
Di kediaman Borkhan.
LuLu sedang mondar mandir di dalam toilet. Ia bingung apakah harus menuruti saran dari Lintang atau tidak.
"Bagaimana ini." LuLu menggigit bibir bawahnya, menatap box persegi empat pemberian Lintang yang berwarna oren lambang HRS...
~~
Flashback beberapa jam yang lalu, di sebuah toko yang menjual aneka baju rombeng.
''Aku malu menggunakan Lintang.'' Lulu resah.
''Kenapa kau harus malu hah? dia 'kan suami mu.''
''Ia, memang dia suamiku ... tapi.''
''Sudah jangan ada tapi tapian, untuk kali ini biar aku yang membelikan. Sekalian aku juga mau beli yang berbentuk kelinci! Waahhh ... Omar pasti sangat menyukainya.''
Lintang membolak balikan Lingerie berbentuk kelinci, tanpa mereka sadari ... jika ada Susi yang menatap baju yang ia pegang menggunakan telunjuk dengan jijik.
"Astagfirullah ... ya Allah Gustiiii! Punya madam gak tau malu dan nggak punya akhlak." Gumam Susi dalam hati.
Flashback off•
~
Saat LuLu membuka box itu, alangkah kagetnya ia. Melihat baju kekurangan bahan alias belum selesai di jahit.
"Hah! Kenapa bajunya sangat kecil sekali, ini tidak akan menutupi apa pun.'' Desah LuLu, membolak balikan Lingerie berwarna hitam brokat dengan bodohnya.
Harap di maklum, walau usia LuLu lebih tua di bandingkan Lintang. Namun otak LuLu masih polos dan suci, tidak seperti Lintang yang di dalam otaknya di penuhi surotong yang menyemburkan keju mozarella nya. Atau salam dua jari yang selalu ia pikirkan.
Author : Dasar cewe mesum, malu maluin aku banget kamu. Dulu aja sok soan pengen ukuran s, dah tau rasanya ukuran big size ngehenen kamu.
Lintang : He he he ... Salah othor sendiri yang bikin aku ketagihan, lain kali bikin penyatuan bangsa yaa thor, soalnya para pembaca suka.
__ADS_1
Author : Jia elah, segala bawa nama pembaca kamu, bilang aja kamu yang mau..
Lintang : Salam dua jari thor..
~
~
Lulu memakai Lingerie yang pas di tubuhnya, ia berputar melihat cermin. Dengan bodohnya ia berpose nakal dan menggoda sambil memonyongkan bibirnya, dengan jantung berdegub kencang.
TOK.
... TOK. ...
TOK.
''Hah!''
LuLu kaget bukan kepalang, saat mendengar ketukan pintu. Ia menjadi salah tingkah dan tidak tau apa yang harus dia lakukan.
''Ya, aku baik-baik saja.'' Jawab LuLu.
"Oke Lulu, kau pasti bisa membuat Borkhan bertekuk lutut di kakimu. Semangat karna kau harus jadi kaya raya." LuLu bergumam menyemangati dirinya sendiri.
''Ea'aziji.'' Panggil Borkhan lagi.
CEKLEK.
LuLu membuka pintu kamar mandi, lalu berpose nakal meliak liukan kaki jenjang dan bo kongnya.
''Yaa, sayang.'' jawab LuLu dengan nada sensual, sambil mengedipkan salah satu matanya.
Borkhan yang melihat tampilan Lulu sangat tertegun sejenak dan menelan salivanya susah payah.
''Ap- Apakah hari ini jadwal si kemed menjenguk?''
__ADS_1
Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Borkhan, saking dia terkejut melihat sang istri mengenakan pakaian seksi untuk pertama kalinya.
Usia Borkhan memang tak muda lagi, namun jika berkaitan dengan nengok menengok nyai iteung. Dia masih jago, maklum ... di usia Borkhan yang baru memasuki 42thn, Si kemed puber kedua dan masih jago menjajah nyai iteung dengan ganasnya.
~
~
~
Sedangkan disisi lain, Lintang tengah bersedih karna di kabarkan jika sang Ibu tengah sakit parah di kampung sana.
''Apa ibu sudah di bawa ke rumah sakit?''
''Sudah Nak, gak usah khawatir kan kami. Kami disini baik baik saja sayang.'' jawab sang Ayah.
''Ayah.''
''Baik baik saja di sana sayang, ingat pesan Ayah ... jaga kesehatan dirimu, urus suami mu dengan baik. Jangan pernah sombong jika kau sedang berada di atas ... ingat bahwa Allah bisa mengambil apa yang kamu punya jika kamu takkabur.''
''Baik, Ayah.'' ucap Lintang meneteskan airmatanya.
Tanpa disadari, Omar sudah berada di balik pintu mendengarkan pembicaraan sang istri. Walau ia tak mengerti jelas pembicaraan istri dan Ayah mertuanya ... Namun Omar paham betul jika Lintang sedang bersedih.
Setelah Lintang menutup ponselnya, Omar melangkah memeluk sang istri yang sedang menangis.
''Jangan bersedih sayang, kau bisa pulang kapan pun kau mau.''
Lintang balik badan lalu bersender di dada bidang Omar, Lintang menangis di pelukan sang suami dan menceritakan jika sang Ibu di rawat di rumah sakit.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1