Married With Baba

Married With Baba
Menyesesal.


__ADS_3

Nazril dan antek anteknya tengah terdiam di bascamp milik mereka, seumur hidup mereka. Baru kali ini mereka di palak secara halus oleh wanita yang tidak sengaja bertemu. Dan sialnya lagi, motor Nazril harus penyok akibat menabrak kang somay.


Anto dan yang lainnya melihat isi dompet mereka yang sudah kosong hanya mengiris dan menyesal, karna mau mengajak jalan jalan Lintang yang hobi berbelanja.


"Ril, nyesel gua ngajak tuh cewe jalan. Dompet gua isinya tinggal sepuluh rebu.'' kesal Saipul.


"Elu masih untung sisa sepuluh rebu, lah gua ... tinggal dua rebu perak."ucap Baden, menepuk jidatnya memakai uang dua ribu.


"Gila ya itu cewe! Hobi banget belanjanya, tapi bodohnya kita gak bisa nolak dia.'' Timpal Anto, yang di angguki oleh Baden dan Saipul.


Author : Lah ... lu pikir kenapa gua jodohin Lintang sama Omar? biar apa! Ya kali kalau Lintang jodohnya kalian, bakalan lain ceritanya donk.


Anto : Dih Authornya ngegas.


Nazril masih diam tak bergeming, ia masih memikirkan kejadian tadi siang dengan Lintang. Bukan apa apa, Nazril begidik ngeri jika suatu saat Lintang menjadi istrinya mungkin Nazril sudah angkat tangan dan menjadi gelandangan..


"Ih amit amit."


Nazril merinding dan memasukkan dompet miliknya, untuk kali ini ia ikhlas uang jajan nya habis. Asal tidak bertemu dengan cewe ajaib yang memeras uangnya..


"Sudahlah, mungkin ini karma untuk kita, karna sering malak orang. Tobat nyok tobat." Ucap Nazril..


Sedangkan Lintang tengah tersenyum gembira, sambil menenteng kantong keresek yang penuh makanan di tangannya.

__ADS_1


Ia sangat senang karna bisa memalak anak anak Sma, yang suka malak orang lewat.


Di perjalanan pulang, Lintang melihat emak emak sedang heboh menggibah. Lintang pun tersenyum menghampiri mereka.


"Halo emak emak rempongggg ..." Sapa Lintang dengan ramah.


"Eehh ... si Madam." Ibu-Ibu itu tersenyum melihat Lintang, bukan. Mereka bukan tersenyum melihat Lintang, namun mereka tersenyum melihat kantong keresek yang penuh makanan.


"Bawa apa itu, Lin?'' Tanya salah satu Iby rempong.


Lintang melihat kantong keresek yang ada di tangannya. "Ohh ini ... Ini mau di bagian sama anak anak, tapi pada kemana yaa?''


''Jam segini mah mereka sekolah agama, Lin.'' jawab Ibu-Ibu secara bersamaan.


''Ya sudahlah, karna anak anak tidak ada. Ini buat Ibu-Ibu aja.'' ucap Lintang sambil menaruh cemilan itu, di tengah tengah Ibu rempong yang langsung berebut makanan untuk mereka sendiri..


JEDAH, SAUDI ARABIA•


Dilain tempat, Omar masuk kedalam hotel bersama Khalid, sedangkan Baseera masuk ke kamarnya sendiri. Mereka baru saja selesai bertemu dengan Colega.


''Khalid, apakah masih ada yang harus aku kerjakan?'' tanya Omar, yang sedang merebahkan diri di ranjang, sambil melihat ke atas langit-langit kamarnya.


''Semuanya sudah selesai, Tuan.''

__ADS_1


''Benarkah?''


Khalid mengangguk.


"Pesankan aku tiket ke Indonesia sekarang juga!'' ucap Omar semangat


''Apa Tuan yakin.''


''Tentu saja aku yakin. Aku sudah rindu dengan Marta.'' jawab Omar sumringah.


''Tuan ... istri anda bernama Lintang Gemini, bukan Marta.''


Omar tersenyum. ''Lintang memang istriku, tapi marta kesayanganku! Sudahlah ... kau itu jomblo, mana tau begituan.'' ledek Omar, yang bergegas masuk ke kamar mandi.


Khalid melihat Omar yang masuk ke kamar mandi sambil bersenandung ria, membuat ia merasa heran.''Apa tuan mempunyai selingkuhan? Lihat saja jika Tuan mempunyai wanita lain, akan aku laporkan pada Nyonya.''


Sedangkan Omar yang ada di kamar mandi, mengguyur badannya sambil berbicara dengan surotong..


''Eh tong, jika nanti kamu ketemu Marta. Jangan lemes yaa! Ayo kita buat kejutan untuk mereka.''


''Oke.'' jawab Omar sendiri sambil menganggukkan surotongnya sendiri.


__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2