ku karna aku kan menjadi seorang nenek.


Lintang tak menolak ajakan sang mertua, ia hanya tersenyum melihat kelakuan ibu dari suami yang sangat ia cintai. namun ketika ia masuk di ruang tamu ia melihat musuh bubuyutan dirinya sedang menatap Lintang dengan tak suka..


.


.


..._____♧♧♧♧♧_____...


...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...


...LIKE KOMEN AND VOTE JANGAN LUPA....

__ADS_1


__ADS_2