
..._____♧♧♧♧♧_____...
...قراءة سعيدة ....
.
.
Omar Sedang menunggu Lintang turun dari kamarnya, malam ini mereka akan menghadiri pesta ulang tahun rekan bisnis Omar di hotel mewah...
Lintang turun memakai gaun berwarna Biru dongker yang kontras dengan kulit putihnya, yang mana membuat ia semakin cantik..
Omar yang melihat sang istri semakin hari semakin cantik, ada rasa takut dalam hatinya jika Lintang akan meninggalkan dirinya karna ia sadar perbedaan umur mereka begitu jauh. Namun ia tepis pikiran itu karna ia percaya bahwa Lintang tak akan menghianatinya..
''Kau cantik sekali Ea'ajizi..'' ucap Omar yang langsung memeluk Lintang dengan Posesif.
''Aku tidak bisa bernafas ya Hubby. ''
''Hheeh__ Maafkan aku, ayo kita berangkat..''
Mereka berdua pun pergi bergandengan tangan, Omar membukakan pintu untuk Lintang. '' Min fadlik taeal fi 'amirati.'' (Silahkan masuk tuan putri.)
''Terimakasih Hubby..''
.
.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di hotel dan resort Manjil downtown Dubai..
Omar dan Lintang masuk ke dalam dengan serasi, mengedarkan pandangan ke setiap penjuru. Lintang sekarang sudah terbiasa dengan acara kelas mewah seperti ini, karna Omar selalu mengajaknya tanpa mau meninggalkan Lintang sendiri di rumah..
Omar di sambut dengan hangat oleh pemilik acara dan berbincang bincang, Lintang berbisik di telinga Omar ingin berkeliling mencari cemilan di ujung sana dan Omar pun mengguk..
''Jangan jauh jauh dari pandanganku. ''bisik Omar yang di angguki Lintang..
__ADS_1
Lintang berjalan mencari cemilan yang aneh aneh menurut Lintang, tanpa ia sadari dua sepasang mata memperhatikan nya dari jauh..
''Kau lihat itu, Omar selalu membawanya kemana pun dia pergi.'' ucap Isro
Ayman menoleh dan menatap Isro, ''Bukan Ayman Balf namanya jika tak bisa membuat para wanita tergila gila. '' ucap Ayman percaya diri dan melangkah menghampiri Lintang yang tengah asik memakan cemilan nya sambil memperhatikan sang suami..
''Hai nona apa kau masih mengenalku. ?! tanya Ayman yang menatap Lintang dengan penuh kagum..
Lintang menoleh dan menganggukan kelalanya. '' Bukankah anda yang kemarin di supermarket.'' jawab Lintang
Ayman tersenyum dengan manis. ''Yaa. Sedang apa kau disini.? tanya Ayman.
''Ahh, aku sedang menemani suamiku. ''Jawab Lintang sambil melambaikan tangan kepada sang suami..
Omar yang melihat sang istri tengah mengobrol dengan seorang pria, ia pun berpamitan dan menghampiri sang istri tercinta..
''Ea'ajizi apa kau sudah kenyang.? tanya Omar sambil mengecup pucuk kepala Lintang..
''Sudah Hubby..
''Kau mengenalnya Hubby.? tanya Lintang
''Tentu saja aku mengenal baik pria yang ada di depan kita..'' jawab Omar namun tatapan sengit nya tak lepas dari Ayman.
'' Omar Arrashid, apa kabar anda. '' Sapa Ayman mengulurkan tangannya namun omar tak bergeming ia malah menoleh ke arah sang istri dan menyuruhnya mengambilkan minuman di ujung sana..
Kini hanya mereka berdua yang saling berhadapan, dengan tatapan sengit yang mereka keluarkan..
''Jangan pernah mendekati istriku.!! sentak Omar namun dengan nada pelan karna ia tak mau membuat kegaduhan..
Ayman malah tertawa melihat betapa takutnya Omar kehilangan sang istri..
''Apa kau takut, istri cantik mu jatuh ke pelukan diriku.? kau tau bahwa semakin kau melarang diriku untuk menjauhi istrimu, semakin pula aku tertantang untuk mendapatkan istrimu yang cantik itu..
''Cih, tak tau malu aku peringatkan kepadamu jangan mendekati istriku dengan alasan adikmu yang cacat, karna setau diriku kau tidak mempunyai adik. Atau kau akan mendapatkan masalah karna telah mengganggu ketentraman rumah tanggaku, pikirkan itu baik baik.! ucap Omar pergi sambil menepuk pundak Ayman dan menghampiri istrinya..
__ADS_1
.
.
"Apa yang kau lihat sayang.? tanya Omar yang melihat sang istri sedang memperhatikan beberapa minuman..
"Di sini minumannya aneh aneh sayang, aku mencobanya satu persatu dan itu tidak enak sama sekali..
Uweeekkk..
Omar melotot tak percaya bahwa sang istri mencoba satu persatu minuman beralkohol, ia pun membawa sang istri dari pesta yang sebentar lagi akan sempoyongan..
Omar memesan satu kamar di Bruj View Suites seluas 48 meter persegi yang di temani nuansa Arab dan pemandangan berhadapan dengan Bruj Khalifah yang mempesona..
Kamar yang di pesan oleh Omar, adalah yang terbaik untuk menyaksikan pertunjukan cahaya warna warni sebagai latar belakang Dubai Fountain yang spektakuler. Bangunan tertinggi ini juga menyajikan pemandangan megah ketika membuka tirai di pagi hari..
Omar membawa sang istri yang sudah mengawur entah berbicara apa, ia pun membuka pintu dan merebahkan sang istri di tempat tidur..
Ia tak membawa sang istri ke Qars karna anda sang Mama yang selalu setia mengasuh cucu kesayangannya, apa jadinya jika membawa Lintang pulang dengan keadaan mabuk bisa bisa ia terkena semprot oleh sang Mama..
Omar memandangi sang istri dan membelai wajah yang selama ini berputar di pikiran dan hatinya..
''Aku mencintaimu, sangat mencintaimu jangan pernah berfikir untuk meninggalkan diriku sendiri.'' ucap Omar mengecup bibir Lintang, namun ketika ia ingin bangun tangan Lintang menarik tengkuknya dan m****t bibir Omar dengan ganas..
''Kau mau kemana hah.!! meninggalkan diriku yang ingin memakan mu, kau takkan bisa lari sebelum memuaskan diriku." ucap Lintang yang langsung membalikan posisi mereka hingga Lintang berada di atas..
"Akan aku buat kau tidak bisa berdiri.. "
Omar yang masih terkejut dengan tingkah agresif dari sang istri hanya pasrah berada di bawah rengkuhannya..
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG ...
__ADS_1
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, KASIH DUKUNGAN DENGAN BERIKAN AUTHOR BUNGA BERSAMA KEBUN KEBUN NYA.....