
Dokter spesialis tulang yang bernama Diego dan asistennya yang bernama Arrabella, yang khusus Omar panggil untuk merawat sang istri sudah satu minggu ini berada di Qars miliknya. Awalnya Omar menolak Diego untuk merawat sang istri, namun Khalid meyakinkan jika dia adalah dokter terbaik di London. Terbukti baru satu minggu saja Diego mampu membuat Lintang berdiri walau belum stabil..
Omar mau tak mau menyetujuinya karna ingin melihat sang istri sembuh dan ceria kembali, dengan syarat tidak boleh menatap sang istri lebih dari tiga detik..
Konyol memang, namun itulah Omar. Ia tidak mau Diego menatap istrinya lama lama, karna baginya dari mata bisa saja turun ke hati..
.
.
''Hati hati sayang.'' ucap Omar yang merasa ngilu melihat sang istri berdiri seperti menahan sakit, ia benar benar tak tega melihat sang istri...
''Aku baik baik saja Hubby.'' jawab Lintang tersenyum cerah, sebenarnya Lintang menahan sakit yang luar biasa. Namun Lintang tak mau membuat Omar khawatir dan kecewa..
Diego berlutut dan memegang betis Lintang, memeriksa apakah masih ada cedera yang parah. Namun aksi itu membuat mata Omar melotot tak percaya..
''Haiii,, Apa yang kau lakukan!! singkirkan tangan sialan mu itu dari kaki cantik istriku.!! bentak Omar yang mana Dr.Diego refleks mengangkat tangannya..
"I am not doing anything."
Arrabella yang melihat suami dari pasiennya sangat Posesif, hanya menggelengkan kepalanya. ia begitu bingung bagaimana pasien nya mau sembuh, jika di periksa saja sudah membentak sang Dokter..
__ADS_1
''Kau.. Jangan melihatku seperti itu, aku tidak suka kepadamu. Atau kau mau kehilangan kedua matamu itu hah!! bentak Omar kepada Arrabella yang menatapnya..
Sementara Arrabella mengerutkan keningnya meresa heran dengan ucapan Omar..
''Dih narsis banget, siapa juga yang suka sama dia.!! gumam Arrabella mendelikkan matanya..
.
MALAM HARI.##
.
Omar keluar dari Kamar mandi sambil menggendong Lintang.. Ia begitu telaten mengurus sang istri, mendudukannya di atas ranjang..
Lintang menggeleng menatap sang suami penuh tanda tanya..
''Hubby..
''Ya..
''Apa aku boleh bertanya sesuatu.?
__ADS_1
''Tentu saja boleh, apa yang mau kau tanyakan.?!!
Lintang nampak berpikir sejenak, kata apa yang harus ia sampaikan..
''Hubby,, Apa ka_uuu... tidak menginginkannya.? Maksudku, sudah lebih dua minggu aku tidak pernah memberikan mu nafkah batin. Apa kau tidak menginginkannya..? ucap Lintang sambil memainkan jemari Omar yang ia gengam..
Cup..
Omar mencium tangan Lintang lalu tersenyum kepadanya. ''Sebagai seorang laki laki, tentu saja aku menginginkannya. Namun aku tidak sanggup menyakitimu..'' ucap Omar mengelus kepala Lintang..
''Tapii kau bisa melakukannya secara perlahan bukan.?
Omar terkekeh, ''Heheh jika kamu menginginkannya katakan saja jangan bertele tele, apa kau menginginkan Surotong ini menjenguk hmm. hmm. hmm! Godaan Omar dengan Alis terangkat naik turun..
''Ishh kau itu.!! Lintang memukul bahu Omar.
''Aaaww,, sakit sayang. Coba kau katakan padaku jika kau menginginkannya.!!
Pipi Lintang bersemu merah akibat menahan malu dan memalingkan wajahnya..
''Hey hey hey, lihatlah istri kecilku merasa malu ternyata.!! Omar mencolek dagu Lintang..
__ADS_1
"iiihhh, apaan sih. Sudah sana pergi.'' usir Lintang sambil menepis tangan Omar..
Omar menggigit pipi Lintang dengan gemas dan memeluk sang istri dalam dekapannya.. Tak berapa lama mereka pergi menggapai alam mimpi bersama sama..