
DOMAX PROPERTIES BUILDING•
~
Omar sedang berkutat dengan berkas-berkas nya. Laporan akhir bulan membuat ia selalu sibuk, kadang juga membuat ia lupa makan atau menghubungi sang istri. Dan ia pun melupakan bahwa hari ini akan membawa sang istri untuk memeriksa kakinya.
Sementara Lintang, sekarang tengah ada di lobby perusahaan milik sang suami sambil menenteng bag makanan. Senyum nya tak pernah luntur ketika para karyawan menyapanya.
''Marhaba, Ya Madam.''
''Salam'alaiq.''
''Sa'ma al'kher Madam.''
Begitulah sapaan setiap para karyawan yang berpapasan dengan istri bos mereka. Hingga Lintang masuk kedalam lift pun masuk ada yang menyapa dirinya dengan sopan.
TING!
Pintu lift terbuka, Lintang pun keluar dan berpapasan dengan Baseera mantan majikannya dulu.. "Marhaba Ya uhty, Baseera." Sapa Lintang dengan sopan. Walau Baseera bawahan suaminya, namun Lintang tidak akan pernah melupakan kebaikan Baseera.
"Marhaba Ya Lintang, keif hal'k?''
"Tamam ya uhty Baseera. Apa Omar ada di dalam?''
Baseera tersenyum dan menganguk. "Dia ada di dalam bersama Khalid.''
''Selamat kakimu sudah sembuh Lintang, aku turut senang melihatnya.''
''Terimakasih uhty.''
''hmm.''
"Baiklah kalau begitu, aku masuk dulu.''
Baseera mengangguk dan melangkah pergi ke pantri untuk membuat gahwa.
Tok.. Tok..
__ADS_1
Ceklek.
"Hubby." Panggil Lintang.
Kedua lelaki tampan itu menoleh kearah pintu secara bersamaan, Omar tersenyum melihat sang istri yang datang berkunjung ke kantornya.
"Masuklah sayang, kenapa masih disitu.''
Lintang masuk dan meletakkan bekal makanan di atas meja, lalu menghampiri Omar.
Cup..
Lintang mencium pipi Omar, lalu kembali melangkah untuk duduk di sofa..
Sementara Khalid, ia langsung pergi dari ruangan itu. Karna tidak ingin melihat sang bos bermesraan, Ia tak mau matanya ternodai oleh kelakuan suami istri yang absurd.
"Duh lelahnya." Ucap Lintang merentangkan kedua tangan nya hingga si kembar squishy membusung kedepan, yang mana membuat Omar lebih fokus melihat squishy di bandingkan kertas kertas di depannya.
Omar menelan salivanya susah payah, menahan hasrat yang ingin di puaskan. Masih terbayang di ingatannya tentang semalam, dimana Ia memakan Martabak terlalu banyak hingga ia tak bisa berjalan akibat kekenyangan.
Lintang tersenyum menyeringai nakal, melihat wajah sang suami yang memohon padanya. "Ish ... Kau saja yang pikiran nya mesum!''
Omar tersenyum dan berdiri menghampiri Lintang lalu duduk di sebelah sang istri. "Aku memang selalu mesum jika berdekatan denganmu." bisik Omar.
"Hubbyyyyy ...''
"Baiklah baiklah, kau bawa makanan apa? Ayo suapi aku.''
Lintang dengan telaten menyuapi Omar hingga bekal yang ia bawa habis di lahap Omar.
"Hubby, apa boleh aku jalan jalan?'' Tanya Lintang.
"Kau mau jalan jalan kemana?''
"Aku ingin ke Mall bersama LuLu.''
"LuLu? Lulu siapa.''
__ADS_1
"Ish apa kau tidak ingat. Lulu istri baru Borkhan yang dari Indonesia." Jelas Lintang.
Omar diam sejenak, sebenarnya ia masih marah dengan Borkhan karna istri dan anaknya melukai Lintang istrinya. Namun Borkhan selalu meyakinkan jika tak ada campur tangan dirinya dalam masalah yang sudah mereka lewati, lagi pun Borkhan sudah meminta maaf.
"Baiklah, boleh ... asal jangan terlalu lama, kau belum sembuh total kasihan kakimu jika terus di paksa berjalan. Apa kau sudah menghubungi Dr.Diego?''
''Sudah Hubby, dia bilang jika memang kakiku sudah sembuh total.''
Hmm.''
~
~
Sementara di lain tempat, Susi tengah berbelanja keperluan dirinya sendiri di mini market..
Karna kemarin Susi baru saja gajian, jadi hari ini dia ingin berbelanja sekalian mengirimkan sedikit uang untuk keluarganya. Terutama sang adik yang mulai masuk sekolah menengah.
Tak jauh dari Lintang, nasib Susi pun sama. Karna paktor ekonomi ia harus merantau ke negara yang penuh dengan surotong surotong berukuran big Size.
Bruukk.
Susi di tubruk seseorang dari arah depan.
"Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar.'' cetus Susi kepada pria di depannya.
Pria itu tak menjawab, ia hanya melihat Susi dengan seksama.
"Apa kamu lihat lihat. Aku congkel matamu baru nyaho!'' Gerutu Susi pergi sambil mendorong trolinya..
Pria itu mengerutkan keningnya. "Apakah dia sedang datang bulan. Kenapa dia marah marah.'' tanya pada dirinya sendiri lalu menggidikkan bahunya.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1