Married With Baba

Married With Baba
Bab 55


__ADS_3

..._____♧♧♧♧♧_____...


...قراءة سعيدة ....


...Orang yang baik akan di pertemuan dengan orang baik pula....


...Jodoh kita adalah cerminan diri kita, jika kita menginginkan Jodoh yang baik nan bertanggung jawab. Maka kita harus bisa memperbaiki sifat atau pun akhlak kita......


.


.


Lintang sudah berada di rumah sejak kemarin, ia sekarang sadang menggendong Affan di kursi roda dan menciumi pipi gembul sang anak..


Sementara para khadiamah sedang mondar mandir, memindahkan semua barang milik Madam dan Baba mereka ke kamar bawah yang sudah di rehab menjadi luas seperti kamar utama..


Mama Zulaikha selalu menangisi Lintang setiap saat, sama seperti sekarang. Ia sedang menangis melihat sang menantu sedang menggendong cucunya..


"Maa,, kenapa kau selalu menangis.? Tanya Lintang pelan..


"Maafkan mama Lintang, gara gara kau menyelamatkan Zenah kau harus duduk di kursi roda seperti ini.


Lintang tersenyum, ia sangat bersyukur mendapatkan mertua seperti mama Zulaikha yang super baik dan pengertian. Lintang memberikan Affan kepada Susi, lalu ia menghampiri mertuanya yang sedang duduk di sofa. Lintang mendorong kursi roda dan mendekati sang mertua yang masih terisak dalam tangisannya..


"Jangan membuat aku merasa bersalah Maa,, ini semua sudah kehendak yang maha kuasa. Jangan biarkan airmata berharga ini keluar kembali dan menangisiku Maa.."ucap Lintang menghapus tetesan airmata di pipi mama Zulaikha..

__ADS_1


Zulaikha menatap Lintang dan memeluknya.'' Maafkan mama Habibty..


"Lintang yakin Maa... Bahwa Lintang akan sembuh dan bisa berjalan kembali seperti semula, namun memang butuh waktu yang cukup lama agar Lintang bisa berjalan kembali..


.


DOMAX PROPERTIES BUILDING.##


.


Omar sedang berada di kantornya, ia menyuruh Khalid untuk mencarikan dokter terbaik untuk menyembuhkan Lintang istrinya..


Sungguh ia tak tega melihat sang istri hanya duduk di kursi roda, ia merindukan istrinya yang aktif berjalan jalan. Apa lagi jika sudah bertemu dengan Mall, Lintang akan lupa waktu dan betah mengelilingi Mall seharian penuh. Apa lagi ia sangat merindukan kegiatan panas bersama sang istri..


Omar tanpa sadar menghembuskan nafas beratnya..


Khalid memberi saran supaya Lintang berobat di kampung halamannya, karna khadimah yang bekerja di rumahnya selama belasan tahun sempat Menyarankan supaya Lintang di rawat secara tradisional agar cepat subuh..


Omar berpikir dan menimbang nimbang saran dari Khalid, namun ia menggelengkan kepalanya tanda ia tak setuju. Omar tidak bisa berjauhan dengan sang istri terlalu lama. Untuk itu ia lebih memilih dokter spesialis tulang dari London untuk merawat sang istri sampai sembuh..


.


.


Kembali ke Qars, Lintang sedang istirahat di kamar barunya Ia mengambil ponsel dan menghubungi sang ibu. Cukup lama menunggu akhirnya ada sapaan dari ujung telpon yang membuat Lintang tersenyum senang...

__ADS_1


"Hallo nak..


"Hallo buk, apa kabar.?


"Kabar ibu baik nak, bagaimana dengan keadaan mu.?


"Lintang sudah agak mendingan bu..


"Syukurlah, dimana cucuk ibu.?


"Dia sedang di beri makan oleh Susi bu.. Ibu Lintang kangen...


"Ibu juga kangen nak, pulanglah jika suatu saat mereka mengabaikan mu.. Ibu selalu ada untukmu, jangan bersedih dan terus berdoa supaya lekas sembuh. Kau tau nak, ibu selalu merasa berdosa kepadamu.. maafkan ibu yang tidak bisa membahagiakan dirimu."


"Ibu bicara apa.? Jangan pernah meminta maaf kepadaku ibu.. Aku bahagia disini bu, mereka menyayangi ku dengan sepenuh hati. Jaga diri ibu baik baik salam kepada pabak yaa bu."


Tut..


Lintang mematikan sambungan telponnya, ia sudah tak kuasa menahan tangis jika sang ibu berkata maaf kepadanya..


Lintang menaruh ponselnya di nakas, lalu mendorong kursi roda dengan tangannya menuju kamar mandi. Ia akan berusaha sendiri dan tidak mau merepotkan orang lain..


.


.

__ADS_1


__ADS_2