
Sesampainya Lintang di rumah, ia menghubungi LuLu dan mengajaknya shoping besok. LuLu pun menyutujuinya dan bertemu besok di Dubai Mall.
''Madam, kau sudah pulang?'' Tanya Susi. sambil menyodorkan satu gelas ashir( jus) untuk sang majikan.
Lintang mengambilnya dan langsung meminum jus itu. ''Terima kasih Susi, kau tau saja jika aku haus.''
''Apa Mama belum kembali?'' Tanya Lintang, yang tidak melihat mertuanya.
''Belum Madam, bukankah Mama Zulaikha menginap di kota Al'ain selama beberapa hari.''
''Oh ia, aku lupa.'' Lintang menepuk jidatnya.
Mama Zulaikha, orang pertama yang selalu mengurus keperluan Affan anaknya. Bahkan Lintang sebagai Ibunya tak pernah dibiarkan mengurus Affan atau pun di suruh mengganti pokoknya.
Mama Zulaikha seperti ngindam Cucu, yang tidak boleh siapapun mengurus Affan selain dirinya.
''Ya udah biarin lah, oh iyaa ... kamu mau ikut besok.''
''Kemana, Madam?''
''Shopinglah.''
Mata Susi langsung melotot ketika mendengar nama belanja, dan mengangguk dengan mantap ajakan sang Madam..
''Ishhh ... kau itu hijau sekali ketika mendengar nama belanja.''
''He he he ... Madam mah gitu, siapa sih yang gak mau di ajak belanja. Apa lagi di teraktir makan mewah, waaahh mantap pokoknya.''
''Memangnya kau ingin makan dimana?''
''Susi mah makan dimana saja, terserah Madam yang penting perut Susi kenyang hati senang.'' Ujar Susi, tersenyum mengembung..
Lintang terkekeh melihat kelakuan khadimahnya yang satu ini, begitu unik dan simpel. Tidak seperti khadimah yang lain, yang mana suka mencari muka kepadanya.
__ADS_1
~
~
~
KEESOKAN PAGI DI DUBAI MALL•
Di restoran yang penuh pengunjung, ada tiga wanita yang sedang nongkrong sambil bercerita ria..
''Cuaca hari ini begitu panas dan menyengatttt.'' Ujar sorang gadis yang bernama Sulistia wati yang biasa di panggil Susi.
Ssuuuurrrttt.
Susi menyeruput jus dengan sekali teguk, tak tau malu memang. Ia sudah menghabiskan tiga gelas jus yang berbeda rasa.
Lintang dan LuLu membiarkan Susi memesan apa saja yang ia mau, karna Lintang sebentar lagi akan mengerjai Susi untuk berkeliling Mall.
''Eummmm yumiiii.''
Lintang dan LuLu tersenyum melihat betapa bahagianya Susii.
''Lu, apa kamu bahagia dengan pernikahan mu?'' tanya Lintang kepo.
''Hmmm, sejauh ini bahagia, namun pernikahan kami hanya pernikahan siri.'' Jawab LuLu dengan lesu.
Lintang memegang tangan LuLu, ''Jangan berkecil hati, jika kau menikah siri ... mintalah kepada Borkhan supaya melegalkan pernikahan mu.''
"Entahlah, aku ragu.''
Lintang menganggukan kepalanya, sambil berpikir. ''Oh iyaa ... Kau sudah di beri apa saja dari Borkhan?''
Jiwa jiwa kepo Lintang meronta ronta.
__ADS_1
''Tak banyak, hanya di buatkan rumah di kampung dan di beri jatah bulanan yang mungkin lebih dari cukup..'' jawab LuLu jujur.
''Hanya itu? Isshhh ... Pelit sekali dia.'' decak sebal Lintang, mendengar hanya itu pemberian dari Borkhan.
Lulu menggidikkan bahunya. ''Aku hanya bersyukur saja, segitu juga udah alhamdulillah.''
Lintang tersenyum menatap LuLu dengan nakal..
''Kau tau, jika kau ingin kaya raya. Kau harus membuat Surotong suami mu itu puas dengan geolanmu.''
''Geolan, geoalan apa?'' tanya LuLu kurang mengerti.
''Ishh ... kau ini, masa sudah sering melakukan nya tidak tau cara bergeol.'' Decak Lintang. ''Kau itu bisa geol patah patah, geol ngebor, geol gergaji lebih menantang. Jangan kaya batang pohon, diam saja jika sedang di jajah. Gak asik.'' Ledek Lintang tanpa di sensor.
''Bagaimana cara memperaktikannya?' tanya LuLu antusiasi
''Cara beg---''
''Stoop!'' teriak Susi menutup telinganya cemberut.
''Madam, kuping ku ini masih perawan yaa! Jangan sampai kuping ku ini tercaremari oleh hal hal goib yang kalian gibahkan. m m m ... tidak akan ada yang kedua kalinya kupingku mendengarnya.''
''Memang kapan kau pernah mendengar suara goib?'' Tanya Lintang.
''Tentu saja aku pernah mendengar Madam bersama Baaa--- Tidak. Aku tidak pernah mendengarkan apapun.''Ucap Susi yang hampir keceplosan..l
''Ishhh kau itu.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1